Senin, September 14, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, September 14, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Lewat Program “Terciduk”, Niluh Swati Antar 27 Seniman Indonesia Pameran di Jerman

Melda by Melda
Juli 28, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Lewat Program “Terciduk”, Niluh Swati Antar 27 Seniman Indonesia Pameran di Jerman

INSIDE POLITIK- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan membawa 27 pelukis Indonesia mengikuti pameran internasional ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 yang akan digelar pada 11-13 September 2026 di RheinMain CongressCenter (RMCC), Wiesbaden, Jerman.

Pameran bergengsi tersebut akan diikuti ratusan seniman dan galeri seni dari Jerman, berbagai negara di Eropa, serta sejumlah negara lain, termasuk Indonesia.

BACA JUGA

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar

Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan

Pendiri NSIAP, Niluh Swati, mengatakan ARTe Kunstmesse Wiesbaden merupakan salah satu ajang seni rupa kontemporer (Gegenwartskunst) dan karya modern klasik (Klassische Moderne) terbesar di kawasan Frankfurt, Jerman.

“Ratusan seniman dan galeri-galeri terpilih akan hadir dan memamerkan karya-karya terbaik mereka di Wiesbaden. Karena itu ini perhelatan yang tak main-main, mereka semua pasti melakukan kurasi karya secara ketat,” ujar Niluh Swati, seniman Indonesia yang menetap di Frankfurt, Jerman, Senin (27/7/2026).

Hal menarik dari program tersebut adalah proses penjaringan seniman Indonesia dilakukan melalui media sosial dengan tajuk “Terciduk”. Bersama tim kurator, Niluh Swati menelusuri berbagai akun media sosial para seniman Indonesia untuk menemukan karya-karya yang dinilai layak mengikuti pameran internasional.

“Setelah ‘terciduk’, saya hubungi senimannya, bukan untuk langsung diajak pameran, tetapi minta izin karyanya dikurasi dulu oleh kurator saya. Kalau lolos barulah kita bicarakan soal pengiriman karya dan pameran di Jerman,” jelasnya.

Niluh Swati juga mengungkapkan bahwa seluruh persiapan pameran dilakukan secara mandiri, mulai dari membeli kayu hingga membuat spanram sendiri.

“Tukang di Jerman mahal, jadi kerjakan saja sendiri,” ujarnya.

NSIAP merupakan platform kuratorial independen yang berbasis di Jerman dengan misi membuka akses lebih luas bagi seniman Indonesia untuk tampil di panggung seni internasional.

Melalui platform tersebut, NSIAP secara aktif membangun kolaborasi dengan galeri, kurator, kolektor, institusi seni, hingga mitra budaya di berbagai negara Eropa.

“Kami ingin menciptakan peluang baru seniman Indonesia. Ini jalan ‘go international’. Saya lihat banyak seniman kita tidak memiliki jejaring, apalagi pameran di luar negeri,” kata perempuan asal Bali tersebut.

Menurut Niluh Swati, keikutsertaan Indonesia pada ARTe Kunstmesse Wiesbaden diharapkan menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan seni dan budaya antara Indonesia dan Eropa sekaligus memperkenalkan perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Indonesia tak hanya punya seni tradisi, seni kontemporer juga berkembang. Itu penting diperkenalkan,” tambahnya.

Dalam sistem kuratorial independen, NSIAP bekerja sama dengan para kurator di Indonesia maupun Jerman untuk menentukan karya-karya yang dinilai layak dipamerkan.

“Mereka yang akan memberi pertimbangan, mana karya yang layak dipamerkan. Tentu saja ukuran layak itu bisa diperdebatkan. Setidaknya kami telah memiliki tolok ukurnya sendiri,” tegasnya.

Berdasarkan program “Terciduk” tersebut, sebanyak 27 seniman Indonesia dinyatakan lolos dan akan mengikuti ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026, yakni I Wayan Mardiana, Doddy “MR D” Hernanto, Fahmi DNR, Arzethian, Putu Arcana, Prassboedhi, Agus Wicaksono, Con, Didik Hamdi, Dodi Darussalam, Achy Askwana, Epot Owl, Hary Nurdianto, Harhari Gustaf, Ifat Futuh, Juan Widhiyanto, Kusswoyo, I Made Sesangka Puja Laksana, Masadjie Noer, Rizal Ramdhani, Restu Adi, Sanher, Sapto Oetomo, Tingga, Yuni Daud, Zulfian Hariyadi, dan Niluh Swati.

Menurut Niluh Swati, pameran tersebut bukan hanya menjadi ajang bagi satu atau dua seniman, melainkan menjadi upaya membangun sebuah platform agar semakin banyak seniman Indonesia dikenal di tingkat internasional.

