INSIDE POLITIK– Drama politik negeri ini makin mirip FYP TikTok: penuh joget, pancingan emosi, dan ujung-ujungnya ditutup dengan tangisan. Setelah rumah sejumlah pejabat seperti Eko Patrio, Uya Kuya, Ahmad Sahroni, Sri Mulyani hingga Puan Maharani kena sasaran penjarahan massa, kini giliran seorang TikToker berinisial IS ditangkap polisi karena diduga jadi provokator utama.
Polisi menyebut akun TikTok @hs02775 milik IS berisi ajakan penjarahan. Dari layar HP, imbauan itu menyulut massa seolah-olah tombol “like” sama dengan tombol “gasak”. Ironinya, baru sebentar jadi viral, kini IS justru harus nge-live di Rutan Bareskrim, tanpa filter, tanpa gift.
Pejabat Nangis Kehilangan Sofa, TikToker Nangis Kehilangan Followers
Eko Patrio kabarnya kehilangan perabot, Uya Kuya pusing kucingnya ikut trauma, Sahroni jadi trending bukan karena prestasi, Sri Mulyani malah “dijarah rakyatnya” di jalan rumahnya sendiri, sementara Puan Maharani harus siap-siap menutup pagar rumah lebih rapat.
Lucunya, alih-alih fokus pada kerugian pejabat, warganet justru ramai-ramai mengomentari nasib si TikToker. “Followers 2 ribu bisa bikin negara geger,” sindir seorang netizen.
Meme dan Dialog Ngakak
Netizen A: “Pejabat kehilangan lemari, TikToker kehilangan privasi.”
Netizen B: “Demo offline, provokasi online. Indonesia udah kayak hybrid mode.”
Netizen C: “Rumah pejabat dijarah, tapi endingnya TikToker yang ditangkap. Plot twist banget, bro!”
Meme yang beredar pun tak kalah kocak:
Gambar sofa dijarah dengan caption: “Sofa pejabat: korban pertama demokrasi digital.”
Wajah TikToker ditutup tulisan “LIVE: From Rutan With No Filter.”
Provokasi Kok Kayak Konten Challenge
Aparat menegaskan, tindakan IS tidak main-main. Ia dijerat pasal penghasutan dengan ancaman hingga 6 tahun penjara. Netizen lagi-lagi ngakak: “Bisa jadi konten PrisonLifeChallenge tuh.”
Ironinya, rumah pejabat memang hancur, tapi publik lebih ingat siapa provokator TikTok ketimbang siapa pejabat yang dijarah. Seolah-olah pejabat hanya figuran, sedangkan si kreator jadi bintang utama.
Politik FYP Banget
Negara ini makin mirip timeline media sosial. Pejabat nangis kehilangan harta benda, rakyat jadi penonton setia, dan TikToker malah naik panggung utama meski akhirnya diturunkan paksa.
Singkatnya: politik Indonesia hari ini bukan lagi soal kebijakan, tapi soal siapa trending duluan.***




















