Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Minggu, Agustus 30, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Ini 7 Provinsi yang Angka Golputnya Tinggi di Pilkada 2024

Meza Swastika by Meza Swastika
Desember 5, 2024
in Nasional
Polda Lampung Petakan TPS Pilkada di Lampung yang Masuk Kategori Rawan

Pelantikan Kepala Daerah Dijadwalkan Maret 2025

 

InsidePolitik–Berikut ini 7 provinsi yang angka golputnya tinggi di Pilkada 2024.

BACA JUGA

Politik Adu Domba Asing: Strategi Lama yang Masih Efektif Menggoyang Negara

Mengapa Beda Pilihan Bermusuhan

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, memaparkan data golongan putih (golput) yang mengalami kenaikan pada Pilkada 2024 di 7 provinsi besar.

Provinsi tersebut meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan.

“Data quick count kita menunjukkan bahwa rata-rata angka golput di 7 provinsi ini 37,63%, jadi ini dibikin rata rata dari golput di 7 provinsi ini,” ujar Adjie.

Adjie mengungkapkan angka golput di Jakarta pada pilgub sebelumnya sebesar 20,5 persen. Sedangkan, pada 2024 naik jauh mencapai 46,91 persen.

“Untuk angka golput di Banten pada pilgub sebelumnya naik sedikit dari 36,1 persen, kini menjadi 37,78 persen pada Pilgub 2024. Sedangkan, Jawa Barat terjadi kenaikan signifikan dari 29,7 persen di pilgub sebelumnya, menjadi 36,98 persen di Pilgub 2024,” jelas dia.

Adjie mengatakan angka golput di Jawa Timur pada pilgub sebelumnya naik dari 33,08 persen, menjadi 34,68 persen pada Pilgub 2024. Di Sumatra Utara pada pilgub sebelumnya 38,22 persen, tahun ini naik signifikan menjadi 46,41 persen.

Jawa Tengah, kata Adjie, turun sedikit dari pilgub sebelumnya 32,36 persen menjadi 29,48 persen pada Pilgub 2024. Terakhir, angka golput naik di Provinsi Sulawesi Selatan pada pilgub sebelumnya 29,84 persen, kini di Pilgub 2024 menjadi 31,14 persen.

“Jika kita jumlahkan, terdapat kenaikan angka rata-rata golput pada Pilkada 2024, yakni 6,23 persen dari Pilgub sebelumnya,” papar dia.

Adjie menjelaskan ada beberapa faktor penyebab kenaikan angka golput yang merata di 7 provinsi besar tersebut. Pertama, jeda waktu yang berdekatan antara pemilu dan pilkada membuat masyarakat merasa bosan dan lelah dengan hiruk pikuk elektoral, sehingga perhatian dan energi telah terkuras dalam Pilpres dan Pileg 2024 dan membuat pilkada menjadi kurang daya tarik.

“Memang jarak antara pilpres dan pilkada tidak terlalu jauh jadi hanya berjarak kurang lebih setahun, jadi kita melihat bahwa akibat perhatian dan energi yang sudah terkuras pada, sehingga waktu masuk di pilkada dinilai kurang ada daya tariknya,” kata dia.

Faktor kedua, kandidat yang bertarung dianggap kurang pesonanya, terutama terjadi di Jakarta dan Sumatra Utara. “Kandidat yang lebih favorit di daerah itu seperti Anies Baswedan dan Ahok di Jakarta terlambat maju secara politik untuk maju,” ujar dia.

Faktor ketiga penyebab tingginya golput dalam pilkada ialah masyarakat semakin tidak yakin seberapa besar kepala daerah bisa mengubah hidup mereka. Menurut dia, rakyat semakin yakin keputusan penting yang berdampak dalam hidup mereka lebih ditentukan pemerintah pusat.

“Karena banyak sekali sekarang program pemerintah pusat yang populis yang menyentuh masyarakat bawah,” ucap Adjie.

