Selasa, September 15, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, September 15, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Tim Global Hatch Blue Tinjau Tambak Udang dari Lombok hingga Lampung

Melda by Melda
Maret 12, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Tim Global Hatch Blue Tinjau Tambak Udang dari Lombok hingga Lampung

INSIDE POLITIK- Kunjungan lapangan tim akuakultur global Hatch Blue ke sejumlah kawasan tambak di Indonesia menyoroti besarnya potensi sekaligus tantangan dalam industri budidaya udang nasional. Dari Lombok hingga Lampung, sektor ini dinilai memiliki peluang besar berkembang di pasar global, namun tetap menghadapi risiko penyakit, lingkungan, dan dinamika pasar internasional.

Direktur PT Sakti Biru Indonesia, Suseno Reffandi, mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kondisi industri udang di lapangan.

BACA JUGA

Monev ke Kantor Pertanahan Tanggamus, Kepala BPN Lampung Soroti Kinerja dan Kualitas Pelayanan

Kepala Kanwil BPN Lampung Temui Bupati Tanggamus, Sinergi Pelayanan Pertanahan Diperkuat

“Melihat langsung kondisi di lapangan memberi gambaran nyata bagaimana dinamika budidaya udang di Indonesia,” ujar Suseno saat diwawancarai di Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).

Potensi Besar Budidaya Udang Indonesia

Menurut Suseno, budidaya udang Indonesia memiliki sejumlah keunggulan alami yang mendukung pertumbuhan industri akuakultur. Iklim tropis yang stabil serta pengalaman panjang para petambak menjadi modal kuat bagi sektor ini untuk terus berkembang.

Dalam kunjungan bersama tim Hatch Blue, berbagai lokasi tambak menunjukkan aktivitas produksi yang aktif dengan dukungan sumber daya alam yang relatif baik.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri udang. Dari sisi lingkungan dan pengalaman petambak, kita sebenarnya memiliki fondasi yang kuat,” kata Suseno.

Risiko Produksi Masih Menjadi Tantangan

Meski memiliki peluang besar, industri budidaya udang Indonesia tetap menghadapi sejumlah tantangan teknis. Salah satu yang paling sering memengaruhi produktivitas tambak adalah penyakit udang.

Beberapa penyakit yang masih menjadi perhatian dalam budidaya udang antara lain:

White Feces Disease (WFD)
Enterocytozoon hepatopenaei (EHP)
Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND)

“Penyakit seperti WFD, EHP, dan AHPND masih menjadi perhatian utama dalam manajemen tambak,” jelas Suseno.

Selain penyakit, pengelolaan kualitas air juga menjadi faktor penting. Di sejumlah kawasan dengan kepadatan tambak tinggi, penggunaan sumber air bersama membuat stabilitas kualitas air menjadi tantangan tersendiri bagi para petambak.

Dinamika Pasar Global Berpengaruh

Industri budidaya udang Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional. Perubahan kebijakan perdagangan di negara tujuan ekspor dapat berdampak langsung terhadap harga dan permintaan udang.

“Perubahan kebijakan global bisa sangat cepat mempengaruhi akses pasar dan daya saing produk udang Indonesia,” ujar Suseno.

Hal ini membuat pelaku industri harus terus beradaptasi dengan perubahan pasar agar tetap kompetitif di tingkat global.

Teknologi Tambak Terus Dikembangkan

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, PT Sakti Biru Indonesia mulai menerapkan berbagai inovasi teknologi dalam pengelolaan tambak udang.

Salah satunya adalah penggunaan teknologi pengujian penyakit berbasis PCR untuk mendeteksi patogen pada udang. Selain itu, perusahaan juga mulai mengembangkan teknologi digital PCR (dPCR) untuk meningkatkan akurasi analisis kesehatan udang.

Teknologi ini memungkinkan deteksi penyakit dilakukan lebih cepat sehingga pengelolaan tambak dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan sistem sensor untuk memantau kondisi tambak secara real-time.

“Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, tetapi ke depan diharapkan dapat membantu petambak memahami kondisi tambak lebih dini,” kata Suseno.

Dengan kombinasi potensi sumber daya alam, pengalaman petambak, serta dukungan inovasi teknologi, industri budidaya udang Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di masa depan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: akuakultur Indonesiabudidaya udang IndonesiaHatch Blueindustri udang nasionaltambak udang Lampungteknologi budidaya udang
Previous Post

Pakan Berbasis Serangga Jadi Solusi Baru Industri Udang Nasional

Next Post

Model Budidaya Udang Berbasis Pelatihan dan Kemitraan Dikembangkan SBI

Related Posts

Monev ke Kantor Pertanahan Tanggamus, Kepala BPN Lampung Soroti Kinerja dan Kualitas Pelayanan
Daerah

Monev ke Kantor Pertanahan Tanggamus, Kepala BPN Lampung Soroti Kinerja dan Kualitas Pelayanan

September 15, 2026
Kepala Kanwil BPN Lampung Temui Bupati Tanggamus, Sinergi Pelayanan Pertanahan Diperkuat
Daerah

Kepala Kanwil BPN Lampung Temui Bupati Tanggamus, Sinergi Pelayanan Pertanahan Diperkuat

September 15, 2026
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar
Daerah

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar

September 14, 2026
Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan
Daerah

Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan

September 14, 2026
Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026
Bandar Lampung

Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026

September 14, 2026
Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta
Daerah

Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta

September 14, 2026
Next Post
Model Budidaya Udang Berbasis Pelatihan dan Kemitraan Dikembangkan SBI

Model Budidaya Udang Berbasis Pelatihan dan Kemitraan Dikembangkan SBI

Pariwisata Desa Jadi Motor Ekonomi dalam RKPD 2027 Lampung Selatan

Pariwisata Desa Jadi Motor Ekonomi dalam RKPD 2027 Lampung Selatan

Kota Kalianda Dinilai Perlu Dibangkitkan Kembali di Era Kepemimpinan Radityo Egi

Kota Kalianda Dinilai Perlu Dibangkitkan Kembali di Era Kepemimpinan Radityo Egi

Pengamanan Lapas Kalianda Diperkuat Selama Ramadan 1447 H

Pengamanan Lapas Kalianda Diperkuat Selama Ramadan 1447 H

Panji Padang Ratu: Jangan Ada Ruang bagi Predator Anak di Lampung Selatan

Panji Padang Ratu: Jangan Ada Ruang bagi Predator Anak di Lampung Selatan

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Perang Narasi di Media Sosial Politik

Perang Narasi di Media Sosial Politik

Januari 14, 2026
Jaksa Tuntut Qomaru Pidana Denda 6 Juta

Qomaru Zaman: Mohon Bebaskan Saya

November 2, 2024
Arinal Masih Berpotensi Maju di Pilgub Lampung, Bahlil Bentuk Pokja Pilkada

Babak Baru Hibah Tanah Kota Baru, Kini Muncul Dugaan Manipulasi Data 272 Hektar Lahan

Oktober 22, 2024
Pemkab Pringsewu Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026

Pemkab Pringsewu Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026

Januari 1, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Monev ke Kantor Pertanahan Tanggamus, Kepala BPN Lampung Soroti Kinerja dan Kualitas Pelayanan
  • Kepala Kanwil BPN Lampung Temui Bupati Tanggamus, Sinergi Pelayanan Pertanahan Diperkuat
  • Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Lampung Selatan Edukasi Pelajar Lewat Program Sobat Bersinar
  • Gotong Royong Perbaiki Jembatan Bumiarum, 3 Polisi dan 2 Kepala Pekon Raih Penghargaan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In