INSIDE POLITIK- Di antara ribut-ribut politik yang bikin rakyat garuk-garuk kepala, ada satu momen ngakak politik yang layak masuk museum keanehan demokrasi. Ceritanya, saat pendaftaran calon wakil presiden ke KPU, ijazah Gibran Rakabuming Raka bikin geger.
Bukan karena palsu, bukan juga karena kebanyakan gelar. Tapi karena… di formulir KPU tertulis “Ijazah terakhir: Ijazah Terakhir.”
Jadi jelas sekali, ijazahnya bukan SMA, bukan S2, apalagi S3, tapi “Ijazah Terakhir” itu sendiri. Sebuah gelar yang belum pernah diakui dalam sejarah pendidikan nasional.
Dialog Imajinatif di KPU
Petugas KPU:
“Mas, ini ijazah terakhirnya mana ya?”
Tim Gibran:
“Itu sudah ditulis kok, Pak. Ijazah terakhir ya… ijazah terakhir.”
Petugas KPU:
“Loh? Maksudnya gimana?”
Tim Gibran:
“Ya nggak ada yang lebih terakhir dari terakhir. Jadi ya itu jawabannya.”
Petugas KPU:
menatap kosong sambil mikir mau resign
Meme Politik Bayangan
Meme 1: Foto kotak ijazah kosong dengan tulisan besar: “Ijazah Terakhir — Limited Edition, hanya ada satu di dunia.”
Meme 2: Editan KTP Gibran, kolom pendidikan: “Sekolah Kehidupan (S.Kehidupan).”
Satirnya
Sementara kandidat lain sibuk pamer gelar profesor sampai doktor ekonomi syariah internasional, Gibran justru tampil sederhana. Gelarnya cuma satu: Ijazah Terakhir.
Saking “minimalisnya”, netizen sampai bikin teori konspirasi: jangan-jangan inilah ijazah paling jujur sepanjang sejarah politik negeri ini.
Kalau dipikir-pikir, rakyat mungkin lebih percaya sama orang yang mengaku “ijazah terakhir” daripada yang gelarnya segunung tapi hasilnya rakyat tetap makan mie instan pake nasi.
Jadi, kalau ada yang nanya, apa sebenarnya pendidikan terakhir Gibran?
Jawabannya simpel: Pendidikan terakhir adalah ketika berhasil duduk di kursi Wapres tanpa harus jelasin detail ijazahnya.
Karena toh, di republik ini, kadang yang paling penting bukan apa gelarnya, tapi siapa bapaknya.***




















