Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Juni 3, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

SMA Siger dan Logika Tambal Sulam, Tafsir Politik Puisi “Tukang Bunuh Orang”

Melda by Melda
Februari 7, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
SMA Siger dan Logika Tambal Sulam, Tafsir Politik Puisi “Tukang Bunuh Orang”

INSIDE POLITIK- Puisi “Tukang Bunuh Orang” Karya Muhammad Alfariezie menghadirkan kisah sederhana tentang rumah tua yang direnovasi, hujan yang datang tiba-tiba, dan kelalaian teknis yang nyaris berujung maut.

Namun kesederhanaan ini justru membuka ruang tafsir politis yang relevan dengan dinamika kebijakan publik, khususnya dalam konteks pendidikan.

BACA JUGA

Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian

Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak

Ketika dibaca berdampingan dengan kebijakan SMA Swasta Siger di Bandar Lampung, puisi ini bekerja sebagai alegori tentang kekuasaan, kepercayaan, dan risiko yang dipindahkan kepada warga.

Tukang Bunuh Orang

Itu bocor, rumah tua yang baru
pemiliknya renovasi. Tukangnya
kerja cepat, meski tak selincah
kilat. Mungkin karena selesainya
siang awan mantab terpandang,
jadi ia sama sekali tidak curiga

Tapi kemarau masih jauh. Hanya
satu hari, hujan kemudian datang
sejak siang. Karena sibuk untuk
senang sampai bintang, hanya ia
tampung tetes hujan yang melubangi
plafon dengan baskom cuci tangan

Ketika pulang, dia kaget air keluar
pintu. Karena lepas sepatu,
akhirnya tersetrum sampai hampir
mutung

Untung saya tetangga yang tanggap.
Mendengar bantingan pintu, sekedip
pandang– listrik saya minta padam

2026

Rumah Tua dan Janji Renovasi

Rumah tua dalam puisi dapat dibaca sebagai sistem pendidikan yang telah lama berdiri dengan segala keterbatasannya. Renovasi menandai niat baik: pembaruan, inovasi, dan upaya menjawab kebutuhan zaman. Dalam konteks ini, kebijakan SMA Swasta Siger dapat dipahami sebagai proyek “perbaikan” yang diklaim sebagai solusi—sebuah upaya cepat untuk menambal kekurangan daya tampung atau ketimpangan akses.

Namun puisi ini sejak awal memberi peringatan: renovasi yang dikerjakan terburu-buru, tanpa pengawasan memadai, justru menyisakan kebocoran struktural.

Tukang sebagai Orang Kepercayaan Kebijakan

Figur tukang dalam puisi bukan sekadar pekerja fisik, melainkan simbol pelaksana kebijakan—entah itu tim teknis, konsultan, atau mekanisme administratif yang dipercaya penuh oleh pengambil keputusan. Ia “kerja cepat”, sebuah frasa yang dalam bahasa politik sering dipuji sebagai efisiensi, tetapi dalam puisi ini mengandung ironi: cepat tidak selalu berarti tepat.

Kebijakan pendidikan yang diluncurkan tanpa kesiapan infrastruktur, kejelasan regulasi, atau perlindungan bagi peserta didik dan sekolah swasta, berpotensi menciptakan “plafon bocor”—masalah laten yang baru terasa ketika tekanan datang.

Hujan sebagai Realitas Sosial

Hujan dalam puisi bukan anomali. Ia pasti datang. Dalam kebijakan pendidikan, hujan adalah realitas sosial: keterbatasan ekonomi orang tua, ketimpangan mutu sekolah, kecemasan siswa, dan ketidakpastian masa depan. Puisi ini menegaskan bahwa masalah bukan pada hujannya, melainkan pada sistem yang tidak siap menampungnya.

Ketika kebijakan seperti SMA Swasta Siger diperkenalkan tanpa skema mitigasi yang jelas, risiko tidak hilang—ia hanya dipindahkan. Seperti air yang ditadah baskom, masalah ditahan sementara, bukan diselesaikan.

Sengatan Listrik: Dampak yang Nyaris Mematikan

Pertemuan air dan listrik adalah momen paling politis dalam puisi. Ia melambangkan pertemuan antara kebijakan yang rapuh dan realitas yang keras. Dampaknya tidak abstrak: ia menyengat tubuh, mengejutkan, dan nyaris membunuh.

Dalam konteks pendidikan, “sengatan” ini bisa dibaca sebagai dampak kebijakan terhadap siswa, guru, dan sekolah: kebingungan administratif, beban biaya, hilangnya rasa aman, atau terpinggirkannya sekolah swasta yang tidak siap dijadikan instrumen kebijakan publik tanpa dukungan memadai.
Puisi ini penting karena tidak menggambarkan kematian, melainkan nyaris mati. Sebuah peringatan bahwa bahaya sudah sangat dekat.

