Ngakak Politik Harian
INSIDE POLITIK – Jakarta kembali heboh dengan isu pergantian Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kata orang, kursinya bukan sekadar “kursi panas”, tapi sudah mirip wajan nasi goreng: siapa pun duduk terlalu lama pasti kepanasan.
Reformasi Polri pun ikut-ikutan disebut-sebut. Padahal, rakyat sudah lama menunggu reformasi itu datang, tapi yang muncul malah drama demi drama. Dari tilang elektronik yang kadang suka error, sampai kasus internal yang lebih seru daripada serial Netflix.
Dialog Imajinatif
Reporter:
“Pak Tito, gimana rasanya diganti?”
Tito:
“Biasa saja, toh di negeri ini jabatan itu kayak kursi arisan, pasti bergilir.”
Rakyat:
“Pak, reformasi Polri kapan jadi?”
Pejabat baru:
“Tenang, reformasi akan segera dimulai… dengan ganti logo dan seragam!”
Meme Bayangan
Satirnya
Pergantian Tito ini jadi bahan obrolan warung kopi: apakah menteri baru benar-benar akan bawa reformasi, atau hanya ganti jargon?
Karena di Indonesia, reformasi kadang artinya simpel: yang lama copot, yang baru masuk, lalu rakyat tetap kena tilang — bedanya, sekarang mungkin dapat bonus stiker.***




















