Jumat, September 11, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, September 11, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

PKS Batal Usung Anies, Fahri Hamzah: kan Saya Sudah Bilang

Meza Swastika by Meza Swastika
Agustus 13, 2024
in Nasional
Ada Nama Mulyono Dibalik Penjegalan Anies di Pilgub Jabar, Jokowi?

Pendukung Anies Sambut Keputusan Penghapusan Presidential Threshold

InsidePolitik–PKS dikabarkan batal mengusung Anies di Pilgub DKI. Bahkan, ada sinyalemen jika PKS bakal merapat ke KIM dan mendukung Ridwan Kamil.

Itu berarti, Anies bakal terancam gagal maju karena partai pengusungnya, PKS dan beberapa partai penyokong seperti PKB dan NasDem diisukan merapat ke Koalisi Indonesia Maju untuk mendukung Ridwan Kamil.

BACA JUGA

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

Politik Adu Domba Asing: Strategi Lama yang Masih Efektif Menggoyang Negara

Padahal PKS sebelumnya telah menetapkan pasangan calon Anies dan kadernya Sohibul Iman (AMAN) untuk ikut kontestasi Pilkada Jakarta.

Juru bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan membuka peluang baru dengan KIM mendukung Ridwan Kamil.

Kholid mengklaim partainya memberi waktu selama 40 hari untuk Anies mencari partai koalisi pendukungnya karena suara PKS di parlemen masih kurang.

Namun hingga tenggat waktu usai partai lain tidak segera mengumumkan dukungannya terhadap Anies.

Malah beberapa ketua umum partai seperti Muhaimin Iskandar bertemu Prabowo Subianto dan partai-partai di KIM.

Di tempat terpisah, Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan sudah memprediksi jika partai penyokong Anies Baswedan di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jakarta akan berbelok arah.

Hal ini menurut dia, karena partai-partai itu hanya mendukung berdasarkan popularitas saja.

“Dan saya sudah bilang juga kan terkait Bung Anies Baswedan itu juga perlu refleksi, perlu introspeksi. Karena sistem tiket yang ada sekarang ini itu menyebabkan popularitas itu sebenarnya jadi enggak ada gunanya,” kata Fahri.

Fahri mengatakan, seharusnya setiap partai mempertimbangkan calonnya dari proses kaderisasi bukan popularitas.

Elektabilitas Anies memang tertinggi diJakarta. Namun saat ini dia tidak masuk partai mana pun.

“Nah ini introspeksi lah bareng-bareng. Kalau kami mah udah tahu dari awal akan begini. Gitu loh. Mudah-mudahan pada tobat,” ucap dia.

Dia menuding partai-partai yang pro dengan Anies terlalu pragmatis mempertimbangkan berdasarkan popularitas mantan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017-2022 itu.

“Partai-partai yang mengambil Anies Baswedan dulu itu dalam rangka bertahan. Supaya partainya enggak hilang. Dia ambil itu limpahan suara kanan untuk partai mereka. Sekarang setelah selesai Pemilu, Anies tidak diperlukan lagi. Kan begitu mereka itu kan berpikirnya. Enggak ada kepentingannya lagi,” ucap dia.

Fahri juga menepis soal tiga partai penyokong Anies yang hendak balik arah adalah salah satu upaya penjegalan Anies oleh koalisi penyokong Prabowo. “Enggak ada ini soal pragmatisme dalam pemilihan tiket saja,” ujarnya.

Dia mengungkit soal kontestasi politik sebelumnya pada masa Pemilu yang dinilai cukup menegangkan dengan mengideologisasi massa dan menciptakan suasana pemilu yang cukup keras dan tajam.

Jika memang Anies batal maju, Fahri mengatakan popularitas tidak ada gunanya dalam Pilkada Jakarta 2024 ini.

“Nah ini yang dari dulu saya bilang, sistem seperti ini mesti ditata dengan baik ke depan. Sebenarnya dasar dari pencalonan orang itu apa sih? popularitas atau kaderisasi,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Negoro Faizal Assegaf mengumpulkan anggotanya untuk membahas soal Anies yang diisukan gagal maju Pilkada 2024.

Faizal mengklaim ada tiga sosok dari elite politik yang menjadi biang kerok penjegalan Anies.

