NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Pasar saham Indonesia mendadak kayak roller coaster rusak. Begitu kabar Sri Mulyani cabut dari kursi Menteri Keuangan, IHSG langsung merosot tajam, rupiah ikut ngos-ngosan, dan investor mendadak rajin update status: “Ya Allah, dompetku ikut copot.”
Yang bikin ngakak sekaligus ngelus dada, menteri penggantinya justru tampil santai. Sambil tersenyum, ia bilang, “Tenang, target pertumbuhan ekonomi 8% kok bisa tercapai.”
Rakyat kecil pun hanya bisa geleng-geleng: “8% itu apa? Harga cabai aja naiknya lebih dari itu, Pak.”
Investor Panik, Warung Kopi Juga Panik
Begitu pasar jatuh, investor kelas kakap langsung heboh. Tapi rakyat kecil juga ikut bingung: “Kalau saham turun, apakah harga bakso naik? Soalnya yang jelas naik cuma bensin sama listrik, bukan saldo tabungan.”
Seorang pedagang gorengan di Tanah Abang bahkan nyeletuk, “Kalau Sri Mulyani pegang ekonomi, kami masih bisa goreng tempe. Kalau diganti begini, jangan-jangan tempe aja ikut IPO.”
Menteri Baru: Janji Manis, Rakyat Pahit
Menteri keuangan baru tetap pede dengan jurus “pro-pertumbuhan”. Ia berjanji tidak akan takut pada kritik pasar, bahkan siap melawan.
Tapi rakyat kecil yang tiap hari ngantri minyak goreng malah nyeletuk, “Bapak lawan pasar saham boleh, tapi jangan lawan perut kami yang kosong.”
Satir Penutup: Bursa Saham Jadi Panggung Stand-up
Kehilangan Sri Mulyani ibarat kehilangan biduan dangdut andalan. Gantinya mungkin vokalnya keras, tapi nadanya sering fals.
IHSG boleh anjlok, tapi humor politik tetap naik daun. Kalau menteri keuangan terus “sok cuek” dan ngibarin target ekonomi 8% sambil acuh ke rakyat kecil, jangan heran kalau pasar uang berubah jadi pasar malam: rame, ribut, tapi penuh trik sulap.
Rakyat cuma bisa nunggu—apakah ekonomi mau sehat… atau sekadar jadi bahan lawakan tiap minggu.




















