Jumat, Mei 29, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Mei 29, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Parlemen

Politik Laut dan Nelayan Terpinggirkan

Melda by Melda
Februari 16, 2026
in Parlemen
Politik Laut dan Nelayan Terpinggirkan

 

INSIDE POLITIK Ketika Regulasi Bertabrakan dengan Perahu Kecil

BACA JUGA

Mengapa Calon Independen Sulit Menang

Politik Utang Negara yang Disembunyikan

Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Laut membentang luas, sumber daya melimpah, dan jutaan orang menggantungkan hidup dari pesisir.

Namun di balik jargon poros maritim dan ekonomi biru, muncul pertanyaan hukum yang tak kalah penting: mengapa nelayan justru semakin terpinggirkan dalam politik laut?

Laut dalam Perspektif Hukum dan Konstitusi

Secara konstitusional, laut adalah bagian dari kekayaan alam yang dikuasai negara. Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa pengelolaannya harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Dalam praktiknya, makna “rakyat” sering menyempit. Nelayan kecil, yang paling bergantung pada laut, justru kerap tersingkir oleh kebijakan berbasis investasi dan industri.

Politik Laut: Antara Visi Besar dan Realitas Pesisir

Negara, Investasi, dan Proyek Skala Besar

Politik laut Indonesia dalam satu dekade terakhir fokus pada hilirisasi, ekspor, dan penarikan modal. Regulasi dirancang untuk mempermudah investasi perikanan skala besar.

Sayangnya, kebijakan ini sering mengabaikan daya adaptasi nelayan tradisional yang hidup dengan perahu kecil dan alat tangkap sederhana.

Ketimpangan Akses dalam Pengelolaan Laut

Secara hukum, semua warga negara memiliki hak atas sumber daya laut. Namun secara faktual, akses itu tidak setara.

Nelayan kecil harus berhadapan dengan zonasi laut, izin berlapis, dan pembatasan wilayah tangkap, sementara kapal besar justru mendapat kemudahan.

Regulasi yang Menekan Nelayan

Zonasi Laut dan Wilayah Tangkap

Kebijakan zonasi laut bertujuan menata ruang dan menjaga ekosistem. Namun implementasinya sering tidak melibatkan nelayan secara bermakna.

Banyak nelayan kehilangan wilayah tangkap tradisionalnya karena ditetapkan sebagai zona industri, pariwisata, atau konservasi.

Perizinan dan Beban Administratif

Secara hukum, izin dianggap instrumen pengendalian. Namun bagi nelayan kecil, perizinan justru menjadi beban.

Prosedur rumit, biaya tidak langsung, dan minimnya pendampingan membuat nelayan rentan berhadapan dengan sanksi hukum.

Nelayan dalam Posisi Rentan Secara Hukum

Kriminalisasi Nelayan Kecil

Tak sedikit kasus nelayan ditangkap karena dianggap melanggar aturan tangkap, memasuki zona tertentu, atau menggunakan alat yang dilarang.

Padahal, banyak dari mereka tidak pernah mendapatkan sosialisasi hukum yang memadai. Di sini hukum terasa lebih represif daripada protektif.

Ketimpangan Akses Bantuan Hukum

Nelayan jarang memiliki akses ke bantuan hukum. Ketika berhadapan dengan aparat atau perusahaan besar, posisi tawar mereka sangat lemah.

Situasi ini memperdalam jurang ketidakadilan dalam politik laut.

Dampak Sosial: Dari Laut ke Meja Makan

Ketika nelayan terpinggirkan, dampaknya tidak hanya di pesisir. Harga ikan naik, pasokan terganggu, dan ketahanan pangan laut ikut terancam.

Di tingkat keluarga, nelayan menghadapi ketidakpastian penghasilan, anak putus sekolah, dan migrasi paksa ke kota.

Mengapa Nelayan Sulit Didengar?

Masalah utamanya adalah representasi. Nelayan jarang dilibatkan dalam perumusan kebijakan, baik di pusat maupun daerah.

Politik laut lebih sering dibahas di ruang rapat elite, bukan di dermaga atau kampung pesisir.

Menuju Politik Laut yang Berkeadilan

Reformasi Hukum Berbasis Pesisir

Hukum laut seharusnya berpijak pada realitas nelayan kecil. Regulasi perlu disederhanakan, partisipatif, dan berpihak pada kelompok rentan.

