Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Analisa

Politik Laut dan Nelayan Terpinggirkan

Melda by Melda
Juli 9, 2026
in Analisa
Politik Laut dan Nelayan Terpinggirkan

 

Politik Laut dan Nelayan Terpinggirkan

INSIDENPOLITIK Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Namun di balik narasi besar itu, ada ironi yang jarang disorot: politik laut dan nelayan terpinggirkan masih menjadi realitas sehari-hari.

BACA JUGA

Politik Bali di Tengah Pariwisata

Mengapa Papua Selalu Tegang

Bagi banyak nelayan kecil, laut bukan simbol kekayaan nasional, melainkan ruang hidup yang kian sempit. Kebijakan yang seharusnya melindungi justru sering terasa jauh dari kebutuhan mereka.

Laut sebagai Ruang Hidup, Bukan Sekadar Angka

Laut bukan hanya soal statistik produksi ikan atau peta zonasi. Bagi nelayan, laut adalah tempat bekerja, berdoa, dan berharap pulang dengan selamat.

Ketika kebijakan laut dibuat tanpa mendengar suara mereka, nelayan kecil perlahan tersingkir dari ruang hidupnya sendiri.

Kebijakan Besar, Dampak Kecil yang Terabaikan

Dominasi Kepentingan Industri

Dalam praktik politik laut, kepentingan industri besar sering lebih didengar. Kapal skala besar, proyek reklamasi, dan eksploitasi sumber daya kerap mendapat karpet merah.

Nelayan tradisional justru harus beradaptasi dengan aturan yang tidak mereka pahami dan tidak mereka rumuskan.

Regulasi yang Rumit bagi Nelayan Kecil

Banyak aturan perizinan dibuat dengan logika administratif perkotaan. Bagi nelayan kecil, mengurus izin sering kali lebih melelahkan daripada melaut itu sendiri.

Ketika akses dipersulit, nelayan kehilangan daya saing dan perlahan terpinggirkan.

Nelayan dan Kehidupan Sehari-hari yang Kian Rentan

Ketidakpastian Penghasilan

Cuaca ekstrem, harga solar, dan fluktuasi hasil tangkapan membuat hidup nelayan penuh ketidakpastian. Sayangnya, perlindungan sosial belum sepenuhnya menjangkau mereka.

Dalam situasi ini, kebijakan laut yang tidak berpihak terasa sebagai beban tambahan.

Warisan Profesi yang Terancam

Banyak anak nelayan enggan melanjutkan profesi orang tuanya. Bukan karena tidak cinta laut, tetapi karena melihat betapa rapuhnya masa depan sebagai nelayan kecil.

Jika tren ini berlanjut, identitas maritim Indonesia bisa kehilangan akar sosialnya.

Ketika Politik Jauh dari Dermaga

Minimnya Representasi Nelayan

Nelayan jarang hadir dalam ruang pengambilan keputusan. Mereka lebih sering menjadi objek program, bukan subjek kebijakan.

Akibatnya, banyak kebijakan laut gagal menjawab persoalan nyata di lapangan.

Laut sebagai Komoditas Politik

Laut sering dijadikan simbol kampanye dan janji pembangunan. Namun setelah sorotan mereda, nelayan kembali menghadapi masalah lama sendirian.

Di sinilah publik mulai mempertanyakan, untuk siapa sebenarnya politik laut dijalankan?

Perspektif Lifestyle: Empati dalam Pilihan Sehari-hari

Sebagai masyarakat urban, kita mungkin jauh dari dermaga. Namun pilihan hidup kita tetap terhubung dengan nasib nelayan.

Dari ikan di meja makan hingga kebijakan energi, semua berakar pada laut dan orang-orang yang menggantungkan hidup di sana.

Harapan pada Politik Laut yang Lebih Manusiawi

Politik laut yang adil bukan soal menolak pembangunan. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan.

