Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Februari 4, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Ngakak Politik

“Projo Tetap di Pemerintahan: Antara Loyalitas, Logika, dan Lembaran SK”

Melda by Melda
November 3, 2025
in Ngakak Politik
“Projo Tetap di Pemerintahan: Antara Loyalitas, Logika, dan Lembaran SK”

BACA JUGA

Nadiem Makarim Minta Doa: Kasus Dilimpahkan, Warga Langsung Siapkan “Doa Apa Nih?”

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Warga Bingung, Sejarah Mengelus Dagu

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

NGAKAK POLITIK

INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.

Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”

Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?

Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.

Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:

> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”

Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?

Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?

Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.

Seorang netizen mengeluh,

> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”

Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng

Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.

Seorang bapak di angkringan bilang:

> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”

Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”

Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:

> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”

Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:

> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”

Catatan Redaksi Ngakak Politik

Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:

> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”

Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***

Source: MELDA
Tags: jokowiLoyalitasNgakakPolitikPolitikIndonesiaprojoRelawanPemerintahStrategiPolitik
Previous Post

Tony Eka Candra Hipnotis Kader Muda Golkar Lampung, Bagikan Rahasia Politik dan Sejarah Partai

Next Post

Karang Taruna Lampung Selatan Jadi Tuan Rumah Puncak BBKT & HUT Ke-65, Ribuan Pemuda Bersatu untuk Aksi Sosial

Related Posts

Nadiem Makarim Minta Doa: Kasus Dilimpahkan, Warga Langsung Siapkan “Doa Apa Nih?”
Ngakak Politik

Nadiem Makarim Minta Doa: Kasus Dilimpahkan, Warga Langsung Siapkan “Doa Apa Nih?”

November 11, 2025
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Warga Bingung, Sejarah Mengelus Dagu
Ngakak Politik

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Warga Bingung, Sejarah Mengelus Dagu

November 10, 2025
GIBRAN AKUI TANTANGAN BERAT, EKONOMI STABIL — “TAPI KEPALA SAYA LEBIH BERAT LAGI,” KATANYA
Ngakak Politik

GIBRAN AKUI TANTANGAN BERAT, EKONOMI STABIL — “TAPI KEPALA SAYA LEBIH BERAT LAGI,” KATANYA

November 7, 2025
JURUS SAKTI PRESIDEN PRABOWO: STABILITAS POLITIK DAN INVESTASI ALA SILAT MENTERENG
Ngakak Politik

JURUS SAKTI PRESIDEN PRABOWO: STABILITAS POLITIK DAN INVESTASI ALA SILAT MENTERENG

November 6, 2025
“OTT Gubernur Riau: Drama Kopi, Mata Uang Asing, dan Jebakan Kafe”
Ngakak Politik

“OTT Gubernur Riau: Drama Kopi, Mata Uang Asing, dan Jebakan Kafe”

November 5, 2025
“Prabowo Minta PT KAI Tambah Kereta Khusus Petani & Pedagang: Kereta Rakyat atau Kereta Dagang Keliling?”
Ngakak Politik

“Prabowo Minta PT KAI Tambah Kereta Khusus Petani & Pedagang: Kereta Rakyat atau Kereta Dagang Keliling?”

November 4, 2025
Next Post
Karang Taruna Lampung Selatan Jadi Tuan Rumah Puncak BBKT & HUT Ke-65, Ribuan Pemuda Bersatu untuk Aksi Sosial

Karang Taruna Lampung Selatan Jadi Tuan Rumah Puncak BBKT & HUT Ke-65, Ribuan Pemuda Bersatu untuk Aksi Sosial

Tanggamus Catat Sejarah Baru! Bupati Saleh Asnawi Resmikan Tiga Pekon Sekaligus, Warga Sambut dengan Sukacita

Tanggamus Catat Sejarah Baru! Bupati Saleh Asnawi Resmikan Tiga Pekon Sekaligus, Warga Sambut dengan Sukacita

Capaian PBB Kecamatan Banyumas Lampaui 83 Persen, Pekon Mulyorejo Tercatat 100 Persen

Capaian PBB Kecamatan Banyumas Lampaui 83 Persen, Pekon Mulyorejo Tercatat 100 Persen

Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Tanggamus Serahkan Alsintan untuk 50 Kelompok Tani

Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Tanggamus Serahkan Alsintan untuk 50 Kelompok Tani

Lembaga Konservasi 21 Soroti Status Darurat Sampah di Pringsewu, Lingkungan dan Kesehatan Terancam

Lembaga Konservasi 21 Soroti Status Darurat Sampah di Pringsewu, Lingkungan dan Kesehatan Terancam

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Menanti Verfak SMA Siger, Ujian Konsistensi Disdikbud Lampung

Menanti Verfak SMA Siger, Ujian Konsistensi Disdikbud Lampung

Januari 31, 2026
Langgar Partai, Belasan Kader PDIP Lampura Dukung Ardian

Isu Reshufle Kabinet, PDIP: Tak Masalah

Agustus 14, 2024
Muswil VI PKS Lampung: Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Kolaborasi Pembangunan Daerah

Muswil VI PKS Lampung: Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Kolaborasi Pembangunan Daerah

Agustus 25, 2025
BPN Pringsewu Gelar Pemeriksaan Tanah di Dua Desa, Libatkan Warga dan Aparat Desa

BPN Pringsewu Gelar Pemeriksaan Tanah di Dua Desa, Libatkan Warga dan Aparat Desa

Januari 26, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Surat Resmi Disdikbud Lampung Tiba, SMA Swasta Siger Dilarang Gelar SPMB 2026/2027
  • Wabup Umi Laila Tegaskan Musrenbang Pardasuka Untuk Pembangunan yang Selaras dan Nyata
  • BK DPRD Diminta Bersikap Tegas, Oknum Legislator Diduga Langgar Kode Etik
  • Kuasa Hukum Tuntut Kejelasan Angka Kerugian Negara Rp258 Miliar PT LEB

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In