Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Kamis, Juni 4, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Budiyono, Intelektual Organik yang Menyatu dengan Denyut Rakyat: Ketika Kampus Tak Lagi Sekadar Menara Gading

Melda by Melda
Oktober 20, 2025
in Bandar Lampung, Daerah
Budiyono, Intelektual Organik yang Menyatu dengan Denyut Rakyat: Ketika Kampus Tak Lagi Sekadar Menara Gading

INSIDE POLITIK- Di tengah gempuran pragmatisme akademik dan komersialisasi pendidikan tinggi, sosok seperti Budiyono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, muncul sebagai anomali yang membahagiakan. Ia bukan sekadar pengajar hukum, melainkan seorang intelektual organik—istilah yang dipopulerkan Antonio Gramsci—yang menolak keterasingan pengetahuan dari realitas sosial. Dalam dirinya, teori dan praksis tidak terpisah; keduanya menyatu menjadi napas perjuangan bagi mereka yang tertindas.

Budiyono menegaskan bahwa seorang akademisi sejati tidak hanya memproduksi pengetahuan di ruang hampa, tetapi juga mengartikulasikan pengetahuan itu untuk perubahan sosial. Ia hadir bukan sebagai dosen yang menghafal pasal, tetapi sebagai pendidik yang membongkar relasi kuasa di balik hukum. Di tangan Budiyono, hukum menjadi alat pembebasan, bukan penindasan.

BACA JUGA

3 Tahun Tanpa Tersangka, Kasus Dugaan Mark Up DPRD Tanggamus Jadi Sorotan Publik

73 Siswa SMA Siger Sudah Dipindahkan, Disdikbud Pastikan Proses Berjalan Aman

Antonio Gramsci dalam Prison Notebooks menulis bahwa setiap kelas sosial yang berjuang menuju hegemoni politik membutuhkan intelektualnya sendiri—bukan yang berdiri di menara gading, tetapi yang tumbuh dari denyut kehidupan rakyat. Budiyono mewujudkan cita-cita itu. Ia bukan tipe intelektual tradisional yang terjebak pada akademia formal, melainkan intelektual organik yang hidup bersama realitas rakyat dan berjuang untuk kesadaran kolektif.

Bagi Budiyono, ruang kelas bukan sekadar tempat mengajar, melainkan arena pembebasan. Ia menolak menjadikan hukum sebagai kumpulan teks kaku; sebaliknya, ia mengajarkan hukum sebagai medan pertarungan kepentingan. Dalam setiap diskusinya, ia mendorong mahasiswa untuk membaca realitas sosial, mempertanyakan legitimasi kekuasaan, dan memahami hukum dalam konteks perjuangan kelas. “Hukum harus menjadi bahasa keadilan, bukan alat legitimasi penindasan,” sering kali ia tekankan.

Namun peran Budiyono tidak berhenti di ruang kuliah. Ia juga dikenal aktif mendampingi kelompok-kelompok masyarakat marginal: petani yang berhadapan dengan sengketa lahan, buruh yang haknya diabaikan, serta mahasiswa yang berjuang menegakkan keadilan sosial. Dalam setiap perjuangan itu, Budiyono hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari perlawanan. Sikapnya ini menegaskan keyakinan Gramsci bahwa netralitas intelektual hanyalah mitos; pengetahuan selalu berpihak, dan keberpihakan itu harus sadar diarahkan kepada yang tertindas.

Keberanian Budiyono melawan arus dominasi akademik juga tercermin dalam kritiknya terhadap neoliberalisme pendidikan. Di saat banyak universitas berubah menjadi korporasi pengetahuan, Budiyono lantang menyuarakan bahwa pendidikan seharusnya menjadi ruang publik kritis, bukan pabrik ijazah. Ia sejalan dengan pemikiran Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed yang menegaskan pendidikan sebagai praksis kebebasan, bukan sekadar proses transfer informasi. Baginya, mahasiswa bukan obyek pembelajaran, melainkan subyek yang mampu mengubah dunia.

