Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Juni 3, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Dari Mimbar ke Dapur: Kisah Relawan dan Angka dalam Program Gizi Nasional

Melda by Melda
Februari 6, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Dari Mimbar ke Dapur: Kisah Relawan dan Angka dalam Program Gizi Nasional

INSIDE POLITIK- Setiap zaman selalu punya proyek kebanggaannya. Yang dulu dinamai bendungan, jalan raya, pabrik baja—proyek yang membangkitkan rasa nasionalisme, poster, dan peringatan di setiap sudut kota. Kini, proyek kebanggaan hadir dalam bentuk yang lebih sederhana, lebih intim, namun sama pentingnya: sepiring nasi, sepotong telur, segelas susu.

Proyek itu diberi nama yang nyaris tak mungkin ditolak: Makan Bergizi Gratis. Sebuah inisiatif yang terdengar seperti doa lirih di dapur pada pagi hari. Seperti niat baik yang tak perlu dipertanyakan. Negara berdiri di atas mimbar, menyebut anak-anak, gizi, masa depan. Kata stunting diucapkan dengan nada perang. Anggaran disebut dengan angka yang membuat kepala menoleh, triliunan rupiah mengalir, rapi di tabel, deras dalam pidato.

BACA JUGA

Abdullah Sani Desak Wali Kota Bandar Lampung Batalkan Hibah SMA Siger 2

Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian

Di atas kertas, semuanya tampak seperti langkah peradaban. Di layar presentasi, masa depan terlihat bersih, terang, dan penuh optimisme. Angka-angka tumbuh rapi, diagram berwarna, semua menandakan perencanaan matang dan niat mulia. Namun sejarah—yang ingatannya panjang dan tak mudah dibohongi—selalu mengajarkan satu hal: setiap proyek besar adalah panggung. Dan setiap panggung, betapapun megahnya, selalu menyembunyikan aktor-aktor yang tak disebut namanya.

Bukan hanya negara yang berdiri di sana. Ada pengusaha yang pandai membaca peluang lebih cepat dari teks pidato. Ada kontraktor, distributor, penyedia logistik, katering, dapur industri. Ada modal yang bergerak senyap, seperti angin laut yang dulu membawa kapal dagang ke pelabuhan Nusantara. Di mana anggaran besar dibuka, pasar tidak pernah terlambat datang.

Beras berhenti menjadi makanan. Ia berubah menjadi kontrak. Telur tak lagi lauk, melainkan angka tender. Dapur tak lagi tungku, tapi proyek. Di ruang-ruang berpendingin udara, kesepakatan dirumuskan dengan suara rendah. Angka-angka bergerak halus, persentase disepakati tanpa perlu diucapkan keras-keras. Semua tampak sah, legal, tercatat. Keuntungan dihitung cepat, panen datang tanpa lumpur, laporan rapi tanpa noda.

Sementara itu, di dunia lain—yang jaraknya hanya beberapa kilometer, kadang hanya satu dinding tipis—api sudah menyala dari malam. Di sanalah dapur bekerja. Perempuan dan lelaki yang disebut relawan mulai bergerak di bawah batas malam. Beras ditanak dalam kuali besar, sayur diiris sampai bau bawang melekat di tangan. Air mendidih, uap naik, aroma masakan berbaur dengan keringat yang menempel di rambut dan pakaian.

Waktu berjalan lambat di dapur. Jam tujuh pagi terasa panjang. Jam sembilan terasa lebih panjang lagi. Panci dicuci, galon diangkat, ratusan porsi dibagikan tanpa jeda. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada laporan kinerja. Upah datang belakangan—jika datang. Kadang disebut uang transport. Kadang uang lelah. Kadang jumlahnya tak lebih besar dari harga lauk yang mereka masak.

Tetapi mereka jarang disebut pekerja. Mereka disebut relawan. Kata itu terdengar mulia, bersih, seolah cukup untuk menggantikan kontrak kerja, jaminan kesehatan, perlindungan hukum. Dalam satu kata itu, kewajiban negara menguap pelan-pelan. Jika lelah, itu pengabdian. Jika mengeluh, itu kurang ikhlas. Padahal pekerjaan mereka nyata, rutin, terjadwal. Dalam bahasa ekonomi, mereka adalah tenaga produksi. Hanya namanya diganti agar terdengar lebih suci.

Beginilah bahasa bekerja: ia tidak selalu berbohong, tapi sering menyamarkan. Di negeri yang gemar berbicara tentang keadilan sosial, ironi itu tumbuh diam-diam. Yang satu mengaduk kuah sejak subuh. Yang lain mengaduk proposal dan angka. Yang satu pulang dengan bau asap di baju, yang lain pulang dengan laporan laba. Yang satu hidup seperti musim tanam—panjang, sabar, penuh peluh. Yang lain menikmati musim panen—cepat, bersih, tanpa lumpur.

Dan tetap harus dikatakan jujur: program ini membawa harapan. Anak-anak makan. Perut kenyang. Gizi membaik. Sekolah terasa lebih terang. Niat baiknya nyata dan tak layak dihapus begitu saja. Namun niat baik tanpa tata kelola yang jernih selalu berisiko berubah menjadi ladang rente. Anggaran besar tanpa pengawasan mudah bocor, seperti atap rumbia di musim hujan.

