Selasa, September 22, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, September 22, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 2)

Meza Swastika by Meza Swastika
September 16, 2024
in Daerah
Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

RUU Kepemiluan Rawan 'Diakali' Ketika Pakai Omnibus Law

 

Sikap KPU Lamtim yang sebelumnya menolak pendaftaran pasangan Dawam Rahardjo-Ketut Erawan menimbulkan pertanyaan. Apalagi, alasan penolakan yang dijadikan dasar oleh KPU Lamtim pun tak substantif. Muncul pula dugaan adanya tekanan dari pihak tertentu.

BACA JUGA

Dua Tahun Dugaan Pencabulan Anak Belum Jelas, Sejumlah Kalangan Desak Polres Lampung Selatan Beri Kepastian Hukum

Dugaan Penggelapan Mobil Rental, PRO RAKYAT Minta Polda Lampung Buka Proses Hukum

InsidePolitik–Indikasi adanya tekanan pihak tertentu terhadap penolakan pendaftaran pasangan Dawam-Ketut juga makin menguat mana kala beredar sebuah rekaman percakapan antara pendukung pasangan Dawam-Ketut dengan orang tua dari Haris Fajar Ardiansyah, petugas admin Silon pasangan Ela-Azwar.

Dalam rekaman suara antara pendukung pasangan Dawam-Ketut dan orang tua Haris yang beredar luas di media sosial itu, ibu dari Haris menyebut bahwa seorang rekan Wulan menghubungi dirinya dan menyebut posisi Haris dan Wulan sedang terancam.

“Kancane Wulan wes ngebel aku, pokoke dongak ne mbak Wulan karo Haris, mesakne. Posisinya terancam dari kedua belah pihak, terus piye pak anak ku (sahabatnya Wulan sudah menghubungi saya, pokoknya doakan Mbak Wulan dan Haris, kasihan. Posisinya terancam dari kedua belah pihak, terus bagaimana pak, anak saya),” terang suara yang diduga adalah suara Siti ibu dari Haris.

Dalam rekaman itu pula, Siti mengaku khawatir karena ponsel anak dan menantunya tak bisa dihubungi.

Haris diketahui menghilang saat pasangan Dawam-Ketut hendak melakukan pendaftaran di akhir masa perpanjangan pendaftaran sebelumnya, tanggal 4 September 2024.
Ponsel Haris tak bisa dihubungi, padahal keberadaannya dibutuhkan untuk mengakses Silon dan mengubah dukungan PDIP.

Namun, karena Haris menghilang, pasangan Dawam-Ketut tak bisa mendaftar, mengingat rekomendasi PDIP sebelumnya diberikan kepada pasangan Ela-Azwar, sehingga data yang ada di Silon tak bisa diubah.

Belakangan, terkait adanya indikasi ancaman terhadap Haris ini, Wiwit Fauzan selaku kuasa hukum dari Haris Fajar Ardiansyah menegaskan bahwa tak ada ancaman apapun dan dari pihak manapun, terhadap Haris seperti yang disebutkan oleh orang tua Haris dalam rekaman percakapan tersebut.

Soal rekaman yang beredar, Wiwit menegaskan bahwa saat itu orang tua Haris dalam kondisi tertekan, sehingga rekaman itu tak bisa dijadikan dasar terhadap indikasi adanya tekanan dari pihak tertentu.

“Kita sudah konfirmasi dengan orang tua Haris, bahwa saat itu orang tua Haris dalam kondisi tertekan dengan banyaknya pertanyaan yang tidak dia pahami, sampai akhirnya keluar pernyataan seperti yang ada dalam rekaman itu,” kata Wiwit.

Wiwit juga menambahkan ketika pasangan Dawam-Ketut melakukan pendaftaran pada tanggal 4 September 2024, Haris juga masih berada di kantor KPU.

Namun, penjelasan Wiwit yang menyebut Haris berada di Kantor KPU saat pendaftaran pasangan Dawam-Ketut ini, tak sesuai dengan fakta yang terjadi, Haris sama sekali tak bisa dihubungi, kedua ponselnya pun tak ada yang aktif.

