Senin, April 20, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, April 20, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Kritik Sastra Postmodern Puisi “Mati Dalam Sunyi (2025)” Karya Muhammad Alfariezie

Dekonstruksi Cinta, Sunyi, dan Keterasingan di Era Pascamodern

Melda by Melda
Oktober 15, 2025
in Bandar Lampung, Daerah
Kritik Sastra Postmodern Puisi “Mati Dalam Sunyi (2025)” Karya Muhammad Alfariezie

INSIDE POLITIK- Puisi “Mati Dalam Sunyi” karya Muhammad Alfariezie, penulis asal Bandar Lampung, menghadirkan narasi tragis tentang dua insan yang memilih hidup dalam isolasi total, meninggalkan keluarga, teman, dan masyarakat. Mereka meyakini bahwa cinta dapat menjadi satu-satunya dunia yang cukup, namun pada akhirnya realitas keras menegaskan ketidakcukupan itu: cinta mereka berakhir dalam kematian dan sunyi.

Karya ini, meski ringkas dalam bentuk dan kata, kaya secara interpretatif jika dibaca melalui lensa postmodernisme—pendekatan sastra yang menolak narasi tunggal, menyoroti fragmentasi makna, dekonstruksi nilai, serta ironi eksistensial manusia. Puisi ini bukan sekadar cerita romantis, tetapi kritik terhadap metanarasi cinta ideal yang diagungkan modernitas, sekaligus eksplorasi eksistensi manusia dalam kondisi terisolasi.

BACA JUGA

Dinsos Lampung Selatan Apresiasi, Pemulihan Sosial Abi Jadi Contoh Nyata

Pengurus Baru Alumni Spanda 82 Diharapkan Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi Sosial

Mati Dalam Sunyi

Sepasang kekasih mati
dalam sunyi pasca-sepakat
melupakan teman-orang tua
karena memilih hidup berdua

Berdua saja, mereka kira
bahagia menari ombak
bernyanyi karang

Tapi putih pasir pantai
hanya tertanam kelapa
dan mereka marah hingga
saling tujah karena betapa
lapar dan dahaga hidup
hanya berdua

2025

Cinta dan Keruntuhan Metanarasi (Lyotard)

Jean-François Lyotard dalam The Postmodern Condition menekankan ketidakpercayaan terhadap narasi besar yang mengklaim kebenaran universal. Puisi ini mengilustrasikan hal itu secara gamblang: metanarasi modern tentang cinta sebagai puncak kebahagiaan dipertanyakan.

Bait pertama, “melupakan teman-orang tua / karena memilih hidup berdua”, menegaskan keputusan radikal pasangan tersebut untuk menolak struktur sosial dan moral konvensional. Mereka menciptakan narasi kecil—hidup “berdua saja”—yang mereka percayai cukup menampung makna hidup. Namun, sebagaimana Lyotard prediksi, narasi kecil ini rapuh: kebahagiaan tidak tercapai, dan cinta kehilangan legitimasi, meninggalkan sunyi sebagai tanda kehancuran makna di dunia pascamodern yang nihilistik.

Dekonstruksi Romantisme dan Sunyi sebagai Simbol Kehampaan (Derrida)

Jacques Derrida menolak adanya makna tunggal dalam teks; makna selalu terpecah (différance). Puisi ini membuka ruang dekonstruksi terhadap konsep romantisme, menampilkan sisi gelap cinta yang sering diidealkan.

Frasa “berdua saja” semula romantis, berubah menjadi ironi eksistensial. Sunyi bukan sekadar latar, tetapi konsekuensi dari keputusan eksklusif yang menutup makna lain. Dalam bait terakhir:

“dan mereka marah hingga saling tujah / karena betapa lapar dan dahaga hidup / hanya berdua”

Terjadi runtuhnya makna cinta; sesuatu yang diagungkan sebagai luhur justru menjadi sumber kehancuran. Derrida menyebut ini pembalikan hierarki makna—romantisme berubah menjadi kekerasan eksistensial, tragedi yang lahir dari isolasi pilihan manusia.

