Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Februari 4, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Perang Narasi di Media Sosial Politik

Melda by Melda
Januari 14, 2026
in Pemerintahan
Perang Narasi di Media Sosial Politik

INSIDE POLITIK– Media sosial telah menjelma menjadi arena utama pertarungan wacana politik di Indonesia. Bukan lagi sekadar ruang berbagi informasi, platform digital kini menjadi medan perang narasi yang melibatkan politisi, partai, relawan, buzzer, hingga warga biasa. Setiap isu politik diperebutkan maknanya, dibingkai ulang, dan disebarkan dengan kecepatan tinggi untuk memengaruhi opini publik.

Siapa saja yang terlibat dalam perang narasi ini? Aktornya beragam, mulai dari elite politik, tim kampanye, kelompok kepentingan, hingga pengguna media sosial yang secara sadar atau tidak ikut menyebarkan pesan. Apa yang diperebutkan? Persepsi publik atas isu, tokoh, dan kebijakan. Di mana perang narasi berlangsung? Terutama di media sosial seperti X, Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube. Kapan fenomena ini menguat? Intensitasnya meningkat tajam menjelang momen politik penting seperti pemilu, pembahasan kebijakan strategis, atau krisis nasional. Mengapa media sosial menjadi arena utama? Karena sifatnya yang cepat, murah, dan menjangkau khalayak luas. Bagaimana perang narasi dijalankan? Melalui konten visual, potongan video, meme, tagar, hingga narasi emosional yang dirancang agar viral.

BACA JUGA

Politik Desa dan Dana Triliunan

Mengapa Menteri Sering Jadi Alat Partai

Dalam praktiknya, perang narasi tidak selalu mengandalkan fakta. Konten sering disederhanakan, dipotong konteksnya, atau dibingkai secara selektif. Algoritma platform memperkuat kecenderungan ini dengan memprioritaskan konten yang memicu reaksi, baik berupa dukungan maupun kemarahan. Akibatnya, pesan yang provokatif kerap lebih menonjol dibandingkan penjelasan yang berimbang.

Fenomena ini berdampak langsung pada kualitas demokrasi. Ruang diskusi publik menjadi bising dan terpolarisasi. Alih-alih memperdebatkan substansi kebijakan, perhatian publik tersedot pada konflik simbolik antar-kelompok. Identitas politik mengeras, sementara kompromi dan dialog rasional semakin sulit tercapai.

Dari sisi hukum, perang narasi di media sosial bersinggungan dengan sejumlah regulasi. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016, memberikan definisi informasi elektronik sebagai satu atau sekumpulan data elektronik yang memiliki arti atau dapat dipahami. Dalam konteks perang narasi, Pasal 28 ayat (2) UU ITE menjadi krusial karena melarang penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan.

Selain itu, Pasal 27 ayat (3) UU ITE mengatur larangan distribusi informasi yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik. Dalam perang narasi politik, pasal ini kerap menjadi dasar pelaporan hukum, meski juga menuai kritik karena berpotensi membatasi kebebasan berekspresi. Di ranah elektoral, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur kampanye melalui media sosial agar dilakukan secara jujur, tidak menyesatkan, dan tidak melanggar hukum.

Namun, penegakan hukum menghadapi tantangan besar. Kecepatan arus informasi membuat konten bermasalah cepat menyebar sebelum sempat ditangani. Di sisi lain, batas antara kritik sah dan serangan personal sering kali kabur. Aparat penegak hukum dituntut berhati-hati agar penindakan tidak menimbulkan efek pembungkaman.

Peran platform digital juga menjadi sorotan. Perusahaan teknologi global memiliki kebijakan moderasi konten sendiri yang tidak selalu sejalan dengan konteks sosial-politik Indonesia. Keputusan penghapusan atau pembiaran konten sering kali dianggap tidak transparan. Ketergantungan pada mekanisme algoritmik dan moderasi otomatis menambah kompleksitas pengelolaan ruang publik digital.

Meski demikian, perang narasi tidak sepenuhnya berdampak negatif. Media sosial juga membuka peluang partisipasi politik yang lebih luas. Warga dapat menyuarakan pendapat, mengawasi kekuasaan, dan mengoreksi informasi yang keliru. Tantangannya adalah memastikan partisipasi ini berlangsung dalam kerangka etika dan hukum.

