INSIDE POLITIK- Umat Hindu di Kabupaten Pringsewu menggelar acara Dharma Santi sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 M di Lapangan Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya. Turut hadir Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, jajaran pejabat daerah, serta tokoh umat Hindu se-Kabupaten Pringsewu.
Perayaan Dharma Santi tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” yang bermakna satu bumi, semua bersaudara. Dalam sambutannya, Wisnu Bawa Tenaya menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Menurutnya, seluruh makhluk hidup di bumi, khususnya di Indonesia, adalah saudara tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua yang hidup di tanah air ini adalah saudara kita. Jangan sampai terpecah belah. NKRI harga mati,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pandangan hidup yang harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan harmonis.
Acara Dharma Santi ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni tari dari binaan WHDI dan Peradah Kabupaten Pringsewu, yang menambah semarak suasana kebersamaan antarumat.
Sementara itu, Bimas Hindu Pringsewu Jumadi menjelaskan bahwa Dharma Santi merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi yang meliputi Melasti, Tawur Agung, Tapa Brata Penyepian, Ngembak Geni, hingga puncaknya Dharma Santi sebagai momentum saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan dapat terus terjaga di tengah masyarakat yang majemuk.***



