Simulakra dan Realitas Semu (Baudrillard)

Jean Baudrillard berbicara tentang simulakra: realitas yang kehilangan keaslian karena hanya meniru bayangan. Pasangan dalam puisi menciptakan dunia kecil yang meniru ideal cinta, bukan menghadirkan cinta sejati.

“bahagia menari ombak, bernyanyi karang”

Kebahagiaan hanyalah representasi, sebuah simulasi. Ketika kenyataan (lapar, dahaga, keterbatasan) hadir, ilusi itu runtuh. Dunia “berdua saja” hanyalah konstruksi semu, yang pada akhirnya tidak mampu menopang eksistensi. Tragedi akhir menunjukkan kehancuran simulakra, tabrakan antara fantasi dan kenyataan keras kehidupan.

Fragmentasi dan Ketidakhadiran Makna Utuh

Struktur puisi ini non-linear dan terbuka; tidak ada narasi lengkap tentang identitas, lokasi, atau proses kematian. Fragmen-fragmen ini mencerminkan karakter postmodern: dunia yang tercerai-berai, penuh celah, dan meninggalkan ruang interpretasi bagi pembaca. Sunyi menjadi simbol kekosongan makna, di mana pembaca berperan aktif membangun interpretasi, apakah sebagai kehancuran cinta, kegagalan eksistensial, atau metafora isolasi sosial modern.

Dimensi Filosofis Tambahan: Eksistensialisme dan Nihilisme

Puisi ini juga dapat dianalisis dari perspektif eksistensialisme, khususnya pemikiran Sartre dan Camus. Pilihan pasangan untuk hidup berdua tanpa ikatan sosial mencerminkan kebebasan mutlak manusia, namun kebebasan itu membawa konsekuensi eksistensial: kesepian, konflik, dan konfrontasi dengan absurditas hidup. Kematian dalam sunyi menjadi simbol nihilisme—kehidupan yang kehilangan tujuan karena narasi besar telah runtuh.

Kesimpulan

Puisi “Mati Dalam Sunyi (2025)” adalah karya postmodern kontemporer yang kuat, menggugat kepercayaan lama tentang cinta, kebahagiaan, dan makna hidup melalui bahasa sederhana namun sarat paradoks.

Dengan pendekatan Lyotard, Derrida, dan Baudrillard, puisi ini menunjukkan bahwa:

  • Tidak ada kebenaran tunggal tentang cinta (Lyotard);
  • Cinta bisa didekonstruksi menjadi sumber penderitaan (Derrida);
  • Dunia cinta yang diciptakan hanyalah simulasi rapuh (Baudrillard).

Selain itu, puisi ini memadukan unsur fragmentasi dan ambiguitas, mengundang pembaca membangun makna sendiri. Akhirnya, “Mati Dalam Sunyi” bukan sekadar puisi tentang cinta, tetapi juga refleksi mendalam tentang keterasingan manusia, kehampaan makna, dan fragilitas eksistensi di era pascamodern.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: DekonstruksiCintaMatiDalamSunyiMuhammadAlfarieziePuisiPostmodernSastraIndonesia
Previous Post

Lampung Selatan Miliki 8 Camat Baru, Bupati Radityo Egi Pratama Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Bukan Hadiah

Next Post

Peluncuran Fakultas Kedokteran Gigi, Profesi Dietisien, dan Halal Center di Universitas Aisyah Pringsewu Jadi Tonggak Baru Dunia Pendidikan Kesehatan Lampung

Related Posts

Dinsos Lampung Selatan Apresiasi, Pemulihan Sosial Abi Jadi Contoh Nyata
Daerah

Dinsos Lampung Selatan Apresiasi, Pemulihan Sosial Abi Jadi Contoh Nyata

April 20, 2026
Pengurus Baru Alumni Spanda 82 Diharapkan Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi Sosial
Bandar Lampung

Pengurus Baru Alumni Spanda 82 Diharapkan Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi Sosial

April 20, 2026
Pelatihan UMKM, Gubernur Lampung Soroti Pentingnya AI dalam Bisnis
Bandar Lampung

