Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Oktober 30, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Puluhan Ribu Petani Serbu Jakarta di Hari Tani Nasional 2025: Bongkar Gagalnya Reforma Agraria Selama 65 Tahun

Melda by Melda
September 22, 2025
in Nasional
Puluhan Ribu Petani Serbu Jakarta di Hari Tani Nasional 2025: Bongkar Gagalnya Reforma Agraria Selama 65 Tahun

INSIDE POLITIK– Ribuan petani dari berbagai penjuru Indonesia bersiap menggelar aksi besar-besaran pada peringatan Hari Tani Nasional, Selasa 24 September 2025. Sekitar 25 ribu petani turun ke jalan, 12 ribu di antaranya memusatkan aksinya di Jakarta dan sisanya di berbagai daerah, membawa tuntutan serius: pemerintah harus segera menuntaskan 24 masalah struktural agraria yang sudah puluhan tahun menghantui rakyat kecil.

Gelombang massa tani ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan akumulasi kemarahan dan kekecewaan yang mendalam. Pasalnya, setelah 65 tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 lahir, cita-cita reforma agraria sejati tak pernah benar-benar dijalankan. Pemerintah silih berganti, namun ketimpangan tanah justru makin lebar, sementara petani kian terjepit.

BACA JUGA

Politik Sensor Internet: Antara Perlindungan Publik dan Ancaman Kebebasan

Kebebasan Pers: Mengapa Terancam di Tengah Demokrasi?

Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, dalam konferensi pers di Jakarta pada 21 September 2025, menyatakan bahwa aksi ini akan membawa sembilan tuntutan perbaikan konkret atas 24 krisis agraria. “Reforma agraria hanya menjadi jargon kosong. Faktanya, dari masa ke masa, negara gagal melaksanakan mandat UUPA 1960. Kami bersama 139 organisasi tani dan nelayan akan turun untuk menagih janji itu,” ujarnya tegas.

Di Jakarta, ribuan petani dari Jawa Barat dan Banten yang tergabung dalam berbagai serikat tani seperti Serikat Petani Pasundan (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran), Serikat Petani Majalengka, Serikat Pekerja Tani Karawang, Paguyuban Petani Suryakencana Sukabumi, hingga Pergerakan Petani Banten, akan bergabung menuju Gedung DPR RI. Mereka tidak datang sendirian, melainkan bersama gerakan buruh, mahasiswa, hingga elemen masyarakat sipil lainnya.

Tidak hanya di ibu kota, aksi serentak juga akan berlangsung di Aceh Utara, Medan, Palembang, Jambi, Bandar Lampung, Semarang, Blitar, Jember, Makassar, Palu, Sikka, Kupang, hingga Manado. Semua membawa semangat yang sama: menolak ketidakadilan agraria dan menuntut redistribusi tanah yang nyata.

Abay Haetami, Ketua Pergerakan Petani Banten, mengungkapkan bahwa konflik di wilayahnya semakin marak. “Petani Banten kerap berhadapan dengan aparat militer yang atas nama ketahanan pangan merampas lahan rakyat. Pohon-pohon dan tanaman yang jadi sumber penghidupan dihancurkan, diganti dengan jagung yang bukan pilihan kami,” katanya. Ia juga menyinggung konflik di pesisir Ujung Kulon, di mana nelayan bahkan tak boleh berlindung di pulau ketika cuaca buruk, melainkan dituduh pencuri.

Suara generasi muda pun menggema. May Putri Evitasari dari Paguyuban Petani Aryo Blitar menegaskan bahwa dirinya ikut aksi sebagai bentuk solidaritas bagi perjuangan orang tuanya. “Kami kesulitan mengakses pendidikan layak, sementara tanah yang dulu menjadi sumber kehidupan sudah tak ada. Banyak generasi muda akhirnya terpaksa jadi TKW ke luar negeri. Ini bukan masa depan yang kami inginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Rangga Wijaya dari Serikat Pekerja Tani Karawang menyoroti hilangnya identitas Karawang sebagai lumbung padi nasional. “Kini tanah pertanian kami berubah jadi kawasan industri dan investasi. Petani tergusur, padahal lahan itu sumber kehidupan kami sejak lama,” tegasnya.

Situasi konflik agraria yang semakin keras juga disoroti Dhio Dhani Shineba, anggota Dewan Nasional KPA. Menurutnya, aparat keamanan kini semakin brutal menghadapi aksi petani. “Sudah 31 tahun KPA konsisten mengawal isu ini, tapi janji reforma agraria terus diingkari. Kami akan terus melawan demi hak petani,” ujarnya lantang.

KPA juga menyoroti kegagalan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang dibentuk era Jokowi. Alih-alih memberi solusi, lembaga ini justru dianggap hanya memboroskan anggaran tanpa menyelesaikan konflik. Data KPA menunjukkan selama 2015–2024 terjadi sedikitnya 3.234 konflik agraria, melibatkan lahan seluas 7,4 juta hektar, dan membuat 1,8 juta keluarga kehilangan tanah serta masa depan.

