INSIDE POLITIK — Provinsi Lampung menerima alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp919 miliar dalam program Akad Massal KUR yang digelar serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia, Selasa (21/10/2025). Acara ini diikuti oleh 800.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara nasional melalui virtual meeting dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela hadir langsung di Aula Mahan Agung, Bandarlampung, menyaksikan penyaluran KUR untuk 15.381 debitur UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Lampung. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM, memperkuat struktur usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Acara akad massal KUR berlangsung hybrid, dengan pusat kegiatan di Surabaya dan terhubung secara virtual ke setiap provinsi. Selain Wagub Jihan, hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta jajaran OPD terkait. Perwakilan lembaga keuangan penyalur KUR juga hadir untuk memastikan proses akad berjalan lancar.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan, program KUR massal ini menekankan pergeseran dari pembiayaan konsumtif ke produktif yang mampu mendorong ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat basis ekonomi nasional. Dari total 3,7 juta debitur KUR, program ini telah menciptakan 6–9 juta lapangan kerja baru di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa tahun depan target 62% alokasi KUR akan difokuskan pada sektor produksi, serta mendorong transformasi UMKM dari sektor informal ke formal melalui perlindungan sosial, asuransi, dan layanan kesehatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelaku UMKM merupakan pahlawan ekonomi bangsa. Program KUR menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif ke seluruh daerah, termasuk luar Pulau Jawa, dan memperkuat sektor padat karya seperti industri tekstil, sepatu, kulit, dan pertanian rakyat. Selain itu, pemerintah meluncurkan program Kredit Perumahan Rakyat senilai Rp130 triliun untuk membangun 320 ribu unit rumah, sekaligus melibatkan kontraktor lokal UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, penyerahan KUR secara simbolis dilakukan kepada empat debitur Lampung: Thian Saputra (bengkel dan sparepart motor, Rp20 juta), Dian Ratnasari (furniture, Rp50 juta), Rahmat Hidayat (bengkel las, Rp50 juta), dan Muhammad Suharto (warung sembako, Rp70 juta). Prosesi penandatanganan dilakukan langsung di Aula Mahan Agung, disaksikan Wagub Jihan bersama Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf.
Program KUR massal ini tidak hanya memberikan suntikan modal bagi UMKM, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal, meningkatkan kapasitas usaha, dan membangun ketahanan ekonomi di Lampung. Wagub Jihan menekankan bahwa dukungan pembiayaan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk pengembangan usaha, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan daya saing produk lokal.
Dengan tersalurnya Rp919 miliar bagi UMKM di Lampung, pemerintah daerah berharap program ini akan mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.***




















