Senin, Juni 15, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Pameran Abstrak Jakarta: Ketika Emosi Manusia Tak Tergantikan AI

Melda by Melda
April 8, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Pameran Abstrak Jakarta: Ketika Emosi Manusia Tak Tergantikan AI

INSIDE POLITIK- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), seni lukis abstrak justru kembali menegaskan satu hal mendasar: kepekaan batin manusia tetap menjadi ruh utama dalam setiap karya.

Dunia seni abstrak memiliki perjalanan panjang yang lahir dari pergulatan batin para seniman. Hal ini tergambar dalam karya perupa seperti Dedih Nur Fajar, yang berlatar belakang film dan fotografi. Pengalamannya dalam dunia visual membentuk cara pandangnya dalam mengolah imaji menjadi karya abstrak.

BACA JUGA

Hadiri Khotmil Qur’an, Jihan Nurlela Puji Dedikasi Ponpes Al-Hidayat Selama 37 Tahun

Satire, Ironi, dan Politik Lokal: Membaca Puisi-Puisi Muhammad Alfariezie

“Saya menyebutnya imaji yang samar. Ini jadi keseimbangan bagi saya. Guratan lukisan tak mau dibentuk,” ujar Dedih.

Melalui medium akrilik yang dipadukan dengan berbagai material, Dedih menciptakan karya yang didominasi warna gelap dengan sapuan ekspresif. Empat karyanya berjudul Katarsis Visual Takut, Katarsis Visual Marah, Katarsis Visual Sedih, dan Katarsis Visual Kecewa menjadi representasi emosi yang kompleks.

Menariknya, proses penciptaan karya tersebut justru dilakukan dalam kondisi emosi yang berlawanan. “Katarsis Visual Sedih misalnya, saya buat justru dalam keadaan bahagia,” ungkapnya.

Bagi Dedih, seni abstrak bukan sekadar ekspresi visual, melainkan respons terhadap realitas kehidupan yang terus berubah, termasuk di era digital yang serba cepat dan instan.

“Perlawanan bisa muncul dari kehidupan kita sekarang yang kompleks. Abstrak adalah respon, bahkan antitesis dari kondisi yang mapan,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan perupa Guntur Jongmerdeka, yang menghadirkan karya dengan medium campuran dan pendekatan visual yang unik. Dalam karyanya berjudul *Spektrum Semesta*, ia menggunakan bentuk heksagon abstrak yang saling terhubung sebagai simbol jaringan energi alam semesta.

“Garis metalik menjadi penyeimbang visual, sekaligus simbol batas antara realitas dan imajinasi,” jelasnya.

Sementara itu, pelukis sekaligus pengajar Institut Kesenian Jakarta, Dick Syahril, menilai bahwa seni abstrak akan terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan esensinya.

“Di tengah perkembangan pasar seni global dan era digital, abstrak tetap dinamis dan terus mencari bentuk serta perannya,” ujarnya.

Respon Global dan Masa Depan Abstrak

Pameran bertajuk Segala Garis Ruang Imajiner yang Terbuka Tegak Lurus dengan Rasa menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan seni abstrak kontemporer. Pameran ini digelar di RasaHarsa Coffee Shop & Eatery, Rawamangun, Jakarta, dan dikuratori oleh Saut Mangihut Marpaung.

Dalam pandangan kurator, seni abstrak telah mengalami transformasi besar sejak awal abad ke-20 melalui tokoh-tokoh seperti Wassily Kandinsky, Piet Mondrian, dan Kazimir Malevich. Ketiganya mengubah cara pandang seni dari representasi objek nyata menjadi bentuk yang lebih esensial dan spiritual.

Kini, di era AI dan metaverse, seni abstrak diprediksi akan semakin berkembang ke arah yang lebih interaktif dan imersif. Teknologi memungkinkan karya seni memasuki ruang digital, namun tetap tidak mampu menggantikan satu hal utama: rasa manusia.

“Ke depan, abstrak akan melampaui batas konvensional dan masuk ke ruang digital. Namun, kepekaan batin tetap menjadi fondasi yang tidak tergantikan,” tulis Saut dalam katalog kurasi.

Pameran ini juga diikuti oleh puluhan seniman lain, menjadi bukti bahwa seni abstrak masih memiliki tempat kuat di tengah arus globalisasi dan teknologi.

