Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Kamis, Agustus 6, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

APBD Way Kanan 2026: Rp915,6 Miliar untuk Belanja ASN dan DPRD, Jalan Rusak Masih Dikeluhkan

Melda by Melda
Agustus 6, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
APBD Way Kanan 2026: Rp915,6 Miliar untuk Belanja ASN dan DPRD, Jalan Rusak Masih Dikeluhkan

BACA JUGA

Atlet Muda hingga Seniman Cilik Pringsewu Wakili Lampung di Ajang Nasional

“Puisi 68” Isbedy Stiawan ZS, Menyulam Usia Menjadi Catatan Kehidupan Lewat Kata

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

INSIDE POLITIK- Di tengah viralnya kabar Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan mafia tanah hutan register Way Kanan, ternyata negara harus membayar 915,605 Miliar Rupiah hanya untuk membayar gaji maupun tunjangan PNS, ASN, DPRD hingga belanja insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati yang mampu mencapai target pemungutan pajak setempat.

Angka fantastis itu terkuak dari dalam dokumen Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Adakah masyarakat kabupaten yang selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan keluarga Raden Kalbadi dan genggaman politik Golkar serta Demokrat itu yang mengeluhkan pelayanan publik maupun kinerja DPRD-nya?

Melansir radarwaykanan.com, sejauh ini masalah pelayanan publik yang warga keluhkan masih seputar jalan rusak.

Satu di antaranya jalan sekitar kompleks Pemkab Way Kanan yang belum tersentuh perbaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kadis PUPR setempat Edwin Bavur mengatakan saat ini pemerintah keterbatasan keuangan sehingga harus mendahulukan belanja prioritas.

“Dalam keterbatasan fiskal seperti sekarang ini, sudah sewajarnya kita mendahulukan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itulah, jalan di sekitar Pemda Way Kanan masih belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Banyak Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Way Kanan Utamakan Perbaikan Jalan yang Lebih Mendesak

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah belanja kursus dan bimtek lebih penting dari pelayanan publik hingga dalam APBD 2026 anggarannya mencapai 11,8 Miliar Rupiah.

Belum lagi jika berbicara belanja perjalanan dinas, angkanya mencapai 32.190 miliar.

Di DPRD pun tak kalah fantastis, untuk tunjangan rumah– anggarannya 6,524 Miliar, transportasi 6,898 Miliar, dan komunikasi 3,024 Miliar Rupiah.

Bahkan belanja untuk obat-obatan pun hanya 4,278 Miliar, tak semahal biaya transportasi DPRD yang telah menerima tunjangan beras hingga kesejahteraan.

Selain itu, tak sebanding dengan anggaran pengadaan bibit ternak yang hanya 71 juta rupiah.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: APBD Way Kanan 2026ASN Way Kananbelanja pegawaiBelanja Perjalanan DinasDPRD Way KananInfrastruktur JalanlampungPelayanan PublikPUPR Way KananWay Kanan
Previous Post

UTB Lampung Resmi Kolaborasi dengan Pemkab Pesisir Barat, Dorong Pendidikan dan Riset untuk Daerah

Next Post

Politik Demokrat yang Kembali

Related Posts

Atlet Muda hingga Seniman Cilik Pringsewu Wakili Lampung di Ajang Nasional
Daerah

Atlet Muda hingga Seniman Cilik Pringsewu Wakili Lampung di Ajang Nasional

Agustus 6, 2026
“Puisi 68” Isbedy Stiawan ZS, Menyulam Usia Menjadi Catatan Kehidupan Lewat Kata
Bandar Lampung

“Puisi 68” Isbedy Stiawan ZS, Menyulam Usia Menjadi Catatan Kehidupan Lewat Kata

Agustus 6, 2026
Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima
Daerah

Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima

Agustus 6, 2026
ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati
Daerah

ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati

Agustus 6, 2026
Diburu hingga Jawa Tengah, Kini Dibebaskan! Tersangka Penipuan Kopi Rp1,3 Miliar Masih Punya Kasus Baru
Daerah

Diburu hingga Jawa Tengah, Kini Dibebaskan! Tersangka Penipuan Kopi Rp1,3 Miliar Masih Punya Kasus Baru

Agustus 6, 2026
Tak Berkutik! Komplotan Curanmor Residivis Dibekuk, Delapan Aksi di Candipuro Terbongkar
Daerah

Tak Berkutik! Komplotan Curanmor Residivis Dibekuk, Delapan Aksi di Candipuro Terbongkar

Agustus 6, 2026
Next Post
Politik Demokrat yang Kembali

Politik Demokrat yang Kembali

Tak Berkutik! Komplotan Curanmor Residivis Dibekuk, Delapan Aksi di Candipuro Terbongkar

Tak Berkutik! Komplotan Curanmor Residivis Dibekuk, Delapan Aksi di Candipuro Terbongkar

Diburu hingga Jawa Tengah, Kini Dibebaskan! Tersangka Penipuan Kopi Rp1,3 Miliar Masih Punya Kasus Baru

Diburu hingga Jawa Tengah, Kini Dibebaskan! Tersangka Penipuan Kopi Rp1,3 Miliar Masih Punya Kasus Baru

ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati

ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati

Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima

Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Dunia di Ujung Tanduk: Ketegangan Iran, Israel, dan AS Ancam Picu Perang Nuklir Global

Dunia di Ujung Tanduk: Ketegangan Iran, Israel, dan AS Ancam Picu Perang Nuklir Global

Juni 24, 2025
Tembok Kantor DPRD Pesawaran Ambruk, Satu Satpol PP Luka: Pemerintah Tindak Cepat, Masyarakat Diminta Tak Berspekulasi

Tembok Kantor DPRD Pesawaran Ambruk, Satu Satpol PP Luka: Pemerintah Tindak Cepat, Masyarakat Diminta Tak Berspekulasi

Mei 24, 2025
Pemkot Bandar Lampung Resmi Bangun Rumah Sakit UIN RIL: Sinergi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan

Pemkot Bandar Lampung Resmi Bangun Rumah Sakit UIN RIL: Sinergi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan

Mei 2, 2025
Penuh Prestasi: Setahun Pemerintahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan Nurlela

Penuh Prestasi: Setahun Pemerintahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan Nurlela

Februari 20, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Atlet Muda hingga Seniman Cilik Pringsewu Wakili Lampung di Ajang Nasional
  • “Puisi 68” Isbedy Stiawan ZS, Menyulam Usia Menjadi Catatan Kehidupan Lewat Kata
  • Usai Lantik Pejabat Baru, Bupati Tanggamus Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Prima
  • ELSAM Lampung Ingatkan Risiko Proyek Trans Sumatera Railway, Transparansi Jadi Harga Mati

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In