Faktor terakhir disebabkan bertambahnya apatisme politik. Hal ini terjadi karena ada polarisasi politik, korupsi, dan gaya hidup mewah para pejabat negara.

“Isu polarisasi politik, korupsi di pemerintahan, kemewahan hidup sebagian pejabat negara, membuat apatisme politik meninggi,” ujar dia.

 

Previous Post

Masalah Geografis dan Sinyal Hambat Penghitungan Suara Pilkada di Papua

Next Post

UNIK!2 Paslon di Pilkada Barito Utara dapat Perolehan Suara yang Sama Persis

Related Posts

Politik Adu Domba Asing: Strategi Lama yang Masih Efektif Menggoyang Negara
Nasional

Politik Adu Domba Asing: Strategi Lama yang Masih Efektif Menggoyang Negara

Agustus 21, 2026
Mengapa Beda Pilihan Bermusuhan
Nasional

Mengapa Beda Pilihan Bermusuhan

Agustus 21, 2026
Politik Polarisasi Keluarga
Nasional

Politik Polarisasi Keluarga

Agustus 20, 2026
Mengapa Micro Targeting Bahaya
Nasional

Mengapa Micro Targeting Bahaya

Agustus 19, 2026
Politik Data Pribadi Pemilih: Antara Strategi Kampanye dan Hak Privasi
Nasional

Politik Data Pribadi Pemilih: Antara Strategi Kampanye dan Hak Privasi

Agustus 18, 2026
Mengapa Rakyat Butuh Literasi di Tengah Arus Informasi Cepat
Nasional

Mengapa Rakyat Butuh Literasi di Tengah Arus Informasi Cepat

Agustus 17, 2026
Next Post
Pasangan Zaiful Bokhari-Wahyudi Konsultasi ke KPU Lamtim, Bakal Jadi Lawan Ela?

UNIK!2 Paslon di Pilkada Barito Utara dapat Perolehan Suara yang Sama Persis

Bawaslu Metro Ingatkan ASN untuk Netral

Bawaslu Terima 1500 Laporan Pelanggaran Pilkada, Ketidaknetralan Aparat Mendominasi

Bawaslu Metro Ingatkan ASN untuk Netral

Tak Mampu Tuntaskan Politik Uang, Kantor Bawaslu Bulukumba Dilempar Kotoran Sapi

Langgar Partai, Belasan Kader PDIP Lampura Dukung Ardian

Kekalahan PDIP Mendominasi di Pilkada Lampung

Kemendagri Tegaskan Dana PI 10 Persen Diberikan Melalui Skema B2B

Kemendagri Tegaskan Dana PI 10 Persen Diberikan Melalui Skema B2B

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Mulai Besok, Pemprov Lampung Gagas Shalat Jumat Berjamaah di Masjid Kota Baru

Pj Gubernur Lampung Ajak Kaum Perempuan Ikut Sosialisasi Pilkada

Oktober 26, 2024

Migliori casino non AAMS per appassionati di eventi sportivi

April 29, 2026
Jokowi Bantah Dirinya Dianggap Menjegal Anies di Pilkada Jakarta dan Jabar

Jokowi Ngaku Hampir Digulingkan Saat Proses Akuisisi Sahan Freeport

September 20, 2024
Ini Profil Abi Hasan Mu’an yang Paling Potensial Pimpin Golkar Lampung

Abi Hasan Mu’an Siap Pimpin Golkar Lampung:Kita Besarkan Golkar Bersama

Oktober 22, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Buku Rp70 Ribu dan 14 LKS, Praktik Jual Beli di Sekolah Kalianda Jadi Sorotan
  • Spirit of Krakatoa antar Lampung Selatan juara I fashion show wastra nusantara
  • Puluhan Tahun Mengabdi sebagai Pemangku, Pak Gurun Putu Sugiarto Diantar dalam Upacara Ngaben
  • Kartu BPJS mati jadi keluhan warga saat reses anggota DPRD Pringsewu

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In