Jumat, April 24, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, April 24, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Saat Imaji Surealis Menjadi Senjata Kritik: Membaca Puisi Alfariezie

Melda by Melda
April 24, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Saat Imaji Surealis Menjadi Senjata Kritik: Membaca Puisi Alfariezie

INSIDE POLITIK- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah satu penyair muda Indonesia yang memiliki keberanian estetik sekaligus ketajaman sosial.

Karya ini tidak sekadar bermain pada wilayah imaji, tetapi menjadikan bahasa sebagai alat kritik yang menggugah kesadaran publik.

BACA JUGA

Profesionalitas Pimpinan Perumda Limau Kunci Dipertanyakan, Laporan Belum Masuk ke Pemda

Setelah Tertunda, BOSDA Bandar Lampung Ditarget Cair Mei 2026

Dengan gaya yang cenderung surealis, Alfariezie mampu mengolah absurditas menjadi medium refleksi atas realitas yang justru terasa lebih ganjil daripada mimpi itu sendiri.

Dengki Elit Politik

Anak kecil lompat ke pucuk pohon jati, lalu turun dengan kepala menjadi kaki

Rasanya tak mungkin terjadi, mungkin nyata dalam mimpi

Seperti kematian banjir dan warga Bandar Lampung tak lagi mendengki kepada elit politik yang kediamannya tak pernah wali kota usik meski rumahnya memanjang selebar sungai

Anak kecil menangis di bawah pohon jati karena lengannya sakit setelah ibu cubit

Itu bukan mimpi tapi peristiwa sahih seperti Wali Kota memberi 60 miliar buat Kejati tapi hanya keluar 5 miliar untuk lima ribuan korban banjir

2026

Dalam perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, citraan seperti “kepala menjadi kaki” mencerminkan dunia yang terdistorsi oleh tekanan sosial dan ketidakadilan yang terpendam dalam alam bawah sadar kolektif.

Alfariezie tidak menarasikan realitas secara langsung, melainkan memutarbalikkannya untuk memperlihatkan betapa realitas itu sendiri telah kehilangan logika kemanusiaannya.

Ini adalah kekuatan khas penyair yang tidak hanya merekam, tetapi juga menafsirkan zaman.

Dari sudut pandang formalisme Viktor Shklovsky, teknik defamiliarisasi yang digunakan Alfariezie tampak dominan.

Ia membuat yang biasa menjadi asing agar pembaca tidak lagi melihat kenyataan dengan cara yang tumpul.

Peristiwa sosial seperti banjir, ketimpangan anggaran, dan relasi kuasa elit politik dihadirkan dalam bentuk metafora yang mengguncang, sehingga pembaca dipaksa untuk berhenti dan berpikir ulang.

Secara ideologis, puisi ini juga memperlihatkan kesadaran kelas yang kuat sebagaimana dibahas oleh Karl Marx. Alfariezie memosisikan dirinya di tengah suara rakyat yang terpinggirkan, memperlihatkan jurang antara kekuasaan dan penderitaan.

Penyebutan angka-angka konkret seperti “60 miliar” dan “5 miliar” bukan sekadar detail, melainkan strategi retoris untuk mempertegas ironi dan ketimpangan yang terjadi.

Dalam pendekatan semiotik Roland Barthes, simbol-simbol dalam puisi ini bekerja sebagai sistem tanda yang kaya makna.

“Pohon jati” sebagai lambang kekuasaan yang kokoh, “anak kecil” sebagai representasi rakyat kecil, hingga peristiwa domestik yang sederhana namun menyakitkan, semuanya membentuk jaringan makna yang saling berkelindan.

Alfariezie menunjukkan kematangan dalam mengelola simbol tanpa kehilangan daya pukul emosionalnya.

Lebih jauh, jika dibaca melalui konsep symbolic violence dari Pierre Bourdieu, puisi ini mengungkap bagaimana kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk yang kasat mata.

