Jumat, Mei 29, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Mei 29, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Parlemen

Mengapa Koalisi Gemuk Rentan Pecah

Melda by Melda
Februari 5, 2026
in Parlemen
Mengapa Koalisi Gemuk Rentan Pecah

 

INSIDE POLITIK-Koalisi gemuk kerap dianggap sebagai jaminan stabilitas pemerintahan. Dengan dukungan mayoritas partai di parlemen, pemerintah dinilai memiliki ruang gerak luas untuk menjalankan agenda politiknya. Namun pengalaman politik Indonesia menunjukkan, koalisi yang terlalu besar justru sering rapuh dan rentan pecah.

BACA JUGA

Mengapa Calon Independen Sulit Menang

Politik Utang Negara yang Disembunyikan

Apa yang dimaksud dengan koalisi gemuk? Koalisi gemuk merujuk pada aliansi politik yang melibatkan banyak partai, biasanya mencakup sebagian besar kursi di parlemen. Koalisi ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan pemilu, tetapi juga untuk mengamankan dukungan legislatif dalam pemerintahan.

Siapa saja yang terlibat dalam koalisi gemuk? Aktor utamanya adalah partai politik peserta pemilu, baik partai besar maupun kecil. Di dalamnya terdapat elite partai, pimpinan fraksi DPR, serta pejabat eksekutif yang mewakili kepentingan partai masing-masing. Semakin banyak aktor, semakin beragam pula kepentingan yang harus dikelola.

Kapan koalisi gemuk mulai terbentuk? Koalisi besar biasanya terbentuk pascapemilu, terutama ketika tidak ada satu partai yang memperoleh mayoritas mutlak. Dalam konteks Indonesia, koalisi gemuk juga sering dibangun untuk meredam oposisi dan menciptakan kesan persatuan nasional.

Di mana keretakan koalisi gemuk paling sering terjadi? Keretakan paling sering muncul di ruang-ruang pengambilan keputusan strategis, seperti pembahasan kabinet, alokasi jabatan, dan perumusan kebijakan penting di parlemen. Konflik juga kerap muncul menjelang pemilu berikutnya, ketika partai mulai memikirkan posisi elektoral masing-masing.

Mengapa koalisi gemuk rentan pecah? Salah satu penyebab utama adalah heterogenitas kepentingan. Partai-partai dalam koalisi sering kali tidak disatukan oleh ideologi atau platform kebijakan yang sama, melainkan oleh kepentingan jangka pendek. Ketika kepentingan itu berubah, ikatan koalisi melemah.

Distribusi kekuasaan juga menjadi sumber konflik. Jabatan menteri, pimpinan lembaga, dan proyek strategis menjadi komoditas politik. Ketika pembagian dianggap tidak adil, partai yang merasa dirugikan mulai mengambil jarak atau bersikap kritis terhadap pemerintah.

Koalisi gemuk juga menghadapi masalah disiplin internal. Dengan mayoritas besar, kontrol terhadap anggota koalisi menjadi longgar. Partai merasa tidak terlalu dibutuhkan, sehingga lebih berani bersikap berbeda atau bahkan menentang kebijakan pemerintah tanpa takut kehilangan pengaruh.

Dari sisi hukum, bagaimana koalisi diatur? Secara konstitusional, koalisi politik tidak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 hanya menyebutkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Koalisi lebih lanjut diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, khususnya terkait ambang batas pencalonan presiden. Namun undang-undang ini tidak mengatur kewajiban loyalitas partai setelah pemerintahan terbentuk. Artinya, koalisi bersifat politis, bukan kontrak hukum yang mengikat secara yuridis.

Dalam konteks parlemen, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik memberikan otonomi kepada partai untuk menentukan sikap politiknya. Fraksi di DPR dapat mendukung atau menolak kebijakan pemerintah sesuai keputusan internal partai, meskipun partai tersebut berada dalam koalisi.

Ketiadaan ikatan hukum yang kuat membuat koalisi gemuk sangat bergantung pada negosiasi politik. Selama kepentingan masih sejalan, koalisi bertahan. Namun ketika terjadi perbedaan agenda atau perebutan pengaruh, tidak ada mekanisme hukum yang mencegah perpecahan.

Dari perspektif demokrasi, koalisi gemuk menyimpan paradoks. Di satu sisi, ia menciptakan stabilitas jangka pendek dan memudahkan pengambilan keputusan. Di sisi lain, oposisi menjadi lemah, fungsi pengawasan berkurang, dan perdebatan kebijakan kehilangan daya kritis.