Pendekatan one-size-fits-all hanya akan memperlebar ketimpangan.

Menguatkan Peran Nelayan sebagai Subjek Hukum

Nelayan bukan objek kebijakan, melainkan subjek hukum yang punya hak bersuara. Penguatan koperasi, organisasi nelayan, dan pendidikan hukum pesisir menjadi kunci.

Tanpa itu, politik laut akan terus berjalan di atas penderitaan yang tak terlihat.

Insight Praktis untuk Masyarakat

Sebagai penutup, beberapa hal yang bisa dilakukan bersama:

Dukung produk perikanan dari nelayan kecil

Ikuti dan suarakan isu pesisir di ruang publik

Dorong transparansi kebijakan kelautan di daerah

Perkuat solidaritas antara konsumen kota dan nelayan

Politik laut seharusnya tidak hanya bicara kapal besar dan angka ekspor. Ia harus dimulai dari perahu kecil yang setiap hari melawan ombak demi dapur yang tetap mengepul.***

Source: Juan
Tags: Ekonomi Maritimhak nelayanhukum kelautanilustrasi jurnalistikkeadilan pesisirnelayan terpinggirkanpolitik laut
Previous Post

Rencana Pindahtangan Aset Daerah untuk SMA Siger, Sekda dan DPRD Pegang Peran Kunci

Next Post

Teknologi Nggak Salah, Cara Pakainya yang Perlu Dibenerin

Related Posts

Mengapa Calon Independen Sulit Menang
Parlemen

Mengapa Calon Independen Sulit Menang

Februari 28, 2026
Parlemen

Politik Utang Negara yang Disembunyikan

Februari 27, 2026
Mengapa Presiden Disandera Koalisi
Parlemen

Mengapa Presiden Disandera Koalisi

Februari 26, 2026
Mengapa Rakyat Mudah Lupa Skandal
Parlemen

Mengapa Rakyat Mudah Lupa Skandal

Februari 26, 2026
Politik TNI di Ruang Sipil
Parlemen

Politik TNI di Ruang Sipil

Februari 25, 2026
Politik Panggung dan Drama Televisi
Parlemen

Politik Panggung dan Drama Televisi

Februari 25, 2026
Next Post
Teknologi Nggak Salah, Cara Pakainya yang Perlu Dibenerin

Teknologi Nggak Salah, Cara Pakainya yang Perlu Dibenerin

Polemik Dugaan Pungli BKD, GRIB Jaya Desak Transparansi Pemkot Bandar Lampung

Hibah Dipertanyakan, Pangdam: Aturan Jangan Dilanggar

Dari Sindiran ke Solusi, Jalan Rusak Diperbaiki Lewat Kolaborasi Publik

Dari Sindiran ke Solusi, Jalan Rusak Diperbaiki Lewat Kolaborasi Publik

Kontroversi SMA Siger Berlanjut, Publik Tunggu Kepastian Regulasi

Kontroversi SMA Siger Berlanjut, Publik Tunggu Kepastian Regulasi

Semangat Imlek 2577 Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa

Semangat Imlek 2577 Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Bupati Tanggamus Paparkan Rancangan KUA-PPAS 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD: Fokus Infrastruktur, Ketahanan Pangan, dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Bupati Tanggamus Paparkan Rancangan KUA-PPAS 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD: Fokus Infrastruktur, Ketahanan Pangan, dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Oktober 6, 2025
Pegawai Komdigi Beking Judol, Roy Suryo: Nggak Waras!

Judi Online Makin Gawat, Modal Rp500 Perak Sudah Bisa Depo!

November 30, 2024
Polda Lampung Petakan TPS Pilkada di Lampung yang Masuk Kategori Rawan

KPU Targetkan Proses Penghitungan Suara Pilkada di TPS Selesai Pukul 19.00

September 25, 2024
Zulhas Mulai Intens ke Lamsel, Egi Diuntungkan

Miskomunikasi, PKD Bandardalam Nyaris Ribut dengan Tim Sukses Egi-Syaiful

Oktober 24, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Pemerhati Lingkungan Desak Pemprov Lampung Fasilitasi Konflik Nelayan dan Resort Marriot
  • Lampung Kejar Desa Berlistrik 100 Persen, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Beri Dukungan
  • Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
  • Iduladha 1447 H, Pemprov Lampung Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In