Etika intelektual Budiyono tampak nyata dari gaya hidupnya yang sederhana dan keberaniannya untuk tidak tunduk pada sistem. Ketika sebagian akademisi memilih bersembunyi di balik indeks sitasi dan jurnal internasional, Budiyono justru turun ke jalan, berdialog dengan rakyat, dan menulis gagasan dari pengalaman nyata di lapangan. Ia menjadikan penelitian dan pengabdian masyarakat bukan sebagai formalitas Tri Dharma, melainkan alat perlawanan terhadap hegemoni pengetahuan yang elitis.

Dalam berbagai forum akademik, Budiyono juga dikenal sebagai penggerak wacana “hukum emansipatoris,” yakni pandangan bahwa hukum harus dibumikan untuk memperjuangkan keadilan sosial, bukan untuk melayani kepentingan penguasa. Ia mengajarkan mahasiswa untuk berani berpikir kritis, mempertanyakan sistem yang timpang, dan mengembangkan perspektif hukum yang humanis. “Hukum adalah cermin masyarakat; jika hukum bengkok, maka cermin itu harus kita luruskan,” ujarnya dalam salah satu kuliah umumnya.

Perjalanan intelektual Budiyono mencerminkan kesetiaannya pada cita-cita pembebasan. Di usianya yang ke-51 pada 19 Oktober 2025, ia tetap teguh pada jalan yang jarang dipilih banyak akademisi: jalan perlawanan intelektual. Ia membuktikan bahwa menjadi dosen bukan hanya profesi, tetapi panggilan moral dan politik. Ia menolak menjadikan universitas sekadar lembaga formal, melainkan menjadikannya laboratorium sosial tempat ilmu diuji dengan kenyataan rakyat.

Dalam konteks sosial-politik Lampung hari ini, di mana ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan hukum masih nyata, sosok seperti Budiyono sangat diperlukan. Ia tidak sekadar menulis tentang keadilan, tetapi berupaya mewujudkannya. Dalam dirinya, teori Gramsci menemukan bentuk hidupnya: intelektual yang menyalakan kesadaran rakyat dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai energi perubahan sosial.

Lebih dari sekadar akademisi, Budiyono adalah simbol perlawanan terhadap pembusukan intelektual. Ia membuktikan bahwa pengetahuan tanpa keberpihakan hanyalah kesia-siaan. Ketika banyak orang sibuk mengejar prestise akademik, Budiyono justru sibuk menyalakan api kesadaran. Ia hidup dalam keyakinan bahwa ilmu harus berakar pada realitas dan berpuncak pada pembebasan manusia.

Maka, ketika kita menyebut nama Budiyono, kita sedang berbicara tentang lebih dari sekadar seorang dosen hukum. Kita berbicara tentang seorang intelektual organik yang menjadikan hidupnya sebagai pengabdian kepada rakyat, dan menjadikan pengetahuannya sebagai alat perjuangan. Ia adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan sejati lahir bukan dari menara gading, tetapi dari peluh, luka, dan harapan rakyat kecil yang terus berjuang untuk keadilan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: AntonioGramsciBudiyonoDosenBergerakGhraitoAripIntelektualOrganikPauloFreirePendidikanPembebasanUniversitasLampung
Previous Post

Gema Puan Soroti 10% Kegagalan Pemerintahan Prabowo: Evaluasi Serius dan Tindakan Tegas Diperlukan

Next Post

Kuliah Umum di UIN Raden Intan Lampung Dorong Wisata Halal Berbasis Dakwah: Sinergi Akademik dan Pemerintah Wujudkan Lampung Sebagai Destinasi Spiritual

Related Posts

3 Tahun Tanpa Tersangka, Kasus Dugaan Mark Up DPRD Tanggamus Jadi Sorotan Publik
Bandar Lampung

3 Tahun Tanpa Tersangka, Kasus Dugaan Mark Up DPRD Tanggamus Jadi Sorotan Publik

Juni 4, 2026
73 Siswa SMA Siger Sudah Dipindahkan, Disdikbud Pastikan Proses Berjalan Aman
Bandar Lampung

