INSIDE POLITK- Golkar Lampung Selatan menggelar tasyakuran akbar yang dihadiri ratusan warga, tokoh adat, pemuka agama, dan kader partai untuk menyambut penetapan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar H. M. Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Acara berlangsung pada Kamis malam (13/11/2025) di halaman aula Kantor DPD Partai Golkar Lampung Selatan dan menjadi salah satu agenda terbesar partai di wilayah tersebut pada pekan peringatan Hari Pahlawan 2025.
Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 menimbulkan gelombang apresiasi dari masyarakat dan kader Golkar di seluruh Indonesia. Di Lampung Selatan, antusiasme terlihat sejak sore hari, ketika warga mulai berdatangan ke lokasi acara. Spanduk bertuliskan apresiasi terhadap sosok Soeharto sebagai Bapak Pembangunan tampak menghiasi area acara.
Deretan tokoh penting turut hadir, menambah khidmatnya rangkaian kegiatan. Hadir anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Sutanto, Plt. Ketua DPD Golkar Lampung Selatan Tony Eka Candra, Sekretaris DPD Golkar Lampung Selatan Saiful Azumar, serta jajaran Fraksi Golkar DPRD Lampung Selatan. Kehadiran para pemuka adat seperti Pangeran Punyimbang Agung Sai Batin Marga Rajabasa David Marison, Pangeran Tihang Marga Sai Batin Legun Azhar Marzuki, serta tokoh-tokoh Sai Batin lainnya memberikan warna tersendiri, menunjukkan bahwa penghormatan terhadap Soeharto juga diakui oleh masyarakat adat setempat.
Dua organisasi keagamaan terbesar di Lampung Selatan, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, juga hadir melalui Ketua PC NU KH. Abdul Haris dan Ketua PD Muhammadiyah Drs. H. Nasrul Sani. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa acara tasyakuran ini tidak hanya bersifat politis, tetapi juga sebagai momentum kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Tony Eka Candra menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Ia menyebut bahwa keputusan negara ini mengembalikan ingatan masyarakat tentang dedikasi Soeharto dalam membangun pondasi pembangunan nasional. Menurut Tony, Soeharto bukan sekadar sosok dalam sejarah, melainkan tokoh yang telah memberikan arah bagi kemajuan bangsa selama lebih dari tiga dekade kepemimpinannya.
Tony juga menekankan pentingnya meneladani keteguhan dan komitmen Soeharto. Ia mengajak seluruh kader Golkar untuk melanjutkan perjuangan dan bekerja nyata sesuai semangat pembangunan yang selama ini menjadi ciri khas Golkar. Menurutnya, tanggung jawab moral dan politik ini harus terus dijaga agar Golkar tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Agus Sutanto dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto adalah keputusan monumental yang menegaskan kesinambungan sejarah pembangunan Indonesia. Ia menilai bahwa stabilitas ekonomi dan politik yang dijaga Soeharto selama masa kepemimpinannya adalah kontribusi besar yang patut dikenang dan dipelajari oleh generasi muda.
Sementara itu, Saiful Azumar menggarisbawahi bahwa tasyakuran ini adalah momen refleksi bagi seluruh kader. Ia berharap semangat yang diwariskan Soeharto dapat memotivasi kader Golkar Lampung Selatan untuk terus melakukan kerja-kerja nyata di masyarakat, terutama dalam bidang sosial, pembangunan desa, dan pelayanan publik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan tausiyah dari para ulama, yang menekankan pentingnya terus menjaga semangat persatuan, meneladani perjuangan para pahlawan, dan memperkuat nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Warga terlihat antusias mengikuti doa bersama yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan.
Acara tasyakuran ini bukan hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok Soeharto, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi kader Golkar dan masyarakat Lampung Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan serupa digelar oleh struktur Partai Golkar di berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud syukur dan penghormatan atas ditetapkannya Jenderal Besar H. M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.***




