Koalisi yang terlalu besar juga berisiko mengaburkan akuntabilitas. Ketika hampir semua partai berada di dalam pemerintahan, publik kesulitan membedakan siapa yang bertanggung jawab atas kebijakan yang gagal. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap partai dan lembaga politik bisa menurun.

Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa koalisi yang lebih ramping, tetapi berbasis kesamaan visi, cenderung lebih tahan uji. Koalisi seperti ini memang menuntut kompromi, tetapi memiliki arah yang lebih jelas dan disiplin politik yang lebih kuat.

Koalisi gemuk bukan jaminan stabilitas jangka panjang. Tanpa fondasi ideologis dan mekanisme pengelolaan konflik yang matang, koalisi besar justru mudah retak. Tantangan ke depan adalah membangun koalisi yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga solid dalam visi dan tanggung jawab demokratis.***

 

 

Source: Tendri
Tags: demokrasikoalisi politikparlemen Indonesiapartai politikStabilitas Pemerintahan
Previous Post

Politik Bansos dan Kritik yang Redup

Next Post

Dari Dukungan ke Penutupan, Manuver Komisi 4 DPRD dalam Polemik SMA Siger

Related Posts

Mengapa Calon Independen Sulit Menang
Parlemen

Mengapa Calon Independen Sulit Menang

Februari 28, 2026
Parlemen

Politik Utang Negara yang Disembunyikan

Februari 27, 2026
Mengapa Presiden Disandera Koalisi
Parlemen

Mengapa Presiden Disandera Koalisi

Februari 26, 2026
Mengapa Rakyat Mudah Lupa Skandal
Parlemen

Mengapa Rakyat Mudah Lupa Skandal

Februari 26, 2026
Politik TNI di Ruang Sipil
Parlemen

Politik TNI di Ruang Sipil

Februari 25, 2026
Politik Panggung dan Drama Televisi
Parlemen

Politik Panggung dan Drama Televisi

Februari 25, 2026
Next Post
Dari Dukungan ke Penutupan, Manuver Komisi 4 DPRD dalam Polemik SMA Siger

Dari Dukungan ke Penutupan, Manuver Komisi 4 DPRD dalam Polemik SMA Siger

Ultimatum Laskar Lampung: Polda Jangan Main-Main, Kasus 387 Honorer Metro Diduga Kejahatan Terstruktur

Ultimatum Laskar Lampung: Polda Jangan Main-Main, Kasus 387 Honorer Metro Diduga Kejahatan Terstruktur

SMA Siger Bukan Urusan Kampanye, Ini Soal Anak SMA yang Diduga Ditelantarkan di SMP Negeri

SMA Siger Bukan Urusan Kampanye, Ini Soal Anak SMA yang Diduga Ditelantarkan di SMP Negeri

Pemanggilan Kadis Pendidikan Jadi Sorotan, Kasus SMA Siger Masih Berlanjut

Pemanggilan Kadis Pendidikan Jadi Sorotan, Kasus SMA Siger Masih Berlanjut

Komisi 4 DPRD Bandar Lampung Diingatkan Soal Risiko SMA Siger Ilegal

Komisi 4 DPRD Bandar Lampung Diingatkan Soal Risiko SMA Siger Ilegal

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

Pendukung Paslon di Tapanuli Utara Keroyok Tim Paslon lain, 4 Orang Terluka

November 10, 2024
Langgar Partai, Belasan Kader PDIP Lampura Dukung Ardian

PDIP Tarik Rekomendasi untuk Ela di Pilkada Lamtim, Resmi Usung Dawam-Ketut Erawan

September 4, 2024
Pasangan Ardjuno Tancap Gas Setelah Rakerdasus PDIP

Sutono Akui Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Debat:Kami Sudah Berpengalaman

Oktober 12, 2024
Tak Ada Susu di Makan Bergizi Gratis, Ini Alasan Gerindra

Mendagri Ungkap APBD Daerah Bakal Dipotong untuk Makan Bergizi Gratis

Januari 18, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Pemerhati Lingkungan Desak Pemprov Lampung Fasilitasi Konflik Nelayan dan Resort Marriot
  • Lampung Kejar Desa Berlistrik 100 Persen, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Beri Dukungan
  • Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
  • Iduladha 1447 H, Pemprov Lampung Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In