73 Siswa SMA Siger Sudah Dipindahkan, Disdikbud Pastikan Proses Berjalan Aman

Juni 4, 2026
Pramuka Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Generasi Muda, Wagub Lampung Tekankan Peran Strategis
Bandar Lampung

Pramuka Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Generasi Muda, Wagub Lampung Tekankan Peran Strategis

Juni 4, 2026
Sertipikat Tanah Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Penggantinya di BPN
Daerah

Sertipikat Tanah Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Penggantinya di BPN

Juni 4, 2026
Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Pancasila di 40 Pekon dan Kelurahan, Bupati Tekankan Persatuan
Daerah

Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Pancasila di 40 Pekon dan Kelurahan, Bupati Tekankan Persatuan

Juni 4, 2026
Kewajiban Kebun Masyarakat 20 Persen Disebut Masih Mengikat, Laskar Lampung Beberkan Dasar Hukumnya
Bandar Lampung

Kewajiban Kebun Masyarakat 20 Persen Disebut Masih Mengikat, Laskar Lampung Beberkan Dasar Hukumnya

Juni 4, 2026
Next Post
Kuliah Umum di UIN Raden Intan Lampung Dorong Wisata Halal Berbasis Dakwah: Sinergi Akademik dan Pemerintah Wujudkan Lampung Sebagai Destinasi Spiritual

Kuliah Umum di UIN Raden Intan Lampung Dorong Wisata Halal Berbasis Dakwah: Sinergi Akademik dan Pemerintah Wujudkan Lampung Sebagai Destinasi Spiritual

Mendagri Apresiasi Kinerja Lampung, Masuk Zona Hijau Realisasi Anggaran dan Inflasi Terkendali

Mendagri Apresiasi Kinerja Lampung, Masuk Zona Hijau Realisasi Anggaran dan Inflasi Terkendali

Kapolda Lampung dan Bhayangkari Pantau Langsung Penyaluran 4.074 Porsi Makan Bergizi Gratis untuk Pelajar Lampung Selatan

Kapolda Lampung dan Bhayangkari Pantau Langsung Penyaluran 4.074 Porsi Makan Bergizi Gratis untuk Pelajar Lampung Selatan

Investasi Global Cargill Hadir di Lampung, Lampung Refinery Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

Investasi Global Cargill Hadir di Lampung, Lampung Refinery Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

Ombudsman Lampung Temukan Maladministrasi Pengadaan Tanah Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Rp20 Miliar Warga Belum Dibayar

Ombudsman Lampung Temukan Maladministrasi Pengadaan Tanah Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Rp20 Miliar Warga Belum Dibayar

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Diseminasi BULD DPD RI Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa

Diseminasi BULD DPD RI Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa

Februari 4, 2026
Gubernur Mirza Dorong Sekolah Rakyat Hadir di Lampung: Langkah Nyata Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Gubernur Mirza Dorong Sekolah Rakyat Hadir di Lampung: Langkah Nyata Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Mei 6, 2025
Ubah Hasil Rekapitulasi, KPU dan Bawaslu Puncak Disidang DKPP

Bersifat Pasif, DKPP Akui Tak Bisa Periksa Dugaan Penggunaan Jet Pribadi dan Apartemen KPU

September 28, 2024
Megawati Sebut Kapolri Takut Temui Dirinya:Mungkin Dia Gemeter

Hasto Sebut Ada Upaya untuk Tenggelamkan PDIP di Pemilu dan Pilkada

Desember 2, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • 3 Tahun Tanpa Tersangka, Kasus Dugaan Mark Up DPRD Tanggamus Jadi Sorotan Publik
  • 73 Siswa SMA Siger Sudah Dipindahkan, Disdikbud Pastikan Proses Berjalan Aman
  • Pramuka Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Generasi Muda, Wagub Lampung Tekankan Peran Strategis
  • Sertipikat Tanah Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Penggantinya di BPN

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In