Jumat, Mei 29, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Mei 29, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Membaca Ulang Kritik Mochtar Lubis tentang Hipokrisi Bangsa Indonesia

Melda by Melda
Mei 25, 2026
in Daerah, Lampung Selatan
Membaca Ulang Kritik Mochtar Lubis tentang Hipokrisi Bangsa Indonesia

Oleh: Kiagus Bambang Utoyo

INSIDE POLITIK- Indonesia mungkin menjadi salah satu negara yang paling rajin berbicara soal moral. Mulai dari ceramah agama, seminar integritas, pidato pejabat, hingga unggahan media sosial, hampir setiap hari masyarakat dijejali nasihat tentang kejujuran, amanah, dan etika.

Namun ironinya, semakin sering moral dibicarakan, semakin sulit pula menemukan praktik kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA

Pemerhati Lingkungan Desak Pemprov Lampung Fasilitasi Konflik Nelayan dan Resort Marriot

Lampung Kejar Desa Berlistrik 100 Persen, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Beri Dukungan

Fenomena inilah yang pernah dikritik tajam oleh sastrawan dan jurnalis legendaris Indonesia, Mochtar Lubis, melalui ceramah terkenalnya berjudul Manusia Indonesia pada 1977.

Dalam pandangannya, salah satu watak paling menonjol manusia Indonesia adalah hipokrisi atau kemunafikan sosial. Sederhananya: lain di depan, lain di belakang.

Kritik tersebut terasa tetap relevan hingga hari ini.

Di ruang publik, bangsa ini begitu gemar membicarakan integritas. Tetapi dalam praktiknya, budaya menyenangkan atasan, menjaga citra, dan menghindari konflik sering kali lebih dominan dibanding keberanian menyampaikan kebenaran.

Fenomena itu terlihat mulai dari birokrasi, politik, hingga kehidupan sosial sehari-hari.

Budaya “asal bapak senang” masih hidup dalam berbagai bentuk modern. Bedanya, jika dulu feodalisme hadir lewat singgasana dan kekuasaan kerajaan, kini ia hadir melalui ruang rapat, grup WhatsApp kantor, hingga presentasi formal dengan istilah-istilah seperti “sinergi”, “optimalisasi”, dan “penguatan”.

Akibatnya, banyak orang lebih sibuk menjaga suasana tetap nyaman dibanding menyampaikan realitas yang sebenarnya.

Kritik dianggap mengganggu harmoni. Kejujuran dinilai terlalu kasar. Sementara kemampuan menjaga citra justru dipuji sebagai kedewasaan sosial.

Dalam konteks modern, kondisi tersebut melahirkan apa yang kini dikenal sebagai performative morality atau moralitas pertunjukan.

Kejujuran menjadi slogan. Integritas berubah menjadi dekorasi seminar. Kesederhanaan dijadikan konten media sosial.

Yang penting terlihat baik di depan publik, meskipun praktik di belakang layar belum tentu sejalan.

Ironisnya, masyarakat sering kali menyadari kepalsuan itu, tetapi tetap ikut memainkan perannya demi bertahan hidup dalam sistem sosial yang sudah terbentuk lama.

Di depan memuji, di belakang mengeluh.

Di ruang rapat semua tampak sepakat, tetapi setelah rapat selesai, kritik baru muncul di warung kopi atau obrolan pribadi.

Menurut tulisan Kiagus Bambang Utoyo, kondisi tersebut tidak sepenuhnya lahir karena masyarakat Indonesia buruk secara moral. Sebagian berasal dari budaya yang menjunjung harmoni sosial dan menghindari konflik terbuka.

Namun masalah muncul ketika budaya sopan santun berubah menjadi budaya menutup-nutupi.

Ketika kesopanan dipakai untuk melindungi kepalsuan, maka kejujuran perlahan dianggap ancaman.

Akibatnya, orang yang terlalu jujur justru sering dicap tidak etis, tidak memahami budaya, atau dianggap belum matang secara sosial.

Padahal, bangsa tidak akan benar-benar maju jika kejujuran terus dikalahkan oleh kepentingan menjaga citra.

Tulisan ini mengingatkan bahwa persoalan terbesar Indonesia mungkin bukan karena terlalu banyak orang jahat, melainkan terlalu banyak orang baik yang terlalu lama belajar berpura-pura demi bertahan hidup.