“Ada manuver dua sampai tiga orang berinisial D, A dan J yang melakukan konspirasi busuk untuk meneror tiga partai untuk membuat Anies dijegal agar tidak masuk ke kontestasi Pilkada,” kata Faizal dalam orasinya di Al Jazeerah Signature Restaurant, Jakarta Pusat pada Ahad, 11 Agustus 2024.

Dia mengatakan penjegalan Anies itu dibalut dengan dalih koalisi yakni melalui Koalisi Indonesia Maju atau KIM Plus.

Faizal mengancam bakal mengerahkan massa jika tiga partai itu tidak jadi memberikan dukungannya untuk Anies Baswedan.

 

Tags: aniesfahri hamzahgelorapilgub dkipkbpks
Previous Post

Jokowi Diisukan Mau Reshufle Kabinet, Menteri dari NasDem dan PDIP Jadi Incaran

Next Post

Golkar Pastikan Rekomendasi di Pilkada Tak Terpengaruh dengan Mundurnya Airlangga

Related Posts

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat
Nasional

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

September 2, 2026
Politik Adu Domba Asing: Strategi Lama yang Masih Efektif Menggoyang Negara
Nasional

Politik Adu Domba Asing: Strategi Lama yang Masih Efektif Menggoyang Negara

Agustus 21, 2026
Mengapa Beda Pilihan Bermusuhan
Nasional

Mengapa Beda Pilihan Bermusuhan

Agustus 21, 2026
Politik Polarisasi Keluarga
Nasional

Politik Polarisasi Keluarga

Agustus 20, 2026
Mengapa Micro Targeting Bahaya
Nasional

Mengapa Micro Targeting Bahaya

Agustus 19, 2026
Politik Data Pribadi Pemilih: Antara Strategi Kampanye dan Hak Privasi
Nasional

Politik Data Pribadi Pemilih: Antara Strategi Kampanye dan Hak Privasi

Agustus 18, 2026
Next Post
Bakal Berpengaruh pada Konstelasi Pilkada, Golkar Kaget dengan Putusan MK

Golkar Pastikan Rekomendasi di Pilkada Tak Terpengaruh dengan Mundurnya Airlangga

Prabowo Bantah Hubungannya dan Jokowi Retak:Adu Domba Terus

Tak Khawatir Tantangan Global, Prabowo Jamin akan Siapkan Anggaran Besar untuk Pembangunan IKN

Putusan MK Nomor 70 Hentikan Langkah Kaesang Maju di Pilkada Serentak

Pemohon Desak Mahkamah Konstitusi Batalkan Putusan MA Tentang Syarat Usia Minimum Calon Kepala Daerah

Ini Pimpinan Sementara DPR Periode 2024-2029

Antisipasi Situasi Geopolitik, Pengamanan Sidang Tahunan Diperketat

PKB Wacanakan Usung Sandiaga-Acep di Pilgub Jabar

Muktamar PKB di Bali Hanya Undang Tokoh Kultural NU Bukan Struktural

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pendaftaran Ditutup, KPU Lampura Pastikan Dua Pasang Cakada Maju Pilkada Lampura

Soal Penetapan Cakada Terpilih, KPU Mesuji Tunggu Putusan MK

Desember 9, 2024
Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

8 Pelaku Pembakaran Kotak Suara di Pilkada Sungai Penuh Masuk DPO

Desember 1, 2024
“Mengapa LPSE”

“Mengapa LPSE”

Januari 15, 2026
LBH Bandar Lampung: Hentikan Kriminalisasi 8 Petani Anak Tuha, Negara Tidak Boleh Tunduk pada Kepentingan Korporasi

LBH Bandar Lampung: Hentikan Kriminalisasi 8 Petani Anak Tuha, Negara Tidak Boleh Tunduk pada Kepentingan Korporasi

Oktober 7, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Belajar Tak Melulu di Kelas, Pramuka SMK Ma’arif 1 Metro Tampil di Kampus
  • Lapas Kalianda Gandeng BPBD Lampung Selatan, Perkuat Mitigasi Risiko Bencana
  • Bupati Riyanto Pamungkas Dorong BUMDes Naik Kelas Lewat Hilirisasi dan Konsolidasi
  • Tanah Mengering, Pemkab Pringsewu dan Ratusan Jamaah Gelar Salat Istisqa
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In