INSIDE POLITIK- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat Press Conference Festival Krakatau XXXV Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Krakatau XXXV menjadi salah satu bentuk penguatan pariwisata Lampung melalui model pembiayaan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Wagub mengungkapkan, hampir seluruh pembiayaan penyelenggaraan festival tahun ini terwujud melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, BUMD, BUMN hingga mitra terkait.
“Festival Krakatau ini salah satu bentuk event yang memang diselenggarakan dengan modal kolaborasi. Hampir 95 persen modal anggaran untuk mensukseskan Festival Krakatau ini dari modal kolaborasi, terhimpun dari berbagai sektor swasta, BUMD, BUMN, dan mitra terkait,” ujar Wagub Jihan, di El’s Coffee Roastery, Rabu (12/10/2026).
Menurut Jihan, Gubernur Lampung telah memberikan arahan agar seluruh jajaran fokus menghadirkan festival berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Sektor pariwisata, kata dia, diposisikan sebagai salah satu tumpuan utama pertumbuhan ekonomi daerah di luar sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Lampung.
“Pak Gubernur memberikan intervensinya jelas, bahwa infrastruktur menuju ke arah pariwisata diperbaiki, kemudian ekosistem pariwisata diintegrasikan melalui pendidikan, budaya, dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menjadikan Lampung, selain sektor pertaniannya yang unggul, pariwisatanya juga kita ingin menjadi yang terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Jihan mengambil analogi penguatan ekosistem pariwisata mancanegara seperti Thailand serta pusat budaya nasional seperti Solo dan Bali.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi untuk mengintegrasikan berbagai kekuatan wisata, mulai dari keindahan alam, ragam kuliner lokal, hingga kekayaan seni dan budaya menjadi satu ekosistem pariwisata yang utuh.
Rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 juga dirangkaikan dengan program Krakatau Great Sale yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 Agustus 2026.
Program tersebut melibatkan jajaran perhotelan, restoran hingga pusat perbelanjaan untuk memberikan potongan harga khusus kepada wisatawan.
Jihan juga secara khusus menginstruksikan agar seluruh dampak ekonomi dari penyelenggaraan Festival Krakatau dapat dicatat dan dievaluasi secara akurat.
“Target kita jelas, wisatawan bertambah, lama tinggal meningkat, UMKM bertumbuh, dan transaksi bisnis meningkat. Semua dampak, mulai dari nilai transaksi UMKM, jangkauan media sosial, hingga data jumlah pengunjung, harus terarsip dengan baik sebagai data evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang,” instruksinya.
Menurut Jihan, pencatatan tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana event pariwisata memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
Data mengenai transaksi UMKM, jumlah pengunjung, lama tinggal wisatawan hingga jangkauan promosi di media sosial diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event pada masa mendatang.
Menutup arahannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada insan pers, media massa serta para influencer yang selama ini turut mempromosikan destinasi wisata dan keunggulan kuliner Lampung.
Ia berharap promosi tersebut dapat terus dilakukan secara jujur dan organik sehingga semakin banyak masyarakat luar daerah yang mengenal potensi pariwisata Lampung.
Jihan juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang ramah sekaligus bersama-sama menyukseskan Festival Krakatau sebagai agenda pariwisata tahunan Lampung.
Melalui Festival Krakatau XXXV, Pemerintah Provinsi Lampung berharap sektor pariwisata tidak hanya menjadi ruang promosi destinasi, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan serta masyarakat.***
















