Kamis, November 5, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Kamis, November 5, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

APBD Way Kanan 2026: Rp915,6 Miliar untuk Belanja ASN dan DPRD, Jalan Rusak Masih Dikeluhkan

Melda by Melda
Agustus 6, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
APBD Way Kanan 2026: Rp915,6 Miliar untuk Belanja ASN dan DPRD, Jalan Rusak Masih Dikeluhkan

BACA JUGA

Maklumat Matraman Soroti Kebijakan Prabowo, dari Keracunan MBG hingga Dugaan Penyadapan Ilegal

Uang Rp50 Juta Jadi Sorotan, Keterangan Ririn dan Hermawan Bertolak Belakang

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: APBD Way Kanan 2026ASN Way Kananbelanja pegawaiBelanja Perjalanan DinasDPRD Way KananInfrastruktur JalanlampungPelayanan PublikPUPR Way KananWay Kanan
Previous Post

UTB Lampung Resmi Kolaborasi dengan Pemkab Pesisir Barat, Dorong Pendidikan dan Riset untuk Daerah

Next Post

Politik Demokrat yang Kembali

Related Posts

Maklumat Matraman Soroti Kebijakan Prabowo, dari Keracunan MBG hingga Dugaan Penyadapan Ilegal
Daerah

Maklumat Matraman Soroti Kebijakan Prabowo, dari Keracunan MBG hingga Dugaan Penyadapan Ilegal

November 5, 2026
Uang Rp50 Juta Jadi Sorotan, Keterangan Ririn dan Hermawan Bertolak Belakang
Bandar Lampung

Uang Rp50 Juta Jadi Sorotan, Keterangan Ririn dan Hermawan Bertolak Belakang

November 5, 2026
Empat Kasus Narkoba Terungkap di Lamsel, Sabu dan Ganja Bernilai Rp43,48 Miliar Disita
Bandar Lampung

Empat Kasus Narkoba Terungkap di Lamsel, Sabu dan Ganja Bernilai Rp43,48 Miliar Disita

November 5, 2026
Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Dibongkar, Polda Lampung Amankan 10 Tersangka
Bandar Lampung

Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Dibongkar, Polda Lampung Amankan 10 Tersangka

November 4, 2026
Henry Yosodiningrat Minta Heri Wardoyo Diperiksa Terpisah dari Dua Eks Petinggi PT LEB
Bandar Lampung

Henry Yosodiningrat Minta Heri Wardoyo Diperiksa Terpisah dari Dua Eks Petinggi PT LEB

November 4, 2026
Libatkan 18 Pemangku Pendidikan, BNNK Lampung Selatan Perkuat Edukasi Anti Narkoba
Daerah

Libatkan 18 Pemangku Pendidikan, BNNK Lampung Selatan Perkuat Edukasi Anti Narkoba

November 4, 2026
Next Post
Politik Demokrat yang Kembali

Politik Demokrat yang Kembali

Tak Berkutik! Komplotan Curanmor Residivis Dibekuk, Delapan Aksi di Candipuro Terbongkar

Tak Berkutik! Komplotan Curanmor Residivis Dibekuk, Delapan Aksi di Candipuro Terbongkar

Diburu hingga Jawa Tengah, Kini Dibebaskan! Tersangka Penipuan Kopi Rp1,3 Miliar Masih Punya Kasus Baru

Diburu hingga Jawa Tengah, Kini Dibebaskan! Tersangka Penipuan Kopi Rp1,3 Miliar Masih Punya Kasus Baru

ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati

ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati

Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima

Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Bawaslu Metro Ingatkan ASN untuk Netral

Tim Yosep-Mari Laporkan Kecurangan Pilkada di Yahukimo

Desember 7, 2024
Kado Bhayangkara ke-79: 42 Personel Polres Pringsewu Naik Pangkat, Haru dan Kebanggaan Warnai Upacara

Kado Bhayangkara ke-79: 42 Personel Polres Pringsewu Naik Pangkat, Haru dan Kebanggaan Warnai Upacara

Juli 1, 2025
Dana Transfer ke Daerah Turun Rp137 Miliar, Pemkab Pringsewu Pangkas Anggaran Seremonial dan Dinas Luar

Heboh! 60 Persen Tanah Milik Pemkab Pringsewu Sudah Bersertifikat, Sisanya Segera Menyusul!

Oktober 16, 2025
Pemprov Lampung Lantik Pejabat Baru, Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik

Pemprov Lampung Lantik Pejabat Baru, Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik

Februari 24, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Maklumat Matraman Soroti Kebijakan Prabowo, dari Keracunan MBG hingga Dugaan Penyadapan Ilegal
  • Uang Rp50 Juta Jadi Sorotan, Keterangan Ririn dan Hermawan Bertolak Belakang
  • Empat Kasus Narkoba Terungkap di Lamsel, Sabu dan Ganja Bernilai Rp43,48 Miliar Disita
  • Ridwan Sebut Puan dan Dasco sebagai Alternatif dalam Wacana Pergantian Wapres
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In