Transparansi bukan ancaman, melainkan penjaga. Akuntabilitas bukan penghambat, melainkan pengaman. Jika tidak, sejarah akan mencatatnya dengan nada datar tapi dingin: bahwa atas nama memberi makan rakyat kecil, justru rakyat kecil yang paling banyak membayar harganya.

Rahasia terbesar program sebesar ini bukan konspirasi gelap atau drama kekuasaan. Rahasia itu terlalu manusiawi, bahkan nyaris biasa. Bahwa di balik setiap kebijakan besar, selalu ada dua dunia yang berjalan berdampingan tapi jarang saling menyapa: dunia pidato dan dunia dapur.

Peradaban yang sungguh-sungguh besar tidak diukur dari berapa juta porsi dibagikan, melainkan dari satu pertanyaan tua yang tak pernah kehilangan maknanya: apakah mereka yang menyalakan api itu sudah diperlakukan dengan adil?***

Source: ALFARIEZIE
Tags: AkuntabilitasKeadilan SosialKebijakan Publikpangan anakProgram Makan Bergizi Gratisrelawan dapurTransparansi
Previous Post

SMA Siger Disorot Aparat, Asroni Paslah Dorong Solusi ala Jawa Barat

Next Post

Mengapa Parlemen Kehilangan Taji

Related Posts

Abdullah Sani Desak Wali Kota Bandar Lampung Batalkan Hibah SMA Siger 2
Bandar Lampung

Abdullah Sani Desak Wali Kota Bandar Lampung Batalkan Hibah SMA Siger 2

Juni 3, 2026
Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian
Bandar Lampung

Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian

Juni 2, 2026
Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak
Daerah

Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak

Juni 2, 2026
Abdullah Sani Laporkan Yayasan Siger Prakarsa Bunda ke Kejati Lampung, Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Disorot
Bandar Lampung

Abdullah Sani Laporkan Yayasan Siger Prakarsa Bunda ke Kejati Lampung, Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Disorot

Juni 2, 2026
19 Hari Operasi, 95 Bandit Jalanan Dibekuk Polda Lampung dari 75 Laporan Polisi
Bandar Lampung

19 Hari Operasi, 95 Bandit Jalanan Dibekuk Polda Lampung dari 75 Laporan Polisi

Juni 2, 2026
Proyek Tugu Selamat Datang ITERA Jadi Sorotan, LSM Minta Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan
Bandar Lampung

Proyek Tugu Selamat Datang ITERA Jadi Sorotan, LSM Minta Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan

Juni 2, 2026
Next Post
Mengapa Parlemen Kehilangan Taji

Mengapa Parlemen Kehilangan Taji

Disdikbud Lampung Perkenalkan Sekolah Terbuka untuk Pendidikan Fleksibel

Disdikbud Lampung Perkenalkan Sekolah Terbuka untuk Pendidikan Fleksibel

Sekdaprov Lepas Keberangkatan Wartawan Lampung ke Hari Pers Nasional

Sekdaprov Lepas Keberangkatan Wartawan Lampung ke Hari Pers Nasional

Jalan Rusak di Mana-Mana, Warga Bandar Lampung Rindu Era Herman HN

Jalan Rusak di Mana-Mana, Warga Bandar Lampung Rindu Era Herman HN

Enam Bulan Sekolah Tanpa NISN, Nasib Siswa SMA Siger Masih Menggantung

Enam Bulan Sekolah Tanpa NISN, Nasib Siswa SMA Siger Masih Menggantung

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Jokowi Nilai Pilkada Serentak 2024 Berlangsung Demokratis

Undang Gus Yahya ke Istana, Jokowi Bahas Konflik PBNU vs PKB

Agustus 15, 2024
Parosil Usulkan 3.000 Rumah Tak Layak Huni ke KemenPKP, Sekaligus Dorong Rusun ASN dan Penanganan Kawasan Kumuh

Parosil Usulkan 3.000 Rumah Tak Layak Huni ke KemenPKP, Sekaligus Dorong Rusun ASN dan Penanganan Kawasan Kumuh

Mei 16, 2025
GAWAT!Dasco Isyaratkan RUU Pilkada Bakal Disahkan oleh DPR Periode 2024-2029

Paripurna Pengesahan RUU Pilkada Ditunda, Dasco sebut DPR akan Pertimbangkan Aspirasi Rakyat

Agustus 22, 2024
Heboh! Tim Pembina Posyandu Lampung Salurkan Susu, Dorong Gerakan Nasional Cegah Stunting

Heboh! Tim Pembina Posyandu Lampung Salurkan Susu, Dorong Gerakan Nasional Cegah Stunting

Oktober 14, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Abdullah Sani Desak Wali Kota Bandar Lampung Batalkan Hibah SMA Siger 2
  • Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian
  • Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak
  • Abdullah Sani Laporkan Yayasan Siger Prakarsa Bunda ke Kejati Lampung, Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Disorot

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In