INSIDE POLITIK- Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengikuti pelatihan menulis puisi dwibahasa atau Indonesia-Inggris. Kegiatan yang digelar Program Studi Magister Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan UTI ini tidak dipungut biaya dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memublikasikan karya dalam antologi puisi dwibahasa.
Informasi tersebut disampaikan Dr. Seno Kardiansyah, Minggu (8/11/2026). Dalam penyelenggaraannya, UTI bekerja sama dengan Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS untuk menghadirkan pelatihan yang ditujukan bagi para pencinta sastra dan pegiat literasi di Lampung.
Seno menjelaskan, pada awalnya kegiatan tersebut dirancang khusus bagi guru Bahasa Inggris jenjang SMP dan SMA. Namun, tingginya antusiasme masyarakat, khususnya pegiat literasi yang ingin mengembangkan kemampuan menulis puisi, membuat penyelenggara memutuskan membuka pendaftaran bagi peserta umum.
“Jadi saya tidak bisa menolak. Sekaligus ini juga untuk memenuhi kuota peserta, karena dikhawatirkan jika fokus pada pesertanya guru Bahasa Inggris akhirnya tidak tercapai target,” ujarnya.
Perluasan sasaran peserta diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar menulis puisi sekaligus memperkenalkan karya sastra dalam dua bahasa.
Seno berharap pelatihan tersebut mendapat sambutan dari guru Bahasa Inggris, mahasiswa, guru dari berbagai bidang, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap dunia kepenulisan.
Peserta Berpeluang Masuk Antologi Puisi Indonesia-Inggris
Selain tidak dikenakan biaya pendaftaran, kegiatan ini menawarkan sejumlah manfaat bagi peserta. Di antaranya memperoleh sertifikat workshop, kesempatan publikasi karya dalam antologi puisi Indonesia-Inggris, serta peluang agar karya yang dihasilkan ditayangkan melalui platform digital Literation.id.
Menurut Seno, kesempatan tersebut dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas pengalaman dalam dunia sastra dan penerjemahan.
Persyaratan utama yang harus dipenuhi calon peserta adalah mengirimkan puisi orisinal dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai kreativitas, tetapi juga memperhatikan kemampuan penyampaian gagasan dalam dua bahasa.
Pelatihan ini akan menghadirkan sejumlah pembimbing yang memiliki pengalaman di bidang sastra, kepenulisan, pendidikan, dan penerjemahan.
Mereka adalah Isbedy Stiawan ZS, penyair nasional asal Lampung; Fitri Angraini, dosen sekaligus penyair; serta Dr. Seno Kardiansyah, dosen dan penerjemah karya sastra dari Universitas Teknokrat Indonesia.
Kehadiran para pembimbing tersebut diharapkan membantu peserta memahami proses penciptaan puisi, pengembangan gagasan, pemilihan diksi, hingga penyampaian makna dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Pendaftaran Ditutup 8 November, Kuota Hanya 50 Peserta
Pelatihan menulis puisi dwibahasa dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026 di Bandar Lampung. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada Minggu, 8 November 2026.
Seno mengingatkan calon peserta agar segera melakukan pendaftaran karena jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang.
“Silakan daftar segera, kuota terbatas hanya 50 peserta,” ajak Seno.
Masyarakat yang berminat dapat melakukan pendaftaran melalui tautan berikut:
https://bit.ly/DaftarWorkshopPuisiDwibahasa
Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat menghubungi narahubung Destia Ayu Jomalda melalui nomor 081368915393.
Seno berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pelatihan teknis menulis puisi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi para guru, mahasiswa, penyair, dan pegiat literasi untuk saling bertukar gagasan serta memperluas jejaring sastra.
“Mari kembangkan kreativitas, perluas wawasan sastra, dan hadirkan karya puisi yang menginspirasi! Karena setiap guru punya cerita yang layak menjadi puisi,” ujarnya.***















