INSIDE POLITIK— Upaya mendorong ekonomi desa berbasis kreativitas lokal terus diperkuat di Kabupaten Pringsewu. Sabtu malam (3/1/2026), Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas secara resmi meluncurkan KREASI 16 di Lapangan Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo. Program ini dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi pemuda dan pelaku UMKM untuk menggerakkan ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan.
KREASI 16 merupakan singkatan dari Kreatif Ekonomi Aksi Sinergis 16 Desa. Konsepnya dikemas dalam bentuk pasar kuliner dan hiburan rakyat yang digelar rutin setiap akhir pekan. Seluruh sajian kuliner dan produk yang ditampilkan berasal dari 16 pekon se-Kecamatan Sukoharjo, mulai dari makanan khas desa hingga produk UMKM lokal lainnya.
Peluncuran ini mendapat perhatian besar dari masyarakat. Selain menjadi ajang promosi produk lokal, KREASI 16 juga diposisikan sebagai ruang ekspresi kreativitas anak muda desa yang ingin terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi di wilayahnya sendiri.
Dalam sambutannya, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyebut KREASI 16 sebagai wujud nyata semangat pemuda Sukoharjo dalam menjawab tantangan zaman. Ia menilai kreativitas, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci agar ekonomi desa mampu tumbuh di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan pasar.
“KREASI 16 sangat relevan sebagai wadah nyata untuk menyalurkan potensi, mengasah kreativitas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda dan masyarakat,” kata Riyanto.
Ia menjelaskan, aspek “kreatif” dalam KREASI 16 mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dari pemuda dan pelaku UMKM. Sementara sisi “ekonomi” diarahkan pada penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing pekon. Adapun konsep aksi sinergis dibangun melalui kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, UMKM, dan pemerintah daerah.
Menurut Riyanto, keberadaan 16 desa dalam KREASI 16 juga memiliki makna simbolik. Angka tersebut merepresentasikan kebersamaan, pemerataan kesempatan, dan kekuatan kolektif Kecamatan Sukoharjo dalam membangun ekonomi desa yang lebih hidup dan produktif.
Lebih lanjut, Bupati Pringsewu menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program-program positif seperti KREASI 16. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi terus berlanjut secara rutin dengan pengelolaan yang transparan dan pembinaan berkelanjutan.
Pemkab Pringsewu juga mendorong adanya kerja sama lintas sektor, mulai dari perangkat daerah terkait, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perbankan, hingga dunia usaha. Dengan ekosistem yang kuat, KREASI 16 diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk UMKM, baik dari sisi kemasan, daya saing, maupun pemasaran.
“Kita ingin KREASI 16 menjadi ikon ekonomi kreatif Kecamatan Sukoharjo, sekaligus contoh bagi kecamatan lain di Pringsewu,” ujar Riyanto.
Acara launching KREASI 16 turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto Pamungkas, Kepala Dinas Koperindag Sulistiyo Ningsih, Kepala Disporapar Ibnu Harjianto, Kepala Kesbangpol Catur Agus Dewanto, anggota DPRD Pringsewu Eka Nurmayanti, Ketua Karang Taruna, unsur kecamatan dan Uspika, para kepala pekon, serta pelaku UMKM dari 16 pekon se-Kecamatan Sukoharjo.
Ke depan, KREASI 16 diharapkan menjadi ruang partisipasi publik yang konsisten, mempertemukan kreativitas lokal dengan peluang ekonomi nyata, sekaligus memperkuat identitas desa di Kabupaten Pringsewu.***




