“Pameran ini bukan tentang satu seniman. Ini adalah tentang menciptakan sebuah platform agar seniman Indonesia dapat dikenal; membangun koneksi yang bermakna, dan menjadi bagian dari percakapan seni internasional. Saya berharap NSIAP dapat menjadi jembatan yang terus membuka pintu bagi semakin banyak seniman Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menilai Indonesia memiliki ekosistem seni kontemporer yang sangat dinamis di kawasan Asia Tenggara. Namun, banyak seniman masih menghadapi berbagai tantangan untuk dikenal di tingkat global, mulai dari keterbatasan jaringan profesional, faktor geografis, hingga tingginya biaya mengikuti pameran di Eropa.

Salah satu peserta yang lolos melalui program “Terciduk”, Putu Arcana, mengaku kesempatan tersebut menjadi peluang besar bagi seniman Indonesia untuk tampil di panggung internasional.

“Di dalam negeri seni rupa kita sangat riuh dengan begitu banyak seniman lahir, banyak punya ajang pameran, dan galeri tumbuh di mana-mana. Sayangnya di antara itu semua, sangat sedikit yang punya kesempatan berjejaring secara internasional,” katanya.

Seniman asal Bali yang kini menetap di Jakarta itu mengaku tidak menyangka dapat menjadi salah satu peserta yang terpilih.

“Kuncinya cuma rajin upload karya di media sosial. Sekarang mau tidak mau, medsos jadi etalase seniman untuk memperkenalkan karya,” ujarnya.

Niluh Swati berharap ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 menjadi pintu masuk bagi semakin banyak seniman Indonesia untuk berkiprah di berbagai ajang seni rupa Eropa.

“Banyak ajang seni dan budaya yang bisa jadi pintu masuk. Kita tidak hanya menunggu diundang ke biennale, misalnya. NSIAP akan secara aktif menciduk para seniman Indonesia. Tunggu ya,” pungkasnya.***

Source: Isbedy Stiawan
Tags: ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026budaya IndonesiaFrankfurt JermanNiluh SwatiNSIAPPameran Seni JermanPelukis IndonesiaPutu ArcanaSeni Kontemporer IndonesiaSeniman Indonesia
Previous Post

Politik RT dan Suara Terkecil

Next Post

Mengapa Politik Masjid Efektif

Related Posts

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar
Daerah

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar

September 14, 2026
Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan
Daerah

Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan

September 14, 2026
Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026
Bandar Lampung

Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026

September 14, 2026
Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta
Daerah

Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta

September 14, 2026
Soroti Peredaran Handphone dan Judi Online, Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar
Daerah

Soroti Peredaran Handphone dan Judi Online, Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

September 13, 2026
Benda Misterius Ditemukan di Area 30 Hektare Bandar Lampung, Diduga Berasal dari Era Neolitikum
Bandar Lampung

Benda Misterius Ditemukan di Area 30 Hektare Bandar Lampung, Diduga Berasal dari Era Neolitikum

September 13, 2026
Next Post

Mengapa Politik Masjid Efektif

30 Tahun Kudatuli, Akademisi di Lampung Soroti Kegagalan Fungsi Hukum dan Pentingnya Menjaga Demokrasi

30 Tahun Kudatuli, Akademisi di Lampung Soroti Kegagalan Fungsi Hukum dan Pentingnya Menjaga Demokrasi

Pemprov Lampung Gandeng BPJS Kesehatan, Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Tanpa Hambatan

Pemprov Lampung Gandeng BPJS Kesehatan, Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Tanpa Hambatan

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027, Pemprov Siap Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027, Pemprov Siap Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Bunda Literasi Lampung Ubah Perpustakaan Jadi Destinasi Rekreasi Edukasi Keluarga

Bunda Literasi Lampung Ubah Perpustakaan Jadi Destinasi Rekreasi Edukasi Keluarga

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pasangan RMD-Jihan Deklarasi,Jihan: Saya Pilih Mirza karena Bisa Hargai Perempuan

Jihan Ajak Warga Metro Pilih Pemimpin Sesuai Hati Nurani

Oktober 4, 2024
Pemkab Pesawaran Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Lewat Rakor TPPS

Pemkab Pesawaran Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Lewat Rakor TPPS

September 20, 2025
Prabowo Buka Peluang Parpol Lain Gabung Koalisi Pemerintah

Bukan 44, Zulhas Sebut Akan Ada Penambahan Jumlah Menteri di Kabinet Prabowo

September 12, 2024
Saat Hujan Datang, Bandar Lampung Selalu Kalah

Saat Hujan Datang, Bandar Lampung Selalu Kalah

April 15, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar
  • Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan
  • Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026
  • Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In