Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Oktober 30, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Satire Politik dalam Puisi “Program Masuk Surga” Karya Muhammad Alfariezie

Melda by Melda
Maret 27, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Satire Politik dalam Puisi “Program Masuk Surga” Karya Muhammad Alfariezie

INSIDE POLITIK- Puisi “Program Masuk Surga” karya Muhammad Alfariezie menghadirkan kritik sosial-politik yang tajam melalui permainan absurditas dan ironi.

Secara tematik, puisi ini jelas menyoroti jurang antara janji kebijakan yang “tinggi” dengan realitas masyarakat yang justru tak tersentuh manfaatnya.

BACA JUGA

Demi RAPBD 2027, Bupati Pringsewu Segera Tunjuk Pejabat di OPD Baru

PWI Pringsewu Siapkan Agenda Besar, HPN dan Porwanas 2027 Jadi Fokus Pembahasan

Program Masuk Surga

Kebijakan Garuda berisi program-
program jauh di atas awan yang
musykil kita sentuh

Jangankan seujung kuku, melihat
saja sudah lebih dari masuk surga
maka neraka percaya Garuda
akan memijak tanah halaman kita

Hapus! Lebih bagus menusuk tikus
dengan wacana semut dan kita akan
berkoloni di area semangka

Tidak seperti sekarang hanya gerah
meratap hujan

2026

Sejak bait awal, frasa “program-program jauh di atas awan” menjadi metafora yang kuat. “Garuda” di sini bisa dibaca sebagai simbol negara, kekuasaan, atau elite pemerintahan—sesuatu yang megah, tetapi terlampau tinggi untuk dijangkau rakyat.

Selain itu, Garuda merupakan hewan yang sejauh ini hanya menjadi khayalan.

Imaji “awan” mempertegas jarak itu: kebijakan bukan hanya sulit diakses, tapi hampir mustahil disentuh. Bahkan, penyair menyindir bahwa “melihat saja sudah lebih dari masuk surga”—sebuah hiperbola yang menyiratkan betapa tidak realistisnya janji tersebut.

Kontras tajam muncul pada larik “maka neraka percaya Garuda akan memijak tanah halaman kita”. Ini ironi yang cerdas: “neraka” (simbol penderitaan rakyat) justru “percaya” pada sesuatu yang tidak pernah benar-benar hadir.

Ada semacam kritik terhadap kepercayaan publik yang terus dipelihara, meski berulang kali dikhianati.
Masuk ke bagian tengah, puisi ini menjadi semakin absurd dengan diksi seperti “menusuk tikus dengan wacana semut” dan “berkoloni di area semangka”. Ini bukan sekadar permainan bahasa, melainkan bentuk satire.

Tikus sering diasosiasikan dengan masalah besar (korupsi, misalnya), sementara “semut” adalah hal kecil dan remeh—artinya, masalah besar ditangani dengan cara yang tidak relevan.

Sementara “area semangka” memberi kesan utopis sekaligus konyol, seolah solusi yang ditawarkan justru membawa masyarakat ke ruang yang tidak masuk akal.

Penutup puisi “Tidak seperti sekarang hanya gerah meratap hujan” memperlihatkan kondisi stagnan: rakyat tidak hanya menderita, tetapi juga terjebak dalam siklus keluhan tanpa perubahan nyata.

“Gerah” dan “hujan” adalah dua kondisi yang bertolak belakang, namun disatukan—menandakan kekacauan situasi sosial yang tidak logis.

Secara keseluruhan, kekuatan puisi ini terletak pada:
• Gaya bahasa satir dan absurd yang mengingatkan pada tradisi kritik sosial modern
• Metafora simbolik (Garuda, surga, neraka) yang mengandung lapisan makna politik
• Imaji paradoksal yang menggambarkan realitas yang kacau dan tidak sinkron

Namun, justru karena tingkat absurditasnya tinggi, puisi ini menuntut pembaca untuk aktif menafsirkan. Bagi pembaca awam, beberapa bagian mungkin terasa “liar” atau sulit dipahami, tetapi di situlah letak daya gugatnya—ia tidak memberi makna secara langsung, melainkan memancing kesadaran.

