Rubrik Ngakak Politik
INSIDE POLITIK– Bandar Lampung lagi-lagi heboh dengan kisah Sekolah Siger, yang oleh warga dijuluki sebagai “sekolah hantu.” Kenapa? Karena sampai sekarang sekolah itu tak punya izin operasional, tapi tetap jalan seperti biasa. Bayangkan, kalau ijazahnya keluar, jangan-jangan nanti tulisannya: “Lulus dari Dunia Tak Kasatmata.”
Kejanggalan demi Kejanggalan
Putri Maya Rumanti, sang penasihat hukum yang juga dikenal sebagai ASPRI-nya Hotman Paris, kini ikut buka suara. Katanya, ada banyak kejanggalan dalam legalitas sekolah ini. Lah, kalau yang menemukan kejanggalan aja pengacara, apalagi rakyat biasa? Bisa-bisa baru masuk kelas aja sudah bingung: “Ini sekolah resmi atau sekedar acara uji nyali TransTV?”
Eva Dwiana: The Killer Policy
Tak kalah seru, nama Wali Kota Eva Dwiana juga terseret. Warga sampai memberi julukan*“The Killer Policy” karena kebijakannya soal pendidikan bikin pusing tujuh keliling. Kalau ada rapat, mungkin kebijakannya bukan ditulis di notulen, tapi di papan Ouija.
Dialog Imajinatif di Gerbang Sekolah
Orang Tua Murid:
“Bu, ini sekolah resmi atau sekolah hantu?”
Petugas Sekolah:
“Tenang Bu, kami sudah berizin… dari dunia lain.”
Hotman Paris (dari jauh):
“Putriii, itu harus kita kawal! Jangan sampai anak-anak jadi sarjana ghaib!”
Satirnya
Indonesia memang kaya inovasi. Di daerah lain ada sekolah alam, sekolah internasional, sekolah karakter. Di Lampung? Ada sekolah hantu.
Kalau lulusannya jadi pejabat nanti, bisa-bisa ketika ditanya ijazah, jawabnya: “Ijazah saya ada, tapi hanya bisa dilihat malam Jumat.”
Pertanyaan rakyat:
Apakah sekolah ini akan ditutup demi hukum, atau justru dibiarkan terus sebagai bukti kreativitas Lampung mencetak generasi supranatural?
Kalau jawabannya yang kedua, siap-siap aja kurikulum baru keluar: “Kurikulum Merdeka Gaib 4.0.”***




















