Ngakak Politik Harian
INSIDE POLITIK– Program Makan Bergizi (MBG) yang digadang-gadang jadi solusi sehat untuk pelajar di Lampung mendadak berubah jadi Makan Berisiko Gawat. Pasalnya, sejumlah siswa dikabarkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang seharusnya bergizi, tapi nyatanya lebih mirip “uji nyali perut.”
Masyarakat pun ramai bersuara: jika pengelolaan MBG masih ditangani pihak luar yang sibuk tender dan proyek, hasilnya memang bisa jadi makanan basi. Usulan baru muncul: kenapa tidak langsung dikelola sekolah saja?
Dengan sekolah sebagai pengelola, setidaknya kepala sekolah dan guru bisa mengawasi menu, kebersihan, hingga kualitas makanan. Murid pun bisa makan tenang tanpa harus menyiapkan obat diare di saku celana.
Salah satu wali murid nyeletuk, “Kalau sekolah yang kelola, minimal kalau makanannya basi, gampang dituntut. Kalau sekarang, yang disalahin malah tukang catering entah dari mana.”
Di media sosial, warganet pun berkreasi:
Meme : Logo MBG diganti jadi “Makan Basi Gratis.”
Pertanyaannya kini sederhana tapi menggelitik:
Apakah program MBG ini mau terus jadi proyek gizi atau malah proyek uji nyali kesehatan?
Kalau tetap dikelola seperti sekarang, jangan-jangan laporan akhir program bukan lagi daftar menu sehat, tapi daftar murid yang Survivor Keracunan Nasional.***




















