Selasa, April 21, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Parlemen

Mengapa Parlemen Kehilangan Taji

Melda by Melda
Februari 6, 2026
in Parlemen
Mengapa Parlemen Kehilangan Taji

 

INSIDE POLITIK-Parlemen idealnya menjadi suara rakyat dan penyeimbang kekuasaan eksekutif. Di sanalah kebijakan diuji, anggaran diawasi, dan kepentingan publik diperjuangkan. Namun, dalam praktik sehari-hari, parlemen kerap dipersepsikan kehilangan taji.

BACA JUGA

Mengapa Calon Independen Sulit Menang

Politik Utang Negara yang Disembunyikan

Kritik ini bukan sekadar soal politik, melainkan juga soal hukum tata negara. Ketika fungsi pengawasan melemah, dampaknya terasa langsung bagi masyarakat, mulai dari kebijakan publik yang minim kontrol hingga menurunnya kepercayaan terhadap demokrasi.

Fungsi Parlemen dalam Sistem Hukum

Dalam kerangka hukum, parlemen memiliki tiga fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi ini dirancang sebagai mekanisme checks and balanced  dalam negara hukum.

Secara normatif, fungsi tersebut memberi parlemen posisi kuat. Namun, kekuatan di atas kertas tidak selalu berbanding lurus dengan praktik politik di lapangan.

Legislasi yang Kurang Responsif

Fungsi legislasi sering dipersepsikan elitis. Banyak undang-undang disusun dengan partisipasi publik yang terbatas.

Akibatnya, produk hukum kerap jauh dari kebutuhan masyarakat. Parlemen terlihat aktif secara formal, tetapi kurang menggigit secara substantif.

Koalisi Politik dan Daya Kritis yang Melemah

Salah satu faktor utama hilangnya taji parlemen adalah dominasi koalisi besar. Ketika mayoritas partai berada dalam satu barisan kekuasaan, ruang kritik menyempit.

Dalam kondisi ini, fungsi pengawasan sering berubah menjadi formalitas. Rapat digelar, tetapi substansi pengawasan tidak benar-benar tajam.

Disiplin Partai vs Tanggung Jawab Publik

Anggota parlemen terikat pada garis partai. Dalam banyak kasus, kepentingan partai lebih diutamakan dibanding aspirasi konstituen.

Dari perspektif hukum demokrasi, kondisi ini menimbulkan dilema. Wakil rakyat secara hukum mewakili rakyat, tetapi secara politik tunduk pada partai.

Pengawasan yang Bersifat Seremonial

Pengawasan parlemen seharusnya menjadi alat kontrol kebijakan pemerintah. Namun, pengawasan sering berhenti pada kritik lisan tanpa tindak lanjut.

Hak interpelasi, angket, dan menyatakan pendapat jarang digunakan secara maksimal. Padahal, instrumen ini merupakan senjata hukum parlemen.

Wilayah Abu-Abu Akuntabilitas

Secara hukum, parlemen memiliki kewenangan luas. Namun, secara praktik, penggunaan kewenangan tersebut dibatasi oleh kompromi politik.

Wilayah abu-abu inilah yang membuat parlemen tampak tumpul. Tidak ada pelanggaran hukum, tetapi fungsi pengawasan kehilangan daya tekan.

Dampak bagi Tata Kelola Negara

Ketika parlemen kehilangan taji, kebijakan publik berisiko berjalan tanpa kontrol memadai. Pemerintah menjadi aktor dominan dengan sedikit koreksi.

Bagi masyarakat, dampaknya terasa dalam kualitas layanan publik dan kebijakan yang kurang berpihak. Negara hukum kehilangan salah satu pilar pentingnya.

Human Interest: Wakil Rakyat dan Jarak Emosional

Banyak warga merasa jauh dari parlemen. Aspirasi yang disampaikan saat kampanye sering tidak terdengar lagi setelah pemilu usai.

Jarak emosional ini memperkuat kesan bahwa parlemen tidak lagi menjadi ruang perjuangan rakyat. Kepercayaan publik pun perlahan menurun.

Partisipasi Publik yang Melemah

Ketika parlemen tidak responsif, masyarakat menjadi apatis. Kritik dianggap sia-sia karena tidak berdampak pada kebijakan.

Padahal, partisipasi publik adalah ruh demokrasi. Tanpa parlemen yang kuat, suara publik kehilangan saluran efektif.

Apakah Ini Masalah Hukum atau Politik?

Secara normatif, kerangka hukum parlemen sudah cukup kuat. Masalah utamanya terletak pada praktik politik dan budaya kekuasaan.

