Senin, April 20, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, April 20, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Jalan Edeilweis dan Etika Perjalanan Menuju Kebenaran

Melda by Melda
Desember 30, 2025
in Bandar Lampung, Daerah
Puisi Romantis Kontemplatif Muhammad Alfariezie, Pengalaman Personal yang Universal

INSIDE POLITIK- Puisi Jalan Edeilweis karya Muhammad Alfariezie menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan manusia dalam mencari makna dan kebenaran, dengan menggunakan metafora jalan sebagai pusat tafsir. Melalui larik-larik ringkas namun padat makna, penyair tidak hanya berbicara tentang perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan intelektual, moral, dan eksistensial yang sarat risiko serta ketidakpastian.

Sejak baris pembuka, “Pelan-pelan kita jalan hingga sampai”, pembaca langsung diajak memasuki suasana perjalanan kolektif. Subjek “kita” menegaskan bahwa pengalaman ini bersifat bersama, bukan individual. Namun kata “sampai” segera dipertanyakan maknanya karena disusul oleh kemungkinan ekstrem: “Di sana, bisa mati”. Di titik ini, tujuan tidak lagi romantis, melainkan ambigu—antara harapan dan kehancuran.

BACA JUGA

Kontroversi Bantaran Sungai, Eva Dwiana Didesak Tegas ke Perusahaan Besar

Ujian Kitab Klasik hingga Santunan Yatim, Ponpes Sabilul Muhtadin Perkuat Nilai Keislaman

Gunung dan danau yang digambarkan “berlimpah sumber daya” berfungsi sebagai simbol tujuan besar: pengetahuan, kebenaran, atau kesejahteraan. Namun kekayaan itu tidak hadir tanpa konsekuensi. Jalan menuju ke sana dipenuhi belukar dan edeilweis, bunga yang lazim dimaknai sebagai lambang keabadian. Di tangan Alfariezie, edeilweis tidak berdiri sebagai simbol keindahan semata, melainkan sebagai penanda bahwa sesuatu yang bernilai tinggi justru tumbuh di medan yang sulit dan berbahaya.

Puisi ini juga mengandung kritik tajam terhadap cara manusia memahami realitas melalui abstraksi. Larik “dalam peta, hanya sebatas simbol dan logika” menyiratkan jarak antara representasi dan kenyataan. Peta, dalam konteks ini, dapat dibaca sebagai metafora kebijakan, teori, atau wacana resmi yang sering kali menyederhanakan kompleksitas lapangan. Sungai yang “mudah banjir atau mengering” menjadi contoh konkret bagaimana realitas selalu lebih liar dibandingkan perhitungan di atas kertas.

Menariknya, penyair secara eksplisit menyebut profesi “jurnalis dan peneliti / atau polisi”. Ini bukan sekadar ilustrasi, melainkan penegasan etika praksis: mereka yang bekerja di wilayah fakta dituntut untuk “pergi ke sana”, menghadapi risiko, dan “mengungkap skeptis”. Kebenaran tidak dicapai dengan keyakinan buta, tetapi dengan keberanian merawat keraguan dan membongkar klaim-klaim yang mapan.

Pada bagian akhir, puisi ini menegaskan keterbatasan bahasa dan pengetahuan manusia. Diskursus yang terus “bicara bayang” menunjukkan kecenderungan manusia berputar pada simbol dan tafsir, sementara “ajal terlalu liar untuk diterjemah” menjadi pengakuan jujur bahwa ada batas mutlak yang tak bisa ditundukkan oleh logika maupun bahasa.

Secara keseluruhan, Jalan Edeilweis adalah puisi reflektif yang mengajak pembaca untuk bersikap rendah hati terhadap pengetahuan, berani menghadapi ketidakpastian, dan menolak kenyamanan berpikir dari kejauhan. Puisi ini tidak menawarkan kesimpulan final, melainkan sebuah etika perjalanan: bahwa kebenaran menuntut langkah nyata, risiko, dan kesiapan untuk tersesat di jalan yang tidak pernah sepenuhnya pasti.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: analisis puisiJalan EdeilweisKritik SosialMetafora PerjalananMuhammad AlfarieziePuisi IndonesiaSastra Kontemporer
Previous Post