Ketidakhadiran Haris di Kantor KPU Lamtim ini yang kemudian membuat proses pendaftaran pasangan Dawam-Ketut terhambat, karena akses Silon untuk mengubah rekomendasi dukungan PDIP tak bisa dilakukan, sebab hanya Haris yang mengetahui kata sandi untuk mengakses Silon pasangan Ela-Azwar.

Ketiadaan Haris ini, yang kemudian jadi salah satu alasan KPU Lamtim menolak pendaftaran pasangan Dawam-Ketut, hal ini tertuang dalam surat yang dikirimkan KPU Lamtim kepada DPC PDIP Lamtim perihal penolakan pendaftaran pasangan Dawam-Ketut.

Dalam surat bernomor 536/PL 02.2-SD/1807/2024 tertanggal 4 September 2024 yang ditandatangani oleh Ketua KPU Wasiyat Jarwo Asmoro itu, terdapat sejumlah poin, dasar penolakan pendaftaran, diantaranya adalah status PDIP yang masih tercatat sebagai partai pengusung pasangan Ela-Azwar seperti yang tercantum dalam Silon Kepala Daerah.

Selain itu, pasangan Dawam-Ketut juga belum mengajukan pendaftaran (Submit) pada Silon.

KPU Lamtim merujuk pada Keputusan KPU 1229/2024 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian Persyaratan Administrasi Calon, dan Penetapan Pasangan Calon Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang mensyaratkan pencabutan dukungan kepada calon dapat dilakukan apabila disetujui oleh partai pengusung.

Padahal, menurut kuasa hukum pasangan Dawam-Ketut, Ahmad Handoko, sesuai dengan hierarki undang-undang menjadi acuan tertinggi dibandingkan petunjuk teknis.
“Bagaimana mungkin status juknis Keputusan KPU 1229/2024 bisa lebih tinggi hierarkinya dari Undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU Nomor 8 Tahun 2022. Perlu diketahui, petunjuk teknis tak boleh bertentangan dengan aturan yang ada diatasnya,” kata Ahmad Handoko.

Karena, lanjut Handoko, UU Pilkada dan Peraturan KPU sama sekali tidak mengatur syarat penarikan dukungan untuk calon tunggal.

“Penting pula dipahami bahwa Silon hanyalah alat bantu dan pelengkap pendaftaran dan tidak bisa dijadikan acuan, apalagi pada saat pasangan Dawam-Ketut mau mendaftar, petugas admin Silon juga tidak diketahui keberadaannya,” terang Handoko.

Ada Nunik di Pilkada Lamtim

Hiruk pikuk Pilkada Lamtim juga menyeret nama Chusnunia Chalim, mantan Wagub Lampung yang kini terpilih sebagai Anggota DPR RI.

Chusnunia yang akrab disapa Nunik ini, disebut punya peran penting dalam menentukan kandidat, termasuk memilih Ela Siti Nuryamah ketimbang mengusung kembali Dawam Rahardjo di Pilkada Lamtim, meskipun Dawam adalah Ketua DPC PKB Lamtim.

Padahal, jasa Dawam membesarkan PKB di Lamtim juga tak sedikit. Pada pileg lalu, PKB bahkan berhasil menjadi partai pemenang pemilu di Lampung Timur dengan perolehan 12 kursi.

Perolehan 12 kursi ini meningkat jika dibandingkan pada pileg 2019, yang hanya berhasil meraih 8 kursi DPRD Lamtim. Tingginya perolehan kursi PKB di Pileg 2024 ini bahkan mengalahkan perolehan kursi PKB di saat Nunik masih menjadi Bupati Lamtim.

Gesekan antara Nunik dan Dawam mulai terlihat mana kala Ketua DPW PKB Lampung itu lebih memilih Wahyudi untuk maju di Pilkada Lamtim. Sejak itu, hubungan Dawam dan Nunik memang mulai renggang.

