INSIDE POLITIK – Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) menyelenggarakan lomba mewarnai ibu dan anak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dan HUT ke-80 Republik Indonesia, pada Minggu, 31 Agustus 2026. Acara ini menghadirkan Cupak Frisyadi sebagai narasumber sekaligus juri pada lomba yang berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta dengan antusiasme tinggi, menghadirkan suasana yang hangat dan penuh semangat nasionalisme. Lomba mewarnai ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mengasah kreativitas anak-anak serta mempererat silaturahmi antaranggota keluarga besar Bank Lampung, sehingga ikatan kekeluargaan dapat terus terjaga hingga generasi berikutnya.
Ketua IKBL, Desiyanti Mahdi Yusuf, menjelaskan bahwa lomba mewarnai ini memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. “Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta keterampilan motorik halus anak-anak. Melalui goresan warna, mereka dapat mengekspresikan diri, melatih konsentrasi, dan belajar menciptakan keindahan secara mandiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Desiyanti menambahkan bahwa lomba ini juga merupakan bentuk dukungan IKBL dalam menumbuhkan generasi anak-anak yang kreatif, bahagia, dan memiliki jiwa positif. Anak-anak yang gembira dan kreatif diyakini akan tumbuh menjadi generasi cerdas, inovatif, dan percaya diri, siap menghadapi tantangan masa depan.
Acara ini juga menjadi momen bagi para orang tua untuk mendampingi dan membimbing anak-anak mereka dalam menyiapkan karya terbaik. Kehadiran dan partisipasi aktif orang tua dinilai sangat penting dalam mendukung perkembangan kreativitas serta membangun kedekatan keluarga.
Panitia penyelenggara mendapat apresiasi tinggi atas kerja kerasnya dalam menyiapkan lomba ini, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan menyenangkan. Momen ini diharapkan menjadi ajang berbagi pengalaman, bersenang-senang, dan menciptakan kenangan indah bagi seluruh peserta.
Ketua IKBL menutup dengan harapan agar seluruh peserta dapat menyalurkan bakat dan kreativitas mereka tanpa batas, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi hebat menuju Indonesia Emas tahun 2045. “Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh anak-anak kita. Mari dukung mereka tumbuh kreatif dan bahagia,” tutup Desiyanti.***



















