INSIDE POLITIK– Fenomena lampu strobo di jalanan kembali jadi bahan ketawa sekaligus perih di hati. Para pejabat dan orang kaya sibuk pamer strobo di mobil mewah mereka, bak diskotik berjalan. Jalanan jadi kelap-kelip, mirip konser EDM gratis.
Sementara itu, di sudut lain kota, banyak masyarakat masih hidup dalam kegelapan. Bukan karena mati lampu, tapi karena nggak sanggup beli token listrik. Ironis, pejabat sibuk nyorotin jalanan dengan strobo, rakyat malah sibuk nyorotin lilin di ruang tamu.
Dialog Imajinatif
Pejabat dengan strobo:
“Lihatlah, rakyat! Aku membawa terang di jalanan!”
Rakyat di rumah gelap:
“Pak, bisa nggak terangnya dipindahin ke rumah saya? Token listrik sudah bunyi ‘tuit tuit’ dari kemarin.”
Meme
Meme 1: Mobil pejabat penuh strobo, diberi caption: “Strobo untuk jalanan, lilin untuk rakyat.”
Meme 2: Token listrik bunyi “tuit tuit”, rakyat panik. Di sampingnya pejabat selfie di mobil strobo dengan tulisan: “Life is bright, bro.”
Kalau kondisi ini terus dibiarkan, jangan heran rakyat makin sinis. Pejabat sibuk beli lampu strobo demi gengsi, sementara rakyat berdoa biar listrik 450 VA nggak bunyi peringatan tiap malam.
Mungkin sudah waktunya kita bikin aturan baru: “Siapa yang pakai strobo tanpa hak resmi, wajib berbagi token listrik gratis untuk 100 rumah.”
Biar adil, jalanan tetap terang, dan rumah rakyat juga ikut bercahaya — meskipun bukan dari lilin, tapi dari lampu neon 5 watt yang berharga.***




