Belakangan, Nunik batal mengusung Wahyudi, nama Ela Siti Nuryamah tiba-tiba muncul di awal Juli 2024 lalu, dan langsung memperoleh rekomendasi dari NasDem sebagai Bakal Calon Bupati Lamtim.

Saat menerima rekomendasi dari NasDem itu, Ela didampingi Nunik. Ini menjadi tanda bahwa PKB juga bakal mengusung Ela.

Nama Ela Siti Nuryamah yang tak diperhitungkan sebelumnya ini, memang membuat peta dukungan berubah kembali, meski semua mahfum jika Ela adalah karib Nunik sejak lama.
Padahal, dengan perolehan 12 kursi di DPRD Lamtim, PKB sudah bisa mengusung kandidat sendiri. Namun, Nunik punya strategi lain untuk Ela.

Ia ingin hanya ada Ela di Pilkada Lamtim. Strateginya memborong semua rekomendasi parpol peraih kursi di DPRD Lamtim sukses membuat calon lain kelimpungan, termasuk Dawam Rahardjo dan politisi senior PKB, Noverisman Subing. Belakangan karena kecewa , Noverisman Subing loncat ke Golkar.

Beredar kabar juga jika dukungan Nunik untuk Ela ini, karena didasari oleh kegagalan Ela untuk duduk kembali di DPR RI. Kegagalan Ela terpilih kembali ini, karena majunya Nunik di Dapil II Lampung.

Padahal, Dapil II yang meliputi; Kabupaten Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji dan Way Kanan, adalah daerah basis pemilih Ela Siti Nuryamah.

Kegagalan Ela untuk duduk kembali di Senayan inilah yang disebut menjadi alasan Nunik akhirnya memilih Ela Siti Nuryamah maju di Pilkada Lamtim,”kalau bisa disebut pencalonan Ela di Pilkada Lamtim ini, sebagai upaya menebus kesalahan Nunik, karena sudah mengambil dapilnya Ela,” terang salah seorang pengurus PKB yang mewanti namanya tak disebutkan.

Hal ini terlihat dari sikap Nunik yang cenderung pasang badan membela Ela. Bisa dikatakan, langkah politik Ela di Pilkada Lamtim memang sepenuhnya menggunakan strategi Nunik, mulai dari mencari rekomendasi parpol, membangun koalisi gemuk, agar Ela hanya melawan kotak kosong di Pilkada Lamtim.

Terkait hal ini, jaringan media Pantau Media Group mencoba beberapa kali berusaha mewawancarai Nunik, namun hingga berita ini diturunkan, Nunik belum juga memberikan respon, termasuk ketika Nunik dan Ela melakukan kunjungan ke kantor DPD PDIP Lampung pada awal Juli lalu, Nunik tetap tak mau memberikan jawaban ketika ditanya tentang alasannya lebih memilih Ela daripada Dawam.

Putri Ulama Terkenal

Di Lampung Timur, siapa yang tak kenal dengan Nunik. Ia adalah putri dari KH Abdul Chalim Maftuhin, termasuk Jihan Nurlela yang kini menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Lampung yang berpasangan dengan Rahmat Mirzani Djausal, dan Sasa Chalim yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Lampung. KH Abdul Halim juga pernah menjadi Mustasyar NU Lampung periode 2012-2017.

Tak hanya itu saja, Nunik juga merupakan cucu dari K.H. Maksum Lasem, ulama kharismatik sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al Hidayah Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Karenanya, pengaruh Nunik memang amat kuat di Lampung Timur, bahkan Jihan Nurlela, sebelum menjadi bacawagub, berhasil terpilih kembali sebagai Anggota DPD RI dengan perolehan suara tertinggi dibanding 3 anggota DPD RI terpilih lainnya dari Dapil Lampung. Jihan meraih total 910.318 suara, yang 80 persen diantaranya disumbang dari Kabupaten Lampung Timur.