Pada akhirnya, di tengah kecanggihan AI yang mampu meniru banyak hal, seni abstrak justru mengingatkan bahwa emosi, pengalaman, dan kepekaan batin manusia adalah sumber kreativitas yang paling autentik—dan tak tergantikan.***

Source: ALFARIEZIE
Previous Post

Status Tak Jelas, SMA Siger Harus Hentikan KBM dan Pindahkan Siswa

Next Post

Ditreskrimsus Selidiki Kasus SMA Siger, Dugaan Pelanggaran Kian Terkuak

Related Posts

Hadiri Khotmil Qur’an, Jihan Nurlela Puji Dedikasi Ponpes Al-Hidayat Selama 37 Tahun
Bandar Lampung

Hadiri Khotmil Qur’an, Jihan Nurlela Puji Dedikasi Ponpes Al-Hidayat Selama 37 Tahun

Juni 15, 2026
Satire, Ironi, dan Politik Lokal: Membaca Puisi-Puisi Muhammad Alfariezie
Bandar Lampung

Satire, Ironi, dan Politik Lokal: Membaca Puisi-Puisi Muhammad Alfariezie

Juni 15, 2026
Dua Periode Eva Dwiana, Persoalan Banjir Masih Jadi PR Besar Bandar Lampung
Bandar Lampung

Dua Periode Eva Dwiana, Persoalan Banjir Masih Jadi PR Besar Bandar Lampung

Juni 15, 2026
Konflik Kepentingan Jadi Sorotan, Nama Eva Dwiana Kembali Ramai Diperbincangkan
Bandar Lampung

Konflik Kepentingan Jadi Sorotan, Nama Eva Dwiana Kembali Ramai Diperbincangkan

Juni 15, 2026
Perbandingan Kebijakan Pendidikan, Dedi Mulyadi Jadi Sorotan Publik
Bandar Lampung

Perbandingan Kebijakan Pendidikan, Dedi Mulyadi Jadi Sorotan Publik

Juni 15, 2026
Saudari Kembar Eva Dwiana Disorot, Dugaan Pelanggaran Yayasan Pendidikan Jadi Perhatian Publik
Bandar Lampung

Saudari Kembar Eva Dwiana Disorot, Dugaan Pelanggaran Yayasan Pendidikan Jadi Perhatian Publik

Juni 14, 2026
Next Post
Ditreskrimsus Selidiki Kasus SMA Siger, Dugaan Pelanggaran Kian Terkuak

Ditreskrimsus Selidiki Kasus SMA Siger, Dugaan Pelanggaran Kian Terkuak

Kentongan Kembali Bergema, Polisi dan Warga Bersatu Jaga Keamanan

Kentongan Kembali Bergema, Polisi dan Warga Bersatu Jaga Keamanan

Di Balik Seragam Bidan, Asri Sukses Kembangkan UMKM Tapis

Di Balik Seragam Bidan, Asri Sukses Kembangkan UMKM Tapis

Informasi Tak Boleh Simpang Siur, Kominfo Jadi Gerbang Utama

Informasi Tak Boleh Simpang Siur, Kominfo Jadi Gerbang Utama

Sinergi TNI-BNN, Lapas Kalianda Pastikan Lingkungan Aman dan Bersih

Sinergi TNI-BNN, Lapas Kalianda Pastikan Lingkungan Aman dan Bersih

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Perkuat Sinergi, Pemerintah, Petani, dan Pengusaha Bersatu Pertahankan Eksistensi Singkong Lampung

Perkuat Sinergi, Pemerintah, Petani, dan Pengusaha Bersatu Pertahankan Eksistensi Singkong Lampung

Mei 20, 2025
Ketua Komisi II DPRD Lampung Desak Evaluasi Aturan Kadar Air Jagung: “Petani Harus Bisa Tersenyum, Bukan Terbebani”

Ketua Komisi II DPRD Lampung Desak Evaluasi Aturan Kadar Air Jagung: “Petani Harus Bisa Tersenyum, Bukan Terbebani”

Juli 1, 2025
Mengapa Taji

Mengapa Taji

April 4, 2026
Politik Jakarta Setelah IKN dalam Perspektif Hukum Tata Negara

Politik Jakarta Setelah IKN dalam Perspektif Hukum Tata Negara

Januari 14, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Hadiri Khotmil Qur’an, Jihan Nurlela Puji Dedikasi Ponpes Al-Hidayat Selama 37 Tahun
  • Satire, Ironi, dan Politik Lokal: Membaca Puisi-Puisi Muhammad Alfariezie
  • Dua Periode Eva Dwiana, Persoalan Banjir Masih Jadi PR Besar Bandar Lampung
  • Konflik Kepentingan Jadi Sorotan, Nama Eva Dwiana Kembali Ramai Diperbincangkan

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In