Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Dapat Mandat Tebuireng, Ketum PBNU Diminta Benahi PKB

Meza Swastika by Meza Swastika
Agustus 14, 2024
in Nasional
Muktamar PKB Tandingan Akan Dihadiri Khofifah, Yenny Wahid hingga Mahfud MD

Konflik PKB vs NU, Dua Anggota DPR dari PKB di PAW

InsidePolitik–Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapat mandat dari para kiai yang melakukan pertemuan di Tebuireng untuk membenahi PKB.

Mandat Tebuireng yang merupakan usulan serta kesepakatan ratusan kiai-kiai NU kepada PBNU untuk segera membenahi PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

BACA JUGA

Politik RT dan Suara Terkecil

Mengapa Kepala Dinas Jadi Mesin

Yahya mengatakan, permasalahan di PKB bukan terjadi baru-baru ini saja. Tapi sudah berlangsung lama, lebih dari 15 tahun lalu. Yakni sejak Cak Imin menjadi Ketua Umum PKB.

“Tapi memang selama ini belum pernah dilakukan upaya-upaya yang persuasif untuk mengelolanya,” kata Yahya.

Yahya mengatakan, PBNU pun menelaah dan berupaya melakukan langkah-langkah yang strategis dan persuasif, untuk mengurai permasalahan hubungan antara NU dengan PKB.

Dalam rentang sekian lama, kata Yahya, setelah dilakukan pendalaman baik melalui study terhadap dokumen-dokumen yang pernah ada, maupun juga keterangan dari para narasumber yang diundang, ditemukan satu masalah yang sangat mendasar. Yakni dieliminasinya fungsi Dewan Syuro di PKB.

“Di dalam PKB itu kedudukan Dewan Syuro telah dieliminasi sedemikian rupa. Sehingga Dewan Syuro dalam struktur PKB itu sekarang nyaris tidak lagi memiliki wewenang apapun di dalam pembuatan keputusan,” ucapnya.

Menurut Yahya yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Leteh, Rembang ini, apa yang dilakukan PKB adalah perubahan yang sangat fundamental.

Padahal, kata dia, para Kiai NU mendirikan PKB pada 1998 silam, dengan struktural kepengurusan lembaga menyerupai PBNU. Yakni ada Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro, dilengkapi tugas dan fungsi yang melekat.

“Tetapi kita melihat bahwa sekarang yang terjadi realitasnya bahwa desain yang dibuatkan oleh PBNU itu sudah berubah sama sekali. Sehingga nilai-nilainya juga kita melihat di sana-sini ada ketidakselarasan dengan apa yang dulu digariskan pada saat didirikannya,” ucapnya.

Selain itu, menurut Yahya, PKB sekarang juga telah melenceng dari pokok-pokok pikiran NU mengenai reformasi, juga telah tak sesuai sembilan poin Mabda’ Siyasi PKB.

“Seperti misalnya nilai-nilai yang terkandung di dalam dokumen yang disebut sebagai pokok-pokok pikiran NU mengenai reformasi. Sehingga dokumen yang disebut sebagai Mabda’ Siyasj PKB. Itu kalau dilihat dengan teliti maka akan ada ketidakselarasan,” ujar Yahya.

Terkait temuan itu, Yahya mengatakan PBNU telah membuat keputusan untuk melakukan langkah-langkah upaya menuju perbaikan PKB.

Ia menegaskan NU dengan PKB memiliki hubungan yang khusus karena partai ini didirikan oleh NU. Sehingga, menurutnya NU beserta struktur kepengurusannya sebetulnya memiliki tanggung jawab moral atas dinamika yang ada di dalam PKB.

Di sisi lain, Yahya juga menyadari bahwa NU dan PKB adalah dua entitas yang berbeda dan terpisah. Tidak ada hubungan struktural sama sekali.

“Sehingga misalnya, tidak bisa misalnya PBNU membuat SK memecat Ketua PKB, tidak bisa. PBNU misalnya membuat SK membatalkan keputusan-keputusan PKB jelas tidak bisa. Kita semua tahu, kita menyadari itu,” ucapnya.

Tapi, Yahya melanjutkan, NU memiliki pengaruh yang bisa digunakan untuk mendorong dan menekan agar PKB memperhatikan aspirasi-aspirasi para kiai dan warga NU yang berkembang.

“PBNU bisa memberikan nasihat, PBNU bisa memberikan sampai kepada tekanan-tekanan supaya PKB memenuhi aspirasi-aspirasi yang muncul dari kalangan NU, aspirasi yang muncul dari para kiai-kiai pesantren dan seterusnya,” ucapnya.

