Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Oktober 16, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan

Melda by Melda
September 1, 2026
in Daerah, Lampung Selatan
Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan

INSIDE POLITIK — Polemik penjualan buku pelajaran di SMP Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, belum juga selesai. Kini, muncul informasi dari percakapan grup wali murid yang membuat klarifikasi pihak sekolah soal penjualan buku kembali menjadi sorotan.

Sebelumnya, pihak SMPN 2 Kalianda menyatakan tidak mengetahui adanya transaksi jual beli buku pelajaran kepada siswa. Pihak sekolah menyebut penyedia buku hanya mendapatkan izin untuk melakukan sosialisasi, bukan melakukan aktivitas perdagangan di lingkungan sekolah.

BACA JUGA

Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan

Belajar Lebih Dekat, Siswa SDN 1 Sukaratu Kenali UMKM dan Ketahanan Pangan di Lapas Kalianda

Namun, penelusuran wartawan menemukan adanya pesan di salah satu grup kelas yang menginformasikan kepada wali murid bahwa akan ada penyedia buku dari luar yang menawarkan buku kepada siswa dengan harga Rp70 ribu.

Pesan tersebut bahkan menyebut pembelian buku tidak diwajibkan.

“Assalamualaikum. Bapak/ibu, berkaitan dengan pembelian buku. Ini tidak diwajibkan untuk membeli, yang mau saja pak/bu. Karena memang ada penyedia buku dari luar yang datang ke sekolah menawarkan buku ke anak-anak,” demikian isi pesan dalam grup tersebut.

Pesan ini kemudian menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa informasi mengenai keberadaan penyedia buku telah disampaikan kepada wali murid.

Dalam percakapan yang sama, salah seorang anggota grup yang diduga merupakan wali murid juga mempertanyakan buku seharga Rp70 ribu tersebut. Pertanyaannya berkaitan dengan mata pelajaran yang menggunakan buku tersebut serta kesesuaiannya dengan kurikulum yang diterapkan di SMPN 2 Kalianda.

Pernyataan Sekolah Jadi Sorotan

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Kalianda Yulinda sebelumnya memberikan klarifikasi kepada media mengenai persoalan tersebut.

Dalam kutipan yang dimuat salah satu media lokal, Yulinda menyatakan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui adanya aktivitas penjualan buku kepada siswa.

“Sumpah demi Allah saya tidak tahu kalau mereka jual buku ke siswa. Awalnya mereka izin sosialisasi. Kami mengakui kesalahan kami memberikan izin sosialisasi,” ujar Yulinda.

Pernyataan serupa juga disampaikan kepada media lain. Pihak sekolah menjelaskan bahwa pedagang buku hanya diberikan izin untuk melakukan sosialisasi dan tidak mendapatkan izin untuk melakukan transaksi jual beli di lingkungan sekolah.

Perbedaan antara pernyataan tersebut dengan informasi yang muncul di grup wali murid kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme izin dan komunikasi terkait keberadaan penyedia buku di sekolah.

Namun, sejauh ini informasi tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Praktisi Hukum Minta Persoalan Tidak Berhenti pada Pengembalian Uang

Praktisi hukum sekaligus pengamat sosial asal Kalianda, Napoleon Bonaparte, SH., MH., turut memberikan perhatian terhadap polemik tersebut.

Napoleon menilai aktivitas jual beli buku di lingkungan sekolah perlu dilihat berdasarkan regulasi yang berlaku.

“Itu lex specialis derogat legi generali, aturan bersifat khusus yang mengharamkan praktik jual beli dalam sekolah,” ujar Napoleon yang saat ini bermukim di Jakarta.

Menurutnya, pengembalian buku maupun uang kepada siswa seharusnya tidak menjadi satu-satunya penyelesaian apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran aturan.

“Pengembalian buku dan uang ke murid bukan satu alasan selesainya masalah. Jika begitu kelak akan terulang lagi, bisa jadi ke sekolah-sekolah lain. Langgar peraturan, balikin, hukum sepertinya jadi mainan,” tegasnya.

Sekda Lamsel Minta Disdik Lakukan Klarifikasi

Polemik ini juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengatakan akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan melakukan klarifikasi secara mendalam terkait persoalan penjualan buku di SMPN 2 Kalianda.

“Nanti saya minta Kadisdik lakukan klarifikasi mendalam atas permasalahan ini,” ujar Supriyanto.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui secara jelas bagaimana proses keberadaan penyedia buku hingga terjadinya penjualan kepada siswa.

Buku Ditarik, Wali Murid Disebut Bakal Dikumpulkan

Sementara itu, informasi terbaru menyebut pihak sekolah telah menarik seluruh buku yang sebelumnya dijual kepada siswa.

Sejumlah wali murid mengaku mendapatkan informasi bahwa buku tersebut akan dikembalikan dan uang pembelian kemungkinan akan dikembalikan kepada siswa.

