INSIDE POLITIK — Presiden Prabowo Subianto kembali memamerkan jurus pamungkasnya untuk menjaga stabilitas politik dan menarik investasi. Bukan jurus berantem, bukan pula jurus teriak-teriak, melainkan jurus yang disebutnya sebagai “Stabilitas Bergaya Santai, Investasi Tetap Masuk”.
Dalam rapat kabinet terbatas, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus kompak. “Yang tidak kompak, suruh push up. Yang banyak komentar tapi gak kerja, suruh plank sampai sadar,” ujar Prabowo, disambut tawa yang tidak jelas apakah karena lucu atau takut.
Para menteri pun mengangguk mantap, terutama yang baru sadar terakhir kali mereka push up adalah saat masih Paskibra.
Untuk menarik investor, Presiden mengatakan negara harus terlihat adem, tentrem, dan tidak drama. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus lebih menarik dari promo 11.11 dan lebih stabil dari hubungan fans K-Pop yang habis perang komen.
“Investor itu datang kalau situasi kita nggak goyang seperti sinetron jam 7. Jangan tiap hari ada kegaduhan baru,” katanya.
Kegaduhan yang dimaksud tak dijelaskan, tapi seluruh ruangan tiba-tiba hening, seperti semua orang sedang introspeksi, atau pura-pura introspeksi.
Sementara itu, beberapa pejabat melontarkan ide jurus tambahan, mulai dari Jurus Senyum Stabil, Jurus Live Streaming Pembangunan, hingga Jurus Ajak Investor Makan Besar—yang terakhir langsung disetujui presiden tanpa voting.
Para pengamat menilai, langkah Prabowo ini penting untuk memastikan bahwa roda investasi tetap berputar, tanpa harus menambah drama nasional yang sudah cukup penuh.
Seorang pengamat politik berkomentar, “Kalau stabilitas ini berhasil, bisa jadi Indonesia masuk daftar negara paling adem di dunia. Pesaingnya tinggal negara-negara Nordik dan grup WhatsApp keluarga yang sudah di-mute sejak 2020.”
Dengan berbagai jurus yang dirumuskan, pemerintah optimistis ekonomi akan makin menggelinding. Setidaknya, kalaupun tidak bergulir cepat, masih bisa ditarik pelan-pelan dengan jurus lain yang belum diumumkan: Jurus Ketegasan Bertatap Muka—yang konon membuat siapa pun langsung patuh.
Publik kini menunggu apakah jurus-jurus ini hanya akan menjadi koleksi, atau benar-benar membuat Indonesia makin stabil dan ramah investasi. Yang jelas, suasana politik kembali mencair, meski ada beberapa pejabat yang tetap kaku… mungkin karena push up tadi.***




