Literasi digital menjadi kunci. Publik perlu dibekali kemampuan untuk memverifikasi informasi, memahami konteks, dan menyadari cara kerja algoritma. Tanpa itu, masyarakat mudah terjebak dalam pusaran narasi yang menyesatkan. Elite politik pun dituntut bertanggung jawab dalam berkomunikasi, tidak sekadar mengejar kemenangan wacana jangka pendek.

Pada akhirnya, perang narasi di media sosial politik mencerminkan perubahan mendasar dalam cara kekuasaan dan informasi berinteraksi. Media sosial bukan sekadar alat, melainkan ruang politik itu sendiri. Masa depan demokrasi digital Indonesia akan sangat ditentukan oleh bagaimana negara, platform, elite, dan warga bersama-sama mengelola ruang ini secara adil dan beradab***

 

Source: tendri
Tags: demokrasi digital Indonesiadisinformasi politikmedia sosial dan politikperang narasi politikUU IT
Previous Post

Kantor Pertanahan Pringsewu Dorong Tertib Administrasi Lewat Sertifikasi Tanah Wakaf

Next Post

Politik Tender Digital

Related Posts

Politik Desa dan Dana Triliunan
Pemerintahan

Politik Desa dan Dana Triliunan

Februari 3, 2026
Mengapa Menteri Sering Jadi Alat Partai
Pemerintahan

Mengapa Menteri Sering Jadi Alat Partai

Februari 3, 2026
Politik Pendidikan dan Janji Gratis Sekolah
Pemerintahan

Politik Pendidikan dan Janji Gratis Sekolah

Februari 1, 2026
Adu Gagasan atau Adu Popularitas
Pemerintahan

Adu Gagasan atau Adu Popularitas

Januari 31, 2026
Politik Subsidi dan Daya Tawar Rakyat
Pemerintahan

Politik Subsidi dan Daya Tawar Rakyat

Januari 29, 2026
Perebutan Pengaruh di Istana
Pemerintahan

Perebutan Pengaruh di Istana

Januari 28, 2026
Next Post
Politik Tender Digital

Politik Tender Digital

Efek Kebijakan Ekonomi terhadap Suara Pemilih

Efek Kebijakan Ekonomi terhadap Suara Pemilih

Konflik Internal BLUD Segala Mider Melebar, DPRD Minta Penyegaran Manajerial 31 Puskesmas

Konflik Internal BLUD Segala Mider Melebar, DPRD Minta Penyegaran Manajerial 31 Puskesmas

 Mengapa LPSE

 Mengapa LPSE

BPN Pringsewu Bagikan 60 Sertipikat PTSL untuk Warga Pekon Gadingrejo Timur

BPN Pringsewu Bagikan 60 Sertipikat PTSL untuk Warga Pekon Gadingrejo Timur

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Bupati Pesawaran Tinjau SPPG Padang Manis, Pastikan Kualitas Gizi dan Keamanan Pangan

Bupati Pesawaran Tinjau SPPG Padang Manis, Pastikan Kualitas Gizi dan Keamanan Pangan

Oktober 28, 2025
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Kabupaten Pringsewu Ikuti Orientasi, Bupati Tekankan Profesionalisme dan Nilai Dasar ASN

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Kabupaten Pringsewu Ikuti Orientasi, Bupati Tekankan Profesionalisme dan Nilai Dasar ASN

September 8, 2025
Kamis, Pasangan RMD-Jihan Daftar ke KPU Lampung

Siap Hadapi Debat, RMD-Jihan Serap Masukan dari Akademisi dan Masyarakat

Oktober 12, 2024
Redaksi BPJS Bandar Lampung Ajukan Permohonan Data Kapitasi

Redaksi BPJS Bandar Lampung Ajukan Permohonan Data Kapitasi

Januari 4, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Disdikbud Lampung Hentikan KBM SMA Siger, SPMB 2026 Tidak Diizinkan
  • WBP Napiter Asal Lapas Kalianda Kembali Setia pada NKRI
  • Aturan Agraria Dicabut, Kuasa Hukum Minta Dakwaan Tanah Natar Dinyatakan Batal
  • Tren Positif Pembinaan Kemandirian, Lapas Kalianda Kembali Panen Pokcoy

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In