Ia bisa hadir dalam kebijakan, dalam pembiaran, bahkan dalam relasi sehari-hari yang tampak sepele.

Alfariezie berhasil menjahit antara tragedi publik dan luka personal, menjadikan puisinya terasa intim sekaligus politis.

Dengan demikian, Dengki Elit Politik bukan hanya bukti kepiawaian teknis, tetapi juga kedalaman visi seorang Muhammad Alfariezie.

Ia tampil sebagai penyair berbakat yang tidak ragu menabrak batas konvensi demi menyampaikan kegelisahan zamannya.

Karya ini memperlihatkan bahwa puisi masih memiliki daya untuk mengguncang, menyadarkan, dan menjadi suara bagi mereka yang kerap tak terdengar.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: analisis puisikritik sastraKritik SosialMuhammad AlfarieziePuisi IndonesiaSastra Kontemporer
Previous Post

Profesionalitas Pimpinan Perumda Limau Kunci Dipertanyakan, Laporan Belum Masuk ke Pemda

Related Posts

Profesionalitas Pimpinan Perumda Limau Kunci Dipertanyakan, Laporan Belum Masuk ke Pemda
Daerah

Profesionalitas Pimpinan Perumda Limau Kunci Dipertanyakan, Laporan Belum Masuk ke Pemda

April 24, 2026
Setelah Tertunda, BOSDA Bandar Lampung Ditarget Cair Mei 2026
Bandar Lampung

Setelah Tertunda, BOSDA Bandar Lampung Ditarget Cair Mei 2026

April 24, 2026
Kisah PT LEB: Dari Fase Prihatin hingga Sorotan Hukum yang Tak Kunjung Reda
Bandar Lampung

Kisah PT LEB: Dari Fase Prihatin hingga Sorotan Hukum yang Tak Kunjung Reda

April 24, 2026
Aset dan Dana Perusahaan Belum Dikembalikan, Dirut Perumda Lambar Jadi Sorotan
Daerah

Aset dan Dana Perusahaan Belum Dikembalikan, Dirut Perumda Lambar Jadi Sorotan

April 23, 2026
Hadiri Yudisium Unila, Marindo Motivasi Lulusan Taklukkan Tantangan Masa Depan
Bandar Lampung

Hadiri Yudisium Unila, Marindo Motivasi Lulusan Taklukkan Tantangan Masa Depan

April 23, 2026
Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Madri Daud Nahkodai KAHMI Lampung Utara
Daerah

Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Madri Daud Nahkodai KAHMI Lampung Utara

April 23, 2026

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Roy Suryo Cs Gugat Ijazah Jokowi: Drama Gelar, Drama Negara

Roy Suryo Cs Gugat Ijazah Jokowi: Drama Gelar, Drama Negara

Juli 31, 2025
Soal Hak Plasma, Warga Padang Ratu Gerak Cepat Temui PTPN IV Regional 7

Soal Hak Plasma, Warga Padang Ratu Gerak Cepat Temui PTPN IV Regional 7

April 22, 2026
Kondisi Memprihatinkan Pasar Pagi Kotabumi, Pedagang Keluhkan Fasilitas Tak Layak

Kondisi Memprihatinkan Pasar Pagi Kotabumi, Pedagang Keluhkan Fasilitas Tak Layak

Februari 3, 2025
Adpmet Beri Perhatian Khusus untuk BUMD Pengelola Dana PI yang “Dikriminalisasi”

ADPMET Protes Atas Kriminalisasi Pengelolaan Dana PI 10 Persen

Desember 11, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Saat Imaji Surealis Menjadi Senjata Kritik: Membaca Puisi Alfariezie
  • Profesionalitas Pimpinan Perumda Limau Kunci Dipertanyakan, Laporan Belum Masuk ke Pemda
  • Setelah Tertunda, BOSDA Bandar Lampung Ditarget Cair Mei 2026
  • Kisah PT LEB: Dari Fase Prihatin hingga Sorotan Hukum yang Tak Kunjung Reda

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In