Guru Kecewa, Layanan Aktivasi PIP di BNI Bandar Lampung Dikritik

Next Post

Arus Balik Akhir Tahun, Bus dan Logistik Padati Bakauheni

Related Posts

Kontroversi Bantaran Sungai, Eva Dwiana Didesak Tegas ke Perusahaan Besar
Bandar Lampung

Kontroversi Bantaran Sungai, Eva Dwiana Didesak Tegas ke Perusahaan Besar

April 20, 2026
Ujian Kitab Klasik hingga Santunan Yatim, Ponpes Sabilul Muhtadin Perkuat Nilai Keislaman
Bandar Lampung

Ujian Kitab Klasik hingga Santunan Yatim, Ponpes Sabilul Muhtadin Perkuat Nilai Keislaman

April 20, 2026
Sorotan Etika DPRD Bandar Lampung, Momen Merokok di Ruang Sidang Tuai Kritik Publik
Bandar Lampung

Sorotan Etika DPRD Bandar Lampung, Momen Merokok di Ruang Sidang Tuai Kritik Publik

April 19, 2026
Ketua Pansus DPRD Ungkap OPD Batasi Akses Informasi LHP BPK
Bandar Lampung

Ketua Pansus DPRD Ungkap OPD Batasi Akses Informasi LHP BPK

April 19, 2026
“Jangan Ngeluh” di Tengah Banjir, Ucapan Wali Kota Picu Kritik Publik
Bandar Lampung

“Jangan Ngeluh” di Tengah Banjir, Ucapan Wali Kota Picu Kritik Publik

April 19, 2026
Retreat Nasional di Akmil, Ketua DPRD Lamsel Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif
Daerah

Retreat Nasional di Akmil, Ketua DPRD Lamsel Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

April 19, 2026
Next Post
Arus Balik Akhir Tahun, Bus dan Logistik Padati Bakauheni

Arus Balik Akhir Tahun, Bus dan Logistik Padati Bakauheni

Pemprov Lampung Luncurkan SI AWAS, Perkuat Pengawasan Pemerintahan Digital

Pemprov Lampung Luncurkan SI AWAS, Perkuat Pengawasan Pemerintahan Digital

Wagub Lampung Tinjau Cek Kesehatan Gratis, Dorong Kesejahteraan Pekerja Farmasi

Wagub Lampung Tinjau Cek Kesehatan Gratis, Dorong Kesejahteraan Pekerja Farmasi

Pemprov Lampung Dukung Penuh Program PW Fatayat NU Lampung

Pemprov Lampung Dukung Penuh Program PW Fatayat NU Lampung

Pemprov Lampung Tegas Tutup 20 Tambang Ilegal Demi Kelestarian Lingkungan

Pemprov Lampung Tegas Tutup 20 Tambang Ilegal Demi Kelestarian Lingkungan

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Sekdaprov Marindo Pimpin Evaluasi Sekolah Rakyat Bersama BPKP

Sekdaprov Marindo Pimpin Evaluasi Sekolah Rakyat Bersama BPKP

Februari 6, 2026
Mendagri Sebut Tenaga Honorer di Daerah Jadi Bancakan Tim Sukses Kepala Daerah

Kemendagri Ganti 2 Pj Kepala Daerah karena Tak Netral di Pilkada

November 21, 2024
Daftar ke KPU Sumut, Bobby Janji 3 Tahun Beri Akses Layanan Kesehatan

Bobby Sindir Banyak Jalan Rusak di Sumut

September 24, 2024
Pendaftaran Ditutup, KPU Lampura Pastikan Dua Pasang Cakada Maju Pilkada Lampura

KPU Lampung Tegaskan Soal Pembatasan Dana Kampanye dari Sumbangan Perseorangan dan Swasta

September 30, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Kontroversi Bantaran Sungai, Eva Dwiana Didesak Tegas ke Perusahaan Besar
  • Ujian Kitab Klasik hingga Santunan Yatim, Ponpes Sabilul Muhtadin Perkuat Nilai Keislaman
  • Sorotan Etika DPRD Bandar Lampung, Momen Merokok di Ruang Sidang Tuai Kritik Publik
  • Ketua Pansus DPRD Ungkap OPD Batasi Akses Informasi LHP BPK

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In