NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Pemerintah kembali bikin headline: antrean haji yang biasanya sampai 48 tahun, katanya sebentar lagi lebih singkat. Bahkan disebut-sebut di tahun 2026 sudah bisa terealisasi. Rakyat pun langsung tepuk tangan… sambil nyinyir.
Seorang bapak-bapak di pos ronda nyeletuk:
“Kalau betul 2026, berarti saya bisa berangkat haji bareng cucu, bukan cuma nitip doa sama cicit.”
Namun, publik juga masih skeptis. Bagaimana tidak, selama ini antrean haji lebih panjang dari cicilan rumah, lebih lama dari serial sinetron Ikatan Cinta, bahkan lebih sabar daripada nunggu gebetan balas chat.
Di warung kopi, obrolan makin seru.
“Janji 2026 ini mirip promo mal: ‘Harga spesial hanya hari ini!’ Tapi pas kita datang, barangnya habis,” ujar seorang warga sambil ngaduk kopi sachet.
Netizen di medsos pun bikin meme: gambar antrean jamaah haji dengan tulisan *“Berangkat 2075”*, lalu dicoret jadi *“2026, semoga nggak PHP”*.
Sementara pejabat ESDM—eh salah, pejabat haji—tetap percaya diri. Mereka bilang tahun depan antrean bisa ditekan drastis. Rakyat sih menunggu, bukan sekadar janji, tapi bukti.
“Soalnya kalau masih PHP, mending daftar umroh sekalian. Lebih cepat, lebih pasti, dan nggak perlu nunggu sampai uban jadi silver care,” celetuk seorang ibu-ibu.
Kalau benar 2026 antrean haji jadi lebih singkat, itu prestasi. Tapi kalau hanya sekadar janji politik, ya sama saja: rakyat sudah biasa. Dari dulu sampai sekarang, yang berangkat haji pasti doa khusyuk. Yang nggak jadi berangkat, doa khusyuknya malah lebih panjang: semoga janji pejabat kali ini bukan lagi sekadar ilusi.***




















