NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***
NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Presiden Joko Widodo kembali mengirimkan “kode keras tapi halus” kepada para kader Projo: tetap berada di pemerintahan dan dukung pemerintah untuk Indonesia.
Kalimatnya sederhana, tapi getarannya bikin ramai warung kopi sampai ruang DPRD.
Para pengamat politik langsung menyimpulkan, “Ini semacam perintah lembut dengan tingkat ketegasan sedang, cocok untuk mereka yang kadang patuh, kadang ‘main feeling’.”
Projo: Dari Relawan Jadi Relawanan?
Setelah Pemilu 2024 lewat seperti kereta ngebut tanpa rem, banyak relawan bingung harus parkir di mana.
Tapi begitu Jokowi bicara, semuanya langsung lurus… meski sebagian lurusnya ke arah kursi jabatan.
Salah satu petinggi Projo diwawancarai wartawan:
> “Kami mengikuti arahan Presiden demi Indonesia.”
> Saat ditanya Indonesia yang mana, ia menjawab:
> “Ya, Indonesia yang ada manfaatnya untuk kami juga, dong…”
Arah Politik: Ikuti Kompas atau Ikuti Komando?
Publik pun bertanya-tanya:
Projo ini organisasi relawan, relawan pemerintah, atau relawan pemerintah yang pemerintahnya nanti belum tentu mereka dukung tapi tetap mereka dukung karena diperintah untuk mendukung?
Rumit.
Lebih rumit dari daftar gaji staf khusus.
Seorang netizen mengeluh,
> “Relawan kok lebih lama masa jabatannya dari jabatan presiden…”
Tetap di Pemerintahan: Karena di Luar Anginnya Kenceng
Menurut analis politik kelas warkop, alasan terbesar Projo ingin tetap di pemerintahan adalah angin politik di luar terlalu dingin dan menusuk.
Di dalam pemerintahan?
Ada AC, ada ruang rapat, dan kadang ada paket data gratis.
Seorang bapak di angkringan bilang:
> “Saya sih maklum. Namanya juga relawan, kalau udah relawanan kenyamanan masa ditinggal?”
Jokowi: “Dukung Pemerintahan!”
Pidato Jokowi kepada Projo disimpulkan publik sebagai:
> “Kalau kalian bingung mau ke mana, ya di sini aja dulu… aman.”
Walau sudah tidak menjabat, arahannya tetap seperti Waze:
> “Lurus. Belok dikit. Putar balik. Tetap dukung pemerintah.”
Catatan Redaksi Ngakak Politik
Dengan adanya perintah ini, masa depan Projo tampak cerah—setidaknya sampai masa depan itu diputuskan oleh yang sedang berkuasa.
Rakyat pun menonton sambil makan kerupuk:
> “Luar biasa, relawan yang tak mengenal kata pensiun.”
Dan selama politik masih penuh drama, Projo masih punya pekerjaan:
tetap loyal, tetap mendukung, dan tetap siap foto bareng pejabat sebagai bukti dedikasi.***




















