Ngakak Politik
INSIDE POLITIK- Di Lampung, ada satu drama panjang yang lebih rumit dari sinetron 7 turunan: kasus PT LEB.
Katanya sih, perusahaan daerah ini bisa nyetor keuntungan sampai 214 miliar buat kas daerah. Tapi anehnya, alih-alih dijaga seperti bayi emas, malah diubek-ubek sama Kejati.
Dialog Imajinatif di Ruang Kejati
Kejati:
“Kami sedang mendalami kasus PT LEB demi keadilan.”
Rakyat Lampung:
“Pak, jangan didalami, nanti malah tenggelam. Cukup dijaga aja, itu aset lho!”
Kejati:
“Tapi kami menemukan hal-hal yang… hmm… mencurigakan.”
Ekonomi Lampung:
“Cukup curiga aja, jangan sampai bikin aku koma.”
Meme Bayangan
Meme 1: Foto sapi perah gemuk dengan tulisan: “PT LEB: sapi sehat, siap diperah.”
Lalu ada jaksa datang bawa blender.
Meme 2: Spanduk: “214 M itu untuk rakyat. Jangan sampai jadi 214 Mimpi.”
Publik mulai bertanya-tanya:
Apakah Kejati ini benar-benar mau menegakkan hukum atau justru sibuk cari alasan biar kasusnya bisa ujung-ujungnya SP3?
Kalau benar SP3, ya sama aja kayak bilang: “Udahlah, daripada ribut, mending kita akhiri di meja makan aja.”
Padahal, kalau PT LEB dikelola baik-baik, bisa jadi ATM daerah yang nyetor terus ke kas Lampung. Tapi kalau tiap tahun diutak-atik, bisa-bisa PT LEB ini tinggal nama — mirip kayak mantan yang cuma dikenang di status WhatsApp.
Pertanyaan rakyat sederhana:
Kejati mau jadi pahlawan penyelamat aset daerah atau justru jadi tukang gali lubang ekonomi Lampung?
Kalau pilihannya yang kedua, siap-siap aja 214 miliar itu berubah jadi 214 ribu untuk beli gorengan.




















