INSIDE POLITIK– Aksi demonstrasi di depan DPR kembali memakan korban. Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob, Sabtu lalu.
Affan yang saat itu sedang mengantarkan pesanan makanan di kawasan Bendungan Hilir, terpeleset di tengah kerumunan. Nahas, rantis Brimob yang melaju tak terkendali menabraknya. Korban meninggal seketika.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan permintaan maaf terbuka. Tujuh anggota Brimob diperiksa. Namun publik belum puas.
Mobil Taktis Berubah Jadi Mobil Takdir
Rantis seharusnya menjaga ketertiban, tetapi dalam kasus ini justru menjadi “bulldozer kemanusiaan.”
“Kalau ojol salah jalur, akunnya kena suspend. Kalau Brimob salah jalur, nyawa orang yang hilang,” sindir salah satu netizen.
Suara Netizen Menggelegar
Publik menumpahkan kegeraman dengan komentar satir di media sosial.
“Ojol biasanya ditilang polisi, sekarang malah dilindas. Paket express ke kuburan.”
“Rantis Brimob bisa nabrak ojol? Wajar, kan udah biasa nabrak logika.”
“Ojol korban sistem. Sistem online kasih order, sistem negara kasih horror.”
“Kok kayak GTA? Bedanya di GTA bisa respawn, di dunia nyata cuma jadi headline.”
Meme Politik Menyebar
Tak hanya komentar pedas, meme politik juga bermunculan:
“Roda ojol bawa rejeki, roda Brimob bawa tragedi.”
“Ojol korban slip order, negara korban slip akal sehat.
Pertanyaan Besar
Siapa pengendara ugal-ugalan sebenarnya? Ojol yang terburu-buru demi bintang lima, atau aparat yang mengendarai rantis seperti arena balap?
Tragedi Affan menjadi simbol pahit: rakyat bisa dihukum bila salah di jalan, tapi siapa yang menghukum negara ketika salah arah?
Ojol vs Brimob, siapa ugal-ugalan? Jawabannya sudah ada di hati rakyat.***




















