NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harusnya bikin anak sehat, justru bikin heboh di Lampung. Ratusan siswa dilaporkan keracunan setelah menyantap paket makanan MBG. Puluhan sampai harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
Ironisnya, makanan yang disiapkan dengan duit rakyat ternyata banyak yang basi dan tidak termakan. Akibatnya, anggaran yang seharusnya jadi gizi anak-anak justru berakhir di tong sampah dan ruang IGD.
Uang Rakyat Terbuang, Anak Jadi Korban
Program ini konon biayanya sekitar Rp10 ribu per porsi. Bayangkan kalau ratusan porsi basi—itu berarti jutaan rupiah lenyap begitu saja hanya karena makanan tidak layak saji. Itu baru hitungan satu daerah, belum kalau kasus serupa terjadi di tempat lain.
Rakyat pun bertanya: “Ini program Makan Bergizi Gratis, atau program Makan Buang Gratis?”
Komentar Warganet
“Kalau makanannya basi, perut jadi demo.”
“Negara bayar, anak-anak muntah. Ini gizi atau judi?”
“Makanannya busuk, tapi anggarannya segar.”
Meme pun bertebaran: gambar nasi kotak dengan stempel “Premium Expired Edition”.
Program yang seharusnya jadi solusi malnutrisi malah berpotensi jadi mesin kerugian. Negara tekor, rakyat menderita. Yang jelas, anak-anak butuh gizi, bukan nasi basi.***




