“Ini adalah mekanisme politik yang normal, yang biasa, tapi ditambah dengan bobot tanggung jawab moral NU terhadap PKB itu sendiri. Itu yang ke depan akan kita tempuh,” tambahnya.

Ia menyebut, PBNU memiliki tanggung jawab moral terhadap PKB. Karena kelahiran partai ini tak bisa lepas dari cita-cita para kiai NU.

“Dengan yang lain sama sekali tidak ada hubungan, misalnya NU dengan Golkar misalnya, NU juga sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa, itu terserah pada partai masing-masing untuk mengelola hubungannya dengan konstituennya. Tetapi dengan PKB, sekali lagi, karena didirikan oleh NU maka ada tanggung jawab moralnya, khusus mengenai hal ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Yahya mengaku mendapatkan mandat penuh dari Rais Aam PBNU Miftachul Ahyar untuk segera memperbaiki PKB. Kewenangan itu dinamai ‘Mandat Tebuireng’.

Mandat ini diberikan Rais Aam setelah sebelumnya ratusan kiai berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (12/8). Di forum itu mereka menyepakati ‘Mandat Tebuireng’ untuk kemudian disampaikan kepada Rais Aam PBNU.

Tags: gus yahyapbnupkbtebuireng
Previous Post

Munaslub Golkar Digelar Sebelum Pendaftaran Pilkada

Next Post

Strategi Politik Sandera ala Jokowi Demi Hasrat Kekuasaan Setelah Lengser

Related Posts

Politik RT dan Suara Terkecil
Nasional

Politik RT dan Suara Terkecil

Juli 27, 2026
Mengapa Kepala Dinas Jadi Mesin
Nasional

Mengapa Kepala Dinas Jadi Mesin

Juli 26, 2026
Politik Mutasi Pejabat Jelang Pilkada
Nasional

Politik Mutasi Pejabat Jelang Pilkada

Juli 25, 2026
Mengapa ASN Tak Netral
Nasional

Mengapa ASN Tak Netral

Juli 24, 2026
Politik Air dan Konflik Daerah
Nasional

Politik Air dan Konflik Daerah

Juli 23, 2026
Mengapa IKN Mengubah Peta Nasional
Nasional

Mengapa IKN Mengubah Peta Nasional

Juli 22, 2026
Next Post
Jokowi Nilai Pilkada Serentak 2024 Berlangsung Demokratis

Strategi Politik Sandera ala Jokowi Demi Hasrat Kekuasaan Setelah Lengser

Langgar Partai, Belasan Kader PDIP Lampura Dukung Ardian

PDIP Tak Gentar Hadapi KIM Plus di Pilkada DKI

Bakal Berpengaruh pada Konstelasi Pilkada, Golkar Kaget dengan Putusan MK

30 DPD Golkar Sudah Nyatakan Dukungan untuk Bahlil

Jangan Cuma Legalisasi Alat Kontrasepsi, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini

Jangan Cuma Legalisasi Alat Kontrasepsi, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini

Jokowi Nilai Pilkada Serentak 2024 Berlangsung Demokratis

Jokowi Tegur Oknum Kepala Daerah yang Kerap Hibah Politik Pakai Anggaran Pemerintah

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Bahlil Hargai Keputusan Airin Maju Pilgub Banten dari PDIP

Tak Direkom Golkar di Pilgub Banten, Airin-Ade Maju Lewat PDIP

Agustus 26, 2024
Ubah Hasil Rekapitulasi, KPU dan Bawaslu Puncak Disidang DKPP

Ribka Tjiptaning Laporkan Penggelembungan Suara Desy Ratnasari ke DKPP

Oktober 4, 2024
Gita Kurniawan Putra Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Gadingrejo dalam Reses

Gita Kurniawan Putra Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Gadingrejo dalam Reses

April 29, 2025
Bella Jayanti Ungkap Fakta di Balik Isu RAPBD Lamsel 2026: Soroti Objektivitas Publik dan Pentingnya Data Teknis

Bella Jayanti Ungkap Fakta di Balik Isu RAPBD Lamsel 2026: Soroti Objektivitas Publik dan Pentingnya Data Teknis

November 21, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Lewat Program “Terciduk”, Niluh Swati Antar 27 Seniman Indonesia Pameran di Jerman
  • Politik RT dan Suara Terkecil
  • Mengapa Kepala Dinas Jadi Mesin
  • Politik Mutasi Pejabat Jelang Pilkada

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In