“Hari ini katanya semua buku ditarik semua. Besok kami wali murid akan dikumpulkan, mungkin untuk mengembalikan uangnya,” ujar beberapa wali murid SMPN 2 Kalianda.

Kini, perhatian tertuju pada hasil klarifikasi Dinas Pendidikan Lampung Selatan. Publik menunggu penjelasan mengenai mekanisme izin penyedia buku, komunikasi dengan wali murid, hingga bagaimana aktivitas penjualan tersebut dapat berlangsung di lingkungan sekolah.

Pengembalian buku dan uang menjadi salah satu langkah yang disebut telah dilakukan. Namun, substansi persoalan tetap membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar polemik serupa tidak kembali muncul di lingkungan satuan pendidikan lainnya.

(***)

Source: RUDI SUHAIMI
Tags: berita Kaliandaberita Lampung Selatanberita Lampung terkinibuku pelajaranbuku Rp70 ribuDinas Pendidikan Lampung SelatanDisdik LamselKaliandaLampung SelatanLamselNapoleon Bonapartependidikan lampung selatanpenjualan buku sekolahpolemik SMPN 2 KaliandaSekda Lampung Selatansiswa SMPSMP Negeri 2 KaliandaSMPN 2 KaliandaSupriyantoWali MuridYulinda
Previous Post

Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg

Next Post

Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

Related Posts

Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan
Bandar Lampung

Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan

Oktober 16, 2026
Belajar Lebih Dekat, Siswa SDN 1 Sukaratu Kenali UMKM dan Ketahanan Pangan di Lapas Kalianda
Daerah

Belajar Lebih Dekat, Siswa SDN 1 Sukaratu Kenali UMKM dan Ketahanan Pangan di Lapas Kalianda

Oktober 16, 2026
Pro Rakyat Soroti Dugaan Jual Beli Buku di SMPN 2 Kalianda, Minta Tim Khusus Dibentuk
Daerah

Pro Rakyat Soroti Dugaan Jual Beli Buku di SMPN 2 Kalianda, Minta Tim Khusus Dibentuk

Oktober 16, 2026
Lantik Puluhan Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Soroti Perundungan dan Kekerasan
Daerah

Lantik Puluhan Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Soroti Perundungan dan Kekerasan

Oktober 16, 2026
Bukan Sekadar Sosialisasi, BNNK Lampung Selatan Bekali Pelajar Pengetahuan Anti Narkotika
Daerah

Bukan Sekadar Sosialisasi, BNNK Lampung Selatan Bekali Pelajar Pengetahuan Anti Narkotika

Oktober 16, 2026
Laporan Dugaan Intimidasi Wartawan Nelson Disorot, PRO RAKYAT Minta Kepastian Hukum
Bandar Lampung

Laporan Dugaan Intimidasi Wartawan Nelson Disorot, PRO RAKYAT Minta Kepastian Hukum

Oktober 16, 2026
Next Post
Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

Buku Rp70 Ribu Jadi Polemik di SMPN 2 Kalianda, Kadisdik: Kami Klarifikasi Ulang

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

152 Pejabat Lampung Selatan Tancap Gas, Sekda: Keberhasilan Bukan Soal Banyak Penghargaan

152 Pejabat Lampung Selatan Tancap Gas, Sekda: Keberhasilan Bukan Soal Banyak Penghargaan

Lokasinya di Tengah Persawahan, 500 Kader Gerindra Siap Ikuti Diklat di Pringsewu

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Sidang Pra Peradilan PT LEB Memanas, Kejati Lampung Enggan Klarifikasi Meski Kuasa Hukum Bongkar Kejanggalan

Sidang Panas Pra Peradilan LEB Memasuki Babak Akhir: Wajibkah Pemeriksaan Calon Tersangka? Ini Penjelasan Lengkap Para Ahli

Desember 7, 2025
Transparansi Pendidikan! Dinas Pendidikan Lampung Terbitkan Edaran Bebas Beli Seragam Sekolah

Transparansi Pendidikan! Dinas Pendidikan Lampung Terbitkan Edaran Bebas Beli Seragam Sekolah

Juli 19, 2025
Prabowo Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran 2025: Lalu Lintas Aman, Kecelakaan Turun Drastis

Prabowo Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran 2025: Lalu Lintas Aman, Kecelakaan Turun Drastis

April 8, 2025
SMPN 1 Adiluwih Tunjukkan Dominasi di Ajang FLS3N Pringsewu 2026

SMPN 1 Adiluwih Tunjukkan Dominasi di Ajang FLS3N Pringsewu 2026

Mei 8, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan
  • Belajar Lebih Dekat, Siswa SDN 1 Sukaratu Kenali UMKM dan Ketahanan Pangan di Lapas Kalianda
  • Pro Rakyat Soroti Dugaan Jual Beli Buku di SMPN 2 Kalianda, Minta Tim Khusus Dibentuk
  • Lantik Puluhan Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Soroti Perundungan dan Kekerasan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In