Hukum memberikan alat, tetapi tidak menjamin keberanian menggunakan alat tersebut. Di sinilah etika jabatan dan integritas personal berperan penting.

Peran Reformasi dan Kesadaran Publik

Reformasi parlemen tidak selalu berarti perubahan undang-undang. Penguatan etika, transparansi, dan akuntabilitas justru lebih mendesak.

Kesadaran publik juga menjadi faktor penentu. Parlemen yang diawasi ketat oleh warga cenderung lebih berhati-hati dan responsif.

Insight Praktis bagi Pembaca

Pertama, pahami bahwa parlemen memiliki kewenangan hukum yang besar. Ketika fungsi itu tidak berjalan, kritik publik menjadi penting.

Kedua, awasi kinerja wakil rakyat secara konkret, bukan hanya melalui pidato politik. Rekam jejak legislasi dan pengawasan adalah indikator utama.

Ketiga, gunakan ruang partisipasi yang tersedia, baik melalui media, forum publik, maupun pemilu. Parlemen yang bertaji lahir dari warga yang peduli dan kritis.***

Source: Tendri
Tags: demokrasifungsi DPRhukum tata negarailustrasi editorialparlemenpengawasan kekuasaanwakil rakyat
Previous Post

Dari Mimbar ke Dapur: Kisah Relawan dan Angka dalam Program Gizi Nasional

Next Post

Disdikbud Lampung Perkenalkan Sekolah Terbuka untuk Pendidikan Fleksibel

Related Posts

Mengapa Calon Independen Sulit Menang
Parlemen

Mengapa Calon Independen Sulit Menang

Februari 28, 2026
Parlemen

Politik Utang Negara yang Disembunyikan

Februari 27, 2026
Mengapa Presiden Disandera Koalisi
Parlemen

Mengapa Presiden Disandera Koalisi

Februari 26, 2026
Mengapa Rakyat Mudah Lupa Skandal
Parlemen

Mengapa Rakyat Mudah Lupa Skandal

Februari 26, 2026
Politik TNI di Ruang Sipil
Parlemen

Politik TNI di Ruang Sipil

Februari 25, 2026
Politik Panggung dan Drama Televisi
Parlemen

Politik Panggung dan Drama Televisi

Februari 25, 2026
Next Post
Disdikbud Lampung Perkenalkan Sekolah Terbuka untuk Pendidikan Fleksibel

Disdikbud Lampung Perkenalkan Sekolah Terbuka untuk Pendidikan Fleksibel

Sekdaprov Lepas Keberangkatan Wartawan Lampung ke Hari Pers Nasional

Sekdaprov Lepas Keberangkatan Wartawan Lampung ke Hari Pers Nasional

Jalan Rusak di Mana-Mana, Warga Bandar Lampung Rindu Era Herman HN

Jalan Rusak di Mana-Mana, Warga Bandar Lampung Rindu Era Herman HN

Enam Bulan Sekolah Tanpa NISN, Nasib Siswa SMA Siger Masih Menggantung

Enam Bulan Sekolah Tanpa NISN, Nasib Siswa SMA Siger Masih Menggantung

Politik Infrastruktur Menjelang Pemilu

Politik Infrastruktur Menjelang Pemilu

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pemkab Lampung Selatan Nyatakan Komitmen Dukung Rencana Rindam XXI Radin Intan

Pemkab Lampung Selatan Nyatakan Komitmen Dukung Rencana Rindam XXI Radin Intan

Januari 23, 2026
Berenang Merdeka di Pesawaran, Dorong Wisata Bahari Ramah Lingkungan

Berenang Merdeka di Pesawaran, Dorong Wisata Bahari Ramah Lingkungan

Agustus 16, 2025
HMT Pesawaran dan PAC NU Kedondong Kukuhkan Persaudaraan Lewat Halal Bihalal di Tempel Rejo

HMT Pesawaran dan PAC NU Kedondong Kukuhkan Persaudaraan Lewat Halal Bihalal di Tempel Rejo

April 26, 2025
Adu Cepat Tim Siber Partai

Adu Cepat Tim Siber Partai

Februari 9, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Refleksi Hari Kartini, BNNK Lampung Selatan Tekankan Peran Ibu sebagai Pilar Utama Cegah Narkoba
  • Panji Soroti Kewajiban PTPN IV: Sudahkah Warga Dapat 20 Persen Lahan Plasma?
  • Thio Stefanus Pertanyakan Dakwaan Tipikor, Klaim Menang Perdata hingga PK
  • Перспективы использования зеркала сайта Мостбет в будущем

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In