INSIDE POLITIK– Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian lagi-lagi bikin para kepala daerah keringat dingin, bukan karena suhu ruangan, tapi karena sindiran yang menusuk tapi sopan:
“Banyak anggaran daerah habis bukan buat rakyat, tapi buat rapat.”
Kalimat itu langsung viral, membuat banyak pejabat daerah tiba-tiba jadi rajin buka dokumen APBD — bukan untuk memperbaiki, tapi untuk memastikan namanya tidak disebut Tito di televisi.
Dalam pidatonya, Tito mengungkap bahwa sebagian besar daerah masih boros anggaran, terutama untuk kegiatan yang “penting bagi foto, tapi tidak penting bagi pembangunan.”
Misalnya: studi banding tiga hari ke Bali dengan hasil laporan setebal dua halaman berisi kalimat sakti: “Kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses.”
“Katanya mau belajar inovasi, tapi yang dipelajari justru menu hotel,” sindir Tito, disambut tawa menahan malu dari para pejabat yang hadir.
Seorang kepala daerah yang tak mau disebut namanya membela diri,
“Bukan boros, Pak. Itu kan bagian dari silaturahmi lintas provinsi.”
Wartawan pun mencatat: silaturahmi dengan dana miliaran — mungkin ini bentuk persaudaraan premium edition.
Warga yang mendengar berita ini langsung bereaksi di warung kopi.
“Anggaran daerah tuh kayak minyak goreng, cepat habis tapi gak tahu kemana,” kata seorang bapak sambil ngaduk kopi sachet yang juga pakai anggaran pribadi.
Di media sosial, netizen juga tak kalah tajam.
Ada yang menulis:
> “Boros bukan karena banyak program, tapi karena tiap program ada acara seremonialnya.”
> Ada juga yang nyeletuk,
> “Anggaran habis buat spanduk, bukan buat rakyat.”
Sementara itu, sumber di Kemendagri mengatakan Tito kini sedang menyusun formula penghematan daerah.
Namun seorang pejabat senior berbisik, “Penghematan itu susah, Pak. Karena kalau acara sederhana, nanti dianggap gak prestise.”
Lucunya, begitu Tito menyindir soal pemborosan, beberapa daerah langsung merespons cepat — bukan dengan efisiensi, tapi dengan membuat rapat baru membahas efisiensi.
Rapatnya? Di hotel bintang empat.
Temanya? ‘Membangun Kesadaran Hidup Sederhana dengan Anggaran Memadai’.***



