Tetangga dan Peran Warga

Bagian akhir puisi menghadirkan “saya tetangga yang tanggap”. Dalam pembacaan politis, tetangga adalah masyarakat: orang tua, guru, pengelola sekolah, dan warga kota yang bersuara. Keselamatan datang bukan dari sistem yang dirancang, melainkan dari intervensi warga yang menyadari bahaya dan bertindak.

Namun kata “untung” mengandung kritik tajam. Keselamatan bergantung pada keberuntungan, bukan jaminan kebijakan. Dalam negara yang sehat, pendidikan tidak boleh bergantung pada “untung-untungan”.

Agitasi Politik yang Sunyi

Puisi “Tukang Bunuh Orang” tidak menyerukan penolakan eksplisit, tetapi mengagitasi kesadaran pembaca: bahwa kebijakan yang tampak baik bisa menjadi berbahaya jika dibangun di atas kepercayaan buta dan kecepatan semu. Dalam kaitannya dengan SMA Swasta Siger, puisi ini mengajak kita bertanya: apakah kebijakan ini benar-benar memperbaiki struktur, atau hanya menambal kebocoran sambil berharap hujan tidak deras?

Sebagai kritik sastra, puisi ini berfungsi sebagai cermin etis bagi kekuasaan lokal. Ia mengingatkan bahwa dalam urusan pendidikan, kelalaian bukan sekadar kesalahan teknis—ia adalah bentuk kekerasan yang paling sunyi.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Kebijakan PublikKritik Kebijakan PendidikanPendidikan LampungPuisi PolitikSastra dan KekuasaanSMA Siger
Previous Post

Riyanto Pamungkas Buka Musrenbang, Tekankan Prioritas Pembangunan 2027

Next Post

Politik Kesehatan Pasca Pandemi

Related Posts

Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian
Bandar Lampung

Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian

Juni 2, 2026
Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak
Daerah

Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak

Juni 2, 2026
Abdullah Sani Laporkan Yayasan Siger Prakarsa Bunda ke Kejati Lampung, Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Disorot
Bandar Lampung

Abdullah Sani Laporkan Yayasan Siger Prakarsa Bunda ke Kejati Lampung, Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Disorot

Juni 2, 2026
19 Hari Operasi, 95 Bandit Jalanan Dibekuk Polda Lampung dari 75 Laporan Polisi
Bandar Lampung

19 Hari Operasi, 95 Bandit Jalanan Dibekuk Polda Lampung dari 75 Laporan Polisi

Juni 2, 2026
Proyek Tugu Selamat Datang ITERA Jadi Sorotan, LSM Minta Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan
Bandar Lampung

Proyek Tugu Selamat Datang ITERA Jadi Sorotan, LSM Minta Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan

Juni 2, 2026
Mulai 1 Juni, Pelabuhan Bakauheni Gunakan Parkir Non-Tunai dan Pengawasan Digital
Daerah

Mulai 1 Juni, Pelabuhan Bakauheni Gunakan Parkir Non-Tunai dan Pengawasan Digital

Juni 1, 2026
Next Post
Politik Kesehatan Pasca Pandemi

Politik Kesehatan Pasca Pandemi

Mengapa Oposisi Sulit Solid

Mengapa Oposisi Sulit Solid

Etika Politik dalam Kepemimpinan: Fondasi Moral Penyelenggaraan Kekuasaan

Etika Politik dalam Kepemimpinan: Fondasi Moral Penyelenggaraan Kekuasaan

Wisata Rohani Pensiunan ASN Kembali Jalan, Sensitivitas Pemkot Bandar Lampung Dipertanyakan

Wisata Rohani Pensiunan ASN Kembali Jalan, Sensitivitas Pemkot Bandar Lampung Dipertanyakan

Imbas Jabatan BKAD Plh, Tukin dan Honor Tenaga Kontrak Terancam Tertunda

Imbas Jabatan BKAD Plh, Tukin dan Honor Tenaga Kontrak Terancam Tertunda

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pemimpin Hizbullah Pastikan Akan Terus Berperang Melawan Zionis israel

Pemimpin Hizbullah Pastikan Akan Terus Berperang Melawan Zionis israel

Oktober 31, 2024
Mengapa TikTok

Mengapa TikTok

Maret 27, 2026
Ubah Hasil Rekapitulasi, KPU dan Bawaslu Puncak Disidang DKPP

DKPP Terima 687 Aduan Pelanggaran Penyelenggara Pemilu

Desember 15, 2024
Pemprov Lampung–Bank Indonesia Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Pemprov Lampung–Bank Indonesia Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Februari 5, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Gubernur Lampung Luncurkan Diskon Pajak Kendaraan 2026, Tunggakan Cukup Bayar Sebagian
  • Konflik Pesisir Lampung Memanas, Akademisi Unila Soroti Lemahnya Dialog Antarpihak
  • Abdullah Sani Laporkan Yayasan Siger Prakarsa Bunda ke Kejati Lampung, Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Disorot
  • 19 Hari Operasi, 95 Bandit Jalanan Dibekuk Polda Lampung dari 75 Laporan Polisi

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In