Pelatihan UMKM, Gubernur Lampung Soroti Pentingnya AI dalam Bisnis

April 20, 2026
Hubungkan Bandara dan Canggu, Water Taxi Bali Diproyeksikan Pangkas Waktu Tempuh hingga 30 Menit
Bandar Lampung

Hubungkan Bandara dan Canggu, Water Taxi Bali Diproyeksikan Pangkas Waktu Tempuh hingga 30 Menit

April 20, 2026
Lapas Kalianda Tegaskan Komitmen Anti HALINAR Lewat Deklarasi Bersama Pegawai dan WBP
Daerah

Lapas Kalianda Tegaskan Komitmen Anti HALINAR Lewat Deklarasi Bersama Pegawai dan WBP

April 20, 2026
Kekalahan dari Manchester City Picu Spekulasi Masa Depan Arteta di Arsenal
Daerah

Kekalahan dari Manchester City Picu Spekulasi Masa Depan Arteta di Arsenal

April 20, 2026
Next Post
Peluncuran Fakultas Kedokteran Gigi, Profesi Dietisien, dan Halal Center di Universitas Aisyah Pringsewu Jadi Tonggak Baru Dunia Pendidikan Kesehatan Lampung

Peluncuran Fakultas Kedokteran Gigi, Profesi Dietisien, dan Halal Center di Universitas Aisyah Pringsewu Jadi Tonggak Baru Dunia Pendidikan Kesehatan Lampung

Dana Transfer ke Daerah Turun Rp137 Miliar, Pemkab Pringsewu Pangkas Anggaran Seremonial dan Dinas Luar

Heboh! 60 Persen Tanah Milik Pemkab Pringsewu Sudah Bersertifikat, Sisanya Segera Menyusul!

Sentuh Hati Warga, WFI dan Pemkab Lampung Selatan Bedah Rumah Tak Layak Huni di Dua Desa

Sentuh Hati Warga, WFI dan Pemkab Lampung Selatan Bedah Rumah Tak Layak Huni di Dua Desa

Pemprov Lampung dan Kemenkeu Perkuat Sinergi: Fokus Percepat Penyerapan Anggaran dan Penyelesaian Kegiatan Akhir Tahun 2025

Pemprov Lampung dan Kemenkeu Perkuat Sinergi: Fokus Percepat Penyerapan Anggaran dan Penyelesaian Kegiatan Akhir Tahun 2025

LEIF 2025 Siap Dorong Investasi Lampung, Fokus pada Hilirisasi dan Ekonomi Berbasis Komoditas

LEIF 2025 Siap Dorong Investasi Lampung, Fokus pada Hilirisasi dan Ekonomi Berbasis Komoditas

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Bupati Pringsewu Resmi Buka Bimbingan Manasik Haji 2025, Persiapkan Jamaah Menuju Tanah Suci

Bupati Pringsewu Resmi Buka Bimbingan Manasik Haji 2025, Persiapkan Jamaah Menuju Tanah Suci

April 14, 2025
Rano Alfath Puji Langkah Polri Bongkar Penyelundupan 192 Kg Sabu Jaringan Internasional

Rano Alfath Puji Langkah Polri Bongkar Penyelundupan 192 Kg Sabu Jaringan Internasional

April 15, 2025
Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Polres Lampung Selatan Gelar Temu Tokoh di Ponpes Darul Ma’arif

Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Polres Lampung Selatan Gelar Temu Tokoh di Ponpes Darul Ma’arif

April 22, 2025
Pemprov Lampung Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Meski Aksi Mahasiswa Digelar, ASN Siap Kawal Kondusivitas

Pemprov Lampung Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Meski Aksi Mahasiswa Digelar, ASN Siap Kawal Kondusivitas

September 1, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Dinsos Lampung Selatan Apresiasi, Pemulihan Sosial Abi Jadi Contoh Nyata
  • Pengurus Baru Alumni Spanda 82 Diharapkan Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi Sosial
  • Pelatihan UMKM, Gubernur Lampung Soroti Pentingnya AI dalam Bisnis
  • Hubungkan Bandara dan Canggu, Water Taxi Bali Diproyeksikan Pangkas Waktu Tempuh hingga 30 Menit

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In