Nelayan tidak meminta keistimewaan, hanya ruang yang adil untuk bertahan hidup dengan bermartabat.***

 

 

Tags: politik laut nelayan terpinggirkan kebijakan kelautan kehidupan nelayan maritim berkeadilan
Previous Post

Muhammad Alfariezie Dinilai Tinggalkan Puisi Pengakuan Personal, Pilih Jalur Simbolisme Modern

Next Post

Praktisi Hukum Feri Kurniawan: Dugaan Korupsi Batu Bara Harus Diusut Sampai Aktor Utama

Related Posts

Politik Bali di Tengah Pariwisata
Analisa

Politik Bali di Tengah Pariwisata

Juli 17, 2026
Mengapa Papua Selalu Tegang
Analisa

Mengapa Papua Selalu Tegang

Juli 16, 2026
Aceh dan Sejarah Daya Tawar
Analisa

Aceh dan Sejarah Daya Tawar

Juli 15, 2026
Mengapa Riau Dikuasai Kartel
Analisa

Mengapa Riau Dikuasai Kartel

Juli 14, 2026
Mengapa Banten Rentan Dinasti
Analisa

Mengapa Banten Rentan Dinasti

Juli 12, 2026
Politik Jawa Barat Pasca Ridwan
Analisa

Politik Jawa Barat Pasca Ridwan

Juli 11, 2026
Next Post
Praktisi Hukum Feri Kurniawan: Dugaan Korupsi Batu Bara Harus Diusut Sampai Aktor Utama

Praktisi Hukum Feri Kurniawan: Dugaan Korupsi Batu Bara Harus Diusut Sampai Aktor Utama

Rakor Kecamatan Banyumas Bahas Transmigrasi 2027 dan Persiapan HUT RI

Rakor Kecamatan Banyumas Bahas Transmigrasi 2027 dan Persiapan HUT RI

DPRD Lampung Selatan Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Ini Catatan Penting Banggar

DPRD Lampung Selatan Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Ini Catatan Penting Banggar

Nusron Wahid Dorong Percepatan RTRW dan RDTR, Perlindungan Sawah Jadi Kunci Swasembada Pangan

Nusron Wahid Dorong Percepatan RTRW dan RDTR, Perlindungan Sawah Jadi Kunci Swasembada Pangan

Alumni Lemhannas Desak Polri dan Kejaksaan Bersihkan Oknum, Bukan Saling Curiga

Alumni Lemhannas Desak Polri dan Kejaksaan Bersihkan Oknum, Bukan Saling Curiga

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Satu Langkah Menuju Profesionalisme, Lapas Kalianda Tambah Analis Keuangan

Satu Langkah Menuju Profesionalisme, Lapas Kalianda Tambah Analis Keuangan

Januari 28, 2026
BSSN Sebut Sirekap Pilkada 2024 Belum Sepenuhnya Aman dari Serangan Siber

BSSN Ingatkan KPU Bahaya Serangan Ransomware di Pilkada Serentak 2024

November 9, 2024
DPR RI Kecam BPIP Terkait Larangan Anggota Paskibraka Berjilbab

Ketua MUI Protes Soal Larangan Berjilbab bagi Anggota Paskibraka

Agustus 15, 2024
ASDP Bakauheni Tutup Posko Nataru 2025/2026 Aman

ASDP Bakauheni Tutup Posko Nataru 2025/2026 Aman

Januari 4, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • SiSeSa Roadshow Hadir di Lampung, Batin Wulan Dorong Kolaborasi Brand Nasional dan Desainer Lokal
  • Desa TAPIS Dicanangkan di Rukti Endah, TP PKK Lampung Fokus Perkuat SDM dan Kesejahteraan Keluarga
  • Wagub Jihan Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Infrastruktur Lampung
  • HUT ke-81 RI, Gubernur Mirza Pimpin Upacara Khidmat di Lapangan Korpri Lampung

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In