Ketimpangan tanah kian nyata. Satu persen kelompok elit di Indonesia menguasai 58 persen tanah dan sumber daya alam, sementara 99 persen penduduk harus berebut sisanya. Proyek-proyek investasi raksasa, seperti food estate, Proyek Strategis Nasional, kawasan ekonomi khusus, hingga militerisasi pangan, terus menggusur rakyat kecil dari kampung dan wilayah adat.

“Baik pemerintahan Jokowi maupun pemerintahan Prabowo saat ini sama-sama gagal menjalankan reforma agraria sesuai amanat UUPA 1960 dan Pasal 33 UUD 1945,” tegas Dewi Kartika.

Hari Tani Nasional 2025 ini menjadi penanda bahwa perjuangan belum selesai. Ribuan petani, nelayan, buruh tani, masyarakat adat, hingga generasi muda, bersatu menuntut hak atas tanah yang menjadi sumber kehidupan mereka. Jalan panjang reforma agraria masih gelap, namun suara rakyat kian nyaring menembus dinding kekuasaan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: DemoJakartaHariTaniNasional2025KrisisAgrariaPetaniBergerakReformaAgraria
Previous Post

Sekolah Siger: Belajar di Sekolah Hantu, Tamat Jadi Alumni Gaib”

Next Post

“PT LEB: Duit 214 Miliar yang Hilang di Meja Kejati”

Related Posts

Politik Sensor Internet: Antara Perlindungan Publik dan Ancaman Kebebasan
Nasional

Politik Sensor Internet: Antara Perlindungan Publik dan Ancaman Kebebasan

Oktober 28, 2026
Kebebasan Pers: Mengapa Terancam di Tengah Demokrasi?
Nasional

Kebebasan Pers: Mengapa Terancam di Tengah Demokrasi?

Oktober 27, 2026
Politik Kebebasan Pers: Penjaga Demokrasi atau Alat Kekuasaan?
Nasional

Politik Kebebasan Pers: Penjaga Demokrasi atau Alat Kekuasaan?

Oktober 26, 2026
Mengapa Kriminalisasi: Ketika Hukum Dipersepsikan Menekan Suara Publik
Nasional

Mengapa Kriminalisasi: Ketika Hukum Dipersepsikan Menekan Suara Publik

Oktober 25, 2026
Politik Demonstrasi: Mengapa Aksi Jalanan Masih Menjadi Pilihan Rakyat?
Nasional

Politik Demonstrasi: Mengapa Aksi Jalanan Masih Menjadi Pilihan Rakyat?

Oktober 24, 2026
Mengapa Rakyat Tolak: Memahami Suara Penolakan dalam Isu Kebijakan Publik
Nasional

Mengapa Rakyat Tolak: Memahami Suara Penolakan dalam Isu Kebijakan Publik

Oktober 23, 2026
Next Post
“PT LEB: Duit 214 Miliar yang Hilang di Meja Kejati”

“PT LEB: Duit 214 Miliar yang Hilang di Meja Kejati”

Lampung di Persimpangan Energi: SP3 PT LEB, Jalan Penyelamat PAD dan Masa Depan Migas Daerah?

Lampung di Persimpangan Energi: SP3 PT LEB, Jalan Penyelamat PAD dan Masa Depan Migas Daerah?

“Sekolah Siger: Belajar di Sekolah Hantu, Tamat Jadi Alumni Gaib”

“Sekolah Siger: Belajar di Sekolah Hantu, Tamat Jadi Alumni Gaib”

Pemprov Lampung Matangkan Penyusunan DPPT Ruas Jalan RE Martadinata dan Lempasing–Padang Cermin, Proyek Strategis Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Pemprov Lampung Matangkan Penyusunan DPPT Ruas Jalan RE Martadinata dan Lempasing–Padang Cermin, Proyek Strategis Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Perkotaan Tanggamus: ITERA Gelar Audiensi dan Kuliah Lapangan, Fokus pada Kota Agung, Gisting, dan Talang Padang

Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Perkotaan Tanggamus: ITERA Gelar Audiensi dan Kuliah Lapangan, Fokus pada Kota Agung, Gisting, dan Talang Padang

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Polda Lampung Petakan TPS Pilkada di Lampung yang Masuk Kategori Rawan

KPU Tubaba Temukan 8 Surat Suara Pilkada Rusak

November 7, 2024
Soal Ijazah Aries Sandi, Bawaslu Pesawaran Panggil KPU

Hasil Penelusuran KPU Pesawaran Terhadap Ijazah Cabup Aries Sandi: Sudah Sesuai

November 12, 2024
PPWI Gelar Seminar Nasional dan Rakernas, Rayakan HUT ke-18 dengan Tema “Ketahanan Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Digital”

PPWI Gelar Seminar Nasional dan Rakernas, Rayakan HUT ke-18 dengan Tema “Ketahanan Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Digital”

November 11, 2025
Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

Ada Politik Uang di Pilwakot Bekasi, MK Didesak Diskualifikasi Pemenang Pilkada

Januari 9, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Demi RAPBD 2027, Bupati Pringsewu Segera Tunjuk Pejabat di OPD Baru
  • PWI Pringsewu Siapkan Agenda Besar, HPN dan Porwanas 2027 Jadi Fokus Pembahasan
  • Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Ini Alasan di Baliknya
  • Teater Berbahasa Lampung hingga Tari Nyambai, Bulan Bagha Sekubal Unila Curi Perhatian
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In