INSIDE POLITIK– Janji kampanye pasangan Bupati Pesawaran Nanda Indira dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali mulai menunjukkan titik terang. Kamis (11/9/2025), Wakil Bupati Antonius bertemu langsung dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta untuk membahas rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah pesisir Pesawaran.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab keluhan masyarakat pesisir yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh menuju RSUD Pesawaran di pusat kabupaten. Kondisi ini kerap menimbulkan kesulitan, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan medis cepat.
“Pembangunan rumah sakit di pesisir Pesawaran adalah kebutuhan mendesak. Warga sudah terlalu lama menghadapi hambatan akses kesehatan akibat jarak yang jauh. Kami ingin menghadirkan solusi nyata dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat,” tegas Antonius.
Menkes Budi Gunadi menyambut baik usulan tersebut. Ia menilai secara teknis maupun administratif, rencana pembangunan RS baru sudah memenuhi persyaratan. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah soal pendanaan. Pemerintah pusat tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran, sehingga perlu strategi khusus agar pembangunan tidak sekadar wacana.
“Dari sisi kebutuhan dan kelayakan, rumah sakit di pesisir Pesawaran memang mendesak. Sekarang tinggal bagaimana kita mengakali skema pembiayaan agar rencana ini bisa segera berjalan tanpa mengganggu kebijakan efisiensi,” ungkap Menkes.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran memastikan tidak akan berhenti pada tahap wacana. Berbagai opsi pendanaan akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan, termasuk kemungkinan menggandeng pihak ketiga atau menggunakan pola pembiayaan kreatif. Harapannya, pembangunan rumah sakit ini dapat segera direalisasikan dan menjadi tonggak sejarah pemenuhan janji kampanye Nanda–Anton.
Lebih dari sekadar janji politik, pembangunan RS pesisir Pesawaran diharapkan mampu mengangkat taraf kesehatan masyarakat, mempercepat penanganan darurat, dan mengurangi angka kematian akibat keterlambatan layanan medis. Kehadiran fasilitas kesehatan ini juga diyakini akan mendorong pemerataan pembangunan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin masyarakat pesisir merasakan keadilan dalam pelayanan kesehatan, tanpa terkendala jarak,” tambah Antonius.
Jika terealisasi, rumah sakit baru ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah Pesawaran: dari sebuah janji kampanye menjadi bukti nyata keseriusan pemimpin daerah dalam mewujudkan keadilan akses kesehatan.***




















