NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Perebutan kursi Ketua PPP kemarin bikin rakyat terhibur. Bayangkan, kursi partai ini cuma satu, tapi yang klaim kayak rebutan kursi arisan RT pas giliran nyanyi karaoke.
Kubu A muncul duluan, dengan gaya pede ala pengantin baru: “Ketua sah ya kami, semua berkas lengkap.”
Kubu B nggak mau kalah, langsung gelar konferensi pers dengan background lebih kinclong: “Eh, jangan ngaku-ngaku, yang sah justru kami. SK kami asli, bukan hasil fotokopi abang warnet.”
Publik pun teringat suasana hajatan kampung. Kursi plastik terbatas, tamu datang banyak, akhirnya rebutan. Bedanya, di hajatan masih bisa duduk di tikar. Di PPP, kalau kalah rebutan kursi, ya bisa-bisa duduk di kursi penonton politik lima tahun ke depan.
Seorang netizen nyeletuk, “PPP itu singkatan baru: Perebutan Perebutan Posisi.”
Yang lain menambahkan, “Lebih heboh dari rebutan kursi CPNS, lebih dramatis dari rebutan kursi kafe saat konser Coldplay.”
Sementara rakyat jelata? Ya biasa saja.
“Lha, siapa pun ketuanya, harga beras tetep naik. Mending saya rebut kursi di warteg sebelum diembat orang lain,” ujar seorang bapak sambil menyendok sayur lodeh.
Catatan Redaksi:
Kalau begini terus, PPP bisa bikin lomba resmi: ‘Rebut Kursi Nasional’. Pemenang dapat kursi ketua partai, yang kalah dapat kursi plastik merk napolly, biar tetap kebagian tempat duduk.***




















