Selasa, Agustus 4, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, Agustus 4, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Demi Keselamatan Warga, Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur Akan Dibangun Ulang

Melda by Melda
Februari 26, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Demi Keselamatan Warga, Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur Akan Dibangun Ulang

BACA JUGA

Pisah Sambut Kapolres Pringsewu, Kepala Kantor Pertanahan Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi

Estafet Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Riyanto Tekankan Pentingnya Sinergi

INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


Source: WAHYUDIN
Tags: BMBK LampungInfrastruktur LampungJembatan Way BungurKeselamatan Wargalampung timurPembangunan Daerahpemprov lampungRekonstruksi Jembatan
Previous Post

Politik Infrastruktur dan Janji Pembangunan

Next Post

Rumah di Kawasan Palapa Disorot, Eva Dwiana Diminta Buka Status Kepemilikan

Related Posts

Pisah Sambut Kapolres Pringsewu, Kepala Kantor Pertanahan Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi
Daerah

Pisah Sambut Kapolres Pringsewu, Kepala Kantor Pertanahan Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi

Agustus 4, 2026
Estafet Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Riyanto Tekankan Pentingnya Sinergi
Daerah

Estafet Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Riyanto Tekankan Pentingnya Sinergi

Agustus 4, 2026
Bupati Egi Pastikan Lamsel Fest 2026 Lebih Meriah dari Tahun Lalu, Deretan Artis Nasional Disiapkan
Daerah

Bupati Egi Pastikan Lamsel Fest 2026 Lebih Meriah dari Tahun Lalu, Deretan Artis Nasional Disiapkan

Agustus 3, 2026
BPJN Gerak Cepat, Perbaikan Gorong-Gorong Ambrol di Wonosobo Dimulai
Daerah

BPJN Gerak Cepat, Perbaikan Gorong-Gorong Ambrol di Wonosobo Dimulai

Agustus 3, 2026
Dari Balik Lapas Menuju Panggung Besar, Band Warga Binaan Kalianda Buktikan Talenta Tak Terbatas
Daerah

Dari Balik Lapas Menuju Panggung Besar, Band Warga Binaan Kalianda Buktikan Talenta Tak Terbatas

Agustus 3, 2026
Gerai KDKMP Pringsewu Terus Bertambah, 14 Unit Sudah Selesai Dibangun
Daerah

Gerai KDKMP Pringsewu Terus Bertambah, 14 Unit Sudah Selesai Dibangun

Agustus 3, 2026
Next Post
Rumah di Kawasan Palapa Disorot, Eva Dwiana Diminta Buka Status Kepemilikan

Rumah di Kawasan Palapa Disorot, Eva Dwiana Diminta Buka Status Kepemilikan

BADKO HMI Sumbagsel Soroti Lemahnya Pengawasan Tahanan di Way Kanan

BADKO HMI Sumbagsel Soroti Lemahnya Pengawasan Tahanan di Way Kanan

Sinergi Pengamanan Ramadan Diperkuat Bersama TNI dan Satpol PP di Pesawaran

Sinergi Pengamanan Ramadan Diperkuat Bersama TNI dan Satpol PP di Pesawaran

Rekonstruksi Jalan 2026 Digenjot, Akses Wisata dan Logistik Jadi Fokus

Rekonstruksi Jalan 2026 Digenjot, Akses Wisata dan Logistik Jadi Fokus

Keamanan Tahanan Disorot, Polda Lampung Hadapi Ujian Serius Usai Insiden Way Kanan

Keamanan Tahanan Disorot, Polda Lampung Hadapi Ujian Serius Usai Insiden Way Kanan

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Penetapan Tersangka Eks Jampidsus Picu Sorotan Dana Hibah Rp35 Miliar Pemprov Lampung ke Kejati

Penetapan Tersangka Eks Jampidsus Picu Sorotan Dana Hibah Rp35 Miliar Pemprov Lampung ke Kejati

Juli 12, 2026
Pelindo Lampung Bangun Sinergi dengan IJP, Perkuat Ekosistem Informasi Maritim

Pelindo Lampung Bangun Sinergi dengan IJP, Perkuat Ekosistem Informasi Maritim

Mei 21, 2025
Prabowo Buka Peluang Parpol Lain Gabung Koalisi Pemerintah

Jelang Pelantikan, Prabowo Masih Terus Panggil Calon Menteri

Oktober 12, 2024
KIP Aceh Pastikan Pasangan Bacagub dan Bacawagub yang Gagal Tes Baca Al-Qur’an akan Dicoret sebagai Paslon

Fadhil Rahmi Ditunjuk Gantikan Cawagub Tu Sop di Pilkada Aceh

September 14, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Pisah Sambut Kapolres Pringsewu, Kepala Kantor Pertanahan Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi
  • Estafet Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Riyanto Tekankan Pentingnya Sinergi
  • Bupati Egi Pastikan Lamsel Fest 2026 Lebih Meriah dari Tahun Lalu, Deretan Artis Nasional Disiapkan
  • BPJN Gerak Cepat, Perbaikan Gorong-Gorong Ambrol di Wonosobo Dimulai

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In