Ngakak Politik
INSIDE POLITIK — Rapat kerja Komisi XI DPR yang biasanya tegang berubah jadi seperti acara roasting dadakan, setelah Menteri Keuangan, Purbaya, dengan santainya menyebut “Pertamina ini malas-malasan.”
Kalimat itu keluar saat membahas pembangunan kilang baru yang tak kunjung selesai.
“Katanya mau mandiri energi, tapi kilangnya belum juga berdiri. Ini gimana, masa negara disuruh nunggu kayak pesanan online pre-order?” ujar Purbaya, disambut tepuk meja dan tawa para anggota dewan yang entah setuju atau sekadar senang ada hiburan di tengah rapat panjang.
Purbaya tampak serius, tapi juga seperti komedian politik yang sedang latihan punchline.
Ia menegaskan kalau Pertamina tidak segera bergerak, maka direksi bisa “diganti semua.”
Langkah tegas atau ancaman akting? Waktu yang akan menjawab — atau mungkin timeline proyek yang tak pernah bergerak.
Sementara itu, sumber anonim di lingkungan Pertamina membantah tudingan itu.
“Bukan malas, Pak. Kami cuma terlalu rajin rapat, jadi belum sempat kerja,” katanya sambil menatap peta proyek kilang yang penuh coretan revisi dari revisi.
Rakyat yang mendengar kabar ini pun hanya bisa tersenyum getir.
“Kalau Pertamina malas, ya wajar. Mungkin mereka nunggu BBM naik dulu biar semangat kerja datang lagi,” kata warga di warung kopi, sambil menyengir dan menambahkan gula ke kopinya — karena pahitnya harga BBM belum juga turun.
Di media sosial, netizen langsung heboh. Ada yang bilang Purbaya berani, ada yang bilang ini cuma pencitraan gaya baru: “Marah tapi lucu, tegas tapi menghibur.”
Seorang pengguna X (Twitter) bahkan menulis, “Kalau Pertamina malas, berarti bensin yang ngantri di SPBU itu rajin banget dong?”
Sampai berita ini ditulis, Pertamina belum mengeluarkan tanggapan resmi.
Mungkin masih tidur siang.
Atau sedang menghitung berapa kali kata “malas” disebut Purbaya dalam satu rapat.
Yang jelas, dari semua yang terjadi, publik belajar satu hal penting:
Ternyata, dalam rapat pemerintahan pun, humor bisa menjadi energi terbarukan.(RIF)




