Sedangkan, Sasa Chalim yang maju melalui Dapil VIII atau Kabupaten Lampung Timur juga berhasil terpilih, dengan meraih suara tertinggi kedua sebanyak 30.070 suara.
Trah Chalim di Lampung Timur memang amat dihormati oleh warga kultural Nahdlatul Ulama di Lampung Timur. Lampung Timur juga diketahui sebagai salah satu kantong NU terbesar di Lampung.

Previous Post

Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

Next Post

Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 3, Habis)

Related Posts

Dua Tahun Dugaan Pencabulan Anak Belum Jelas, Sejumlah Kalangan Desak Polres Lampung Selatan Beri Kepastian Hukum
Daerah

Dua Tahun Dugaan Pencabulan Anak Belum Jelas, Sejumlah Kalangan Desak Polres Lampung Selatan Beri Kepastian Hukum

September 21, 2026
Dugaan Penggelapan Mobil Rental, PRO RAKYAT Minta Polda Lampung Buka Proses Hukum
Bandar Lampung

Dugaan Penggelapan Mobil Rental, PRO RAKYAT Minta Polda Lampung Buka Proses Hukum

September 21, 2026
Diguyur Hujan Tak Surutkan Antusias Warga, Pasar Malam Padang Ratu Tetap Ramai
Daerah

Diguyur Hujan Tak Surutkan Antusias Warga, Pasar Malam Padang Ratu Tetap Ramai

September 21, 2026
Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR
Bandar Lampung

Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR

September 20, 2026
TN Way Kambas Perkuat Pembatas Kawasan, 150–170 Gajah Jadi Fokus Perlindungan
Daerah

TN Way Kambas Perkuat Pembatas Kawasan, 150–170 Gajah Jadi Fokus Perlindungan

September 20, 2026
Dua tahun laporan dugaan pelecehan belum jelas, ibu korban bersurat ke Bupati Lampung Selatan
Daerah

Dua tahun laporan dugaan pelecehan belum jelas, ibu korban bersurat ke Bupati Lampung Selatan

September 20, 2026
Next Post
Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 3, Habis)

Koalisi Non Parlemen Bersiap Usung Calon Walikota Bandar Lampung Sendiri

Empat Parpol Non Parlemen Dukung Pasangan Ardjuno di Pilgub Lampung

Golkar dan NasDem Serahkan Rekom untuk Egi-Syaiful di Pilkada Lamsel

Mantan Cabup Lamsel Hendri Rosyadi Jadi Ketua Tim Pemenangan Egi-Syaiful

Hanya Satu Cakada yang Daftar, KPU Tubaba Perpanjang Masa Pendaftaran

KPU Lampung Gelar Simulasi Kotak Kosong di Dua Daerah Awal Oktober

Pasangan Zaiful Bokhari-Wahyudi Konsultasi ke KPU Lamtim, Bakal Jadi Lawan Ela?

Termasuk Lampung Timur, Pemprov Lampung Usulkan Empat Nama Pjs Kepala Daerah

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Banjir dan Longsor

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Banjir dan Longsor

Agustus 31, 2025
Ketua Komisi II DPR Bantah Upaya Rapat Konsinyering untuk Bahas Putusan MA

Belum Kuorum, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Agustus 22, 2024
Meski Pencalonannya Sudah Dibatalkan KPU Papua Barat Daya, AFU Tetap Gelar Kampanye

Masalah Geografis dan Sinyal Hambat Penghitungan Suara Pilkada di Papua

Desember 5, 2024
Muswil XXIII IPM Lampung, Jihan Tekankan Intelektualitas dan Karakter Pelajar

Muswil XXIII IPM Lampung, Jihan Tekankan Intelektualitas dan Karakter Pelajar

Juni 10, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Dua Tahun Dugaan Pencabulan Anak Belum Jelas, Sejumlah Kalangan Desak Polres Lampung Selatan Beri Kepastian Hukum
  • Dugaan Penggelapan Mobil Rental, PRO RAKYAT Minta Polda Lampung Buka Proses Hukum
  • Diguyur Hujan Tak Surutkan Antusias Warga, Pasar Malam Padang Ratu Tetap Ramai
  • Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In