Karena ketika kepalsuan dilakukan sendirian, ia disebut dusta.

Namun ketika dipraktikkan bersama-sama dalam waktu lama, ia perlahan berubah menjadi budaya sosial yang dianggap normal.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Budaya Asal Bapak SenangBudaya FeodalismeHipokrisi SosialintegritasKiagus Bambang UtoyoKritik SosialManusia IndonesiaMochtar LubisMoralitas IndonesiaOpini Indonesia
Previous Post

LSM PRO RAKYAT Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek MPP dan Jembatan Way Bungur

Next Post

Wakil Gubernur Jihan Nurlela Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Bersih dan Efektif

Related Posts

Pemerhati Lingkungan Desak Pemprov Lampung Fasilitasi Konflik Nelayan dan Resort Marriot
Bandar Lampung

Pemerhati Lingkungan Desak Pemprov Lampung Fasilitasi Konflik Nelayan dan Resort Marriot

Mei 29, 2026
Lampung Kejar Desa Berlistrik 100 Persen, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Beri Dukungan
Bandar Lampung

Lampung Kejar Desa Berlistrik 100 Persen, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Beri Dukungan

Mei 29, 2026
Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
Bandar Lampung

Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026

Mei 29, 2026
Iduladha 1447 H, Pemprov Lampung Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Bandar Lampung

Iduladha 1447 H, Pemprov Lampung Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Mei 29, 2026
Pemprov Lampung Siaga El Nino 2026, Infrastruktur Air Pertanian Diperkuat
Bandar Lampung

Pemprov Lampung Siaga El Nino 2026, Infrastruktur Air Pertanian Diperkuat

Mei 29, 2026
Publik Bertanya-Tanya, Benarkah Kepsek di Bandar Lampung Bakal Dapat Motor?
Bandar Lampung

Publik Bertanya-Tanya, Benarkah Kepsek di Bandar Lampung Bakal Dapat Motor?

Mei 29, 2026
Next Post
Wakil Gubernur Jihan Nurlela Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Bersih dan Efektif

Wakil Gubernur Jihan Nurlela Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Bersih dan Efektif

Pemprov Lampung Siapkan Super App “Lampung-In”, Pelayanan Publik Bakal Lebih Cepat

Pemprov Lampung Siapkan Super App “Lampung-In”, Pelayanan Publik Bakal Lebih Cepat

Wujud Kepedulian, Imipas Berikan Bantuan Sosial kepada Tahanan di Kalianda

Wujud Kepedulian, Imipas Berikan Bantuan Sosial kepada Tahanan di Kalianda

Pemkab Pringsewu dan AM Farm Perbarui MoU Pengelolaan Rumah Potong Hewan

Pemkab Pringsewu dan AM Farm Perbarui MoU Pengelolaan Rumah Potong Hewan

Pajak Kendaraan 2026 di Lampung Resmi Disosialisasikan, Ini Rincian Keringanannya

Pajak Kendaraan 2026 di Lampung Resmi Disosialisasikan, Ini Rincian Keringanannya

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Kisah PT LEB: Dari Fase Prihatin hingga Sorotan Hukum yang Tak Kunjung Reda

Kisah PT LEB: Dari Fase Prihatin hingga Sorotan Hukum yang Tak Kunjung Reda

April 24, 2026
Perbaikan Jalan ke Radio DBFM Kalianda Usai Pelantikan Bupati Lamsel

Perbaikan Jalan ke Radio DBFM Kalianda Usai Pelantikan Bupati Lamsel

Februari 24, 2025
Trump Sebut Capres Harris sebagai Marxis Kiri Radikal

Elon Musk Dilirik Trump Masuk di Kabinetnya

November 13, 2024
Gubernur Lampung Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan untuk 86 Taruna dan Praja Asal Daerah

Gubernur Lampung Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan untuk 86 Taruna dan Praja Asal Daerah

Januari 2, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Pemerhati Lingkungan Desak Pemprov Lampung Fasilitasi Konflik Nelayan dan Resort Marriot
  • Lampung Kejar Desa Berlistrik 100 Persen, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Beri Dukungan
  • Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
  • Iduladha 1447 H, Pemprov Lampung Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In