Singkatnya, karya ini adalah bentuk protes puitik terhadap utopia kebijakan—janji “surga” yang dijual kepada publik, tetapi tak pernah benar-benar turun ke “tanah halaman” rakyat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: analisis puisi indonesiakritik sosial puisimakna puisiMuhammad Alfarieziepuisi modern indonesiapuisi program masuk surgaSatire Politik
Previous Post

RKPD 2027, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi dan Peningkatan SDM di Lampung Utara

Next Post

Mengapa TikTok

Related Posts

Demi RAPBD 2027, Bupati Pringsewu Segera Tunjuk Pejabat di OPD Baru
Daerah

Demi RAPBD 2027, Bupati Pringsewu Segera Tunjuk Pejabat di OPD Baru

Oktober 30, 2026
PWI Pringsewu Siapkan Agenda Besar, HPN dan Porwanas 2027 Jadi Fokus Pembahasan
Daerah

PWI Pringsewu Siapkan Agenda Besar, HPN dan Porwanas 2027 Jadi Fokus Pembahasan

Oktober 30, 2026
Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Ini Alasan di Baliknya
Bandar Lampung

Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Ini Alasan di Baliknya

Oktober 30, 2026
Teater Berbahasa Lampung hingga Tari Nyambai, Bulan Bagha Sekubal Unila Curi Perhatian
Bandar Lampung

Teater Berbahasa Lampung hingga Tari Nyambai, Bulan Bagha Sekubal Unila Curi Perhatian

Oktober 29, 2026
Mau Urus Peralihan Hak Tanah? ATR/BPN Targetkan Layanan PERINTIS Selesai dalam 10 Hari
Daerah

Mau Urus Peralihan Hak Tanah? ATR/BPN Targetkan Layanan PERINTIS Selesai dalam 10 Hari

Oktober 29, 2026
Polda Lampung Gencarkan Razia Narkoba di THM, Dua Orang Diamankan di Kawasan PJR Panjang
Daerah

Polda Lampung Gencarkan Razia Narkoba di THM, Dua Orang Diamankan di Kawasan PJR Panjang

Oktober 29, 2026
Next Post
Mengapa TikTok

Mengapa TikTok

APBD Bandar Lampung Dipertanyakan, APH Diminta Perketat Pengawasan

APBD Bandar Lampung Dipertanyakan, APH Diminta Perketat Pengawasan

Konflik Gajah Puluhan Tahun, Ela: Masyarakat Harus Ikut Sejahtera

Konflik Gajah Puluhan Tahun, Ela: Masyarakat Harus Ikut Sejahtera

H+4 Lebaran 2026: Total Penumpang Menurun, Truk dan Bus Jadi Andalan

H+4 Lebaran 2026: Total Penumpang Menurun, Truk dan Bus Jadi Andalan

1,5 Tahun Beroperasi, Tambang Emas Ilegal Way Kanan Baru Terungkap

1,5 Tahun Beroperasi, Tambang Emas Ilegal Way Kanan Baru Terungkap

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Bupati Riyanto Tinjau Budidaya Melon Hidroponik di Sukoharjo I

Bupati Riyanto Tinjau Budidaya Melon Hidroponik di Sukoharjo I

Desember 18, 2025
Skandal Rp195,9 Miliar di DPRD Riau: Tiket Fiktif, Artis, dan Jejak Korupsi Berjemaah

Skandal Rp195,9 Miliar di DPRD Riau: Tiket Fiktif, Artis, dan Jejak Korupsi Berjemaah

Juni 11, 2025
DPR Dukung Guru Supriyani untuk Lawan Kesewenangan Oknum Polisi

DPR Dukung Guru Supriyani untuk Lawan Kesewenangan Oknum Polisi

Oktober 25, 2024
Mundur di Pilwakot Semarang untuk Maju lagi di Kendal, Pendaftaran Dico Ditolak KPU Kendal

Mundur di Pilwakot Semarang untuk Maju lagi di Kendal, Pendaftaran Dico Ditolak KPU Kendal

Agustus 30, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Demi RAPBD 2027, Bupati Pringsewu Segera Tunjuk Pejabat di OPD Baru
  • PWI Pringsewu Siapkan Agenda Besar, HPN dan Porwanas 2027 Jadi Fokus Pembahasan
  • Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Ini Alasan di Baliknya
  • Teater Berbahasa Lampung hingga Tari Nyambai, Bulan Bagha Sekubal Unila Curi Perhatian
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In