INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah serta Bank Sampah Induk Pringsewu Resik. Kegiatan tersebut berlangsung dalam apel bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (5/6/2026).
Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah yang semakin mendesak, sekaligus mendukung gerakan nasional pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Dalam amanatnya, Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk melakukan perubahan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, harus dijawab dengan aksi konkret mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah daerah.
“Peringatan ini adalah alarm bagi kita semua tentang kondisi bumi yang kita tempati. Saatnya bekerja nyata untuk lingkungan, bukan hanya berbicara,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa berdasarkan data BRIN, rata-rata masyarakat Indonesia menghasilkan sampah antara 0,7 hingga 1 kilogram per hari. Sementara laporan World Bank tahun 2025 mencatat Indonesia menghasilkan sekitar 64 hingga 71 juta ton sampah setiap tahun, menjadikannya salah satu negara penghasil sampah terbesar di kawasan ASEAN.
Lebih memprihatinkan lagi, lanjutnya, tingkat pengelolaan sampah nasional masih tergolong rendah. Berdasarkan data OECD tahun 2025, Indonesia baru mampu mengelola sekitar 39 persen sampah dengan baik, jauh di bawah Thailand yang mencapai 72 persen.
“Persoalan terbesar bukan hanya jumlah sampah yang dihasilkan, tetapi bagaimana kita mengelolanya. Karena itu, Presiden Republik Indonesia telah menjadikan tata kelola sampah sebagai prioritas nasional dan meminta seluruh kepala daerah melakukan revolusi pengelolaan sampah dari hulu,” katanya.
TPA Bumiayu Over Kapasitas
Riyanto mengungkapkan bahwa Kabupaten Pringsewu saat ini menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah. Timbunan sampah harian di daerah tersebut mencapai sekitar 163 ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bumiayu hanya mampu menampung sekitar 42 ton per hari.
Kondisi tersebut menyebabkan TPA mengalami kelebihan kapasitas dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara sistematis.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu mendorong masyarakat agar mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi beban TPA.
“Pengelolaan lingkungan yang baik dimulai dari keputusan sederhana di rumah masing-masing, yakni memilah sampah sejak dari dapur, dari rumah ke rumah, dari desa ke desa,” ujarnya.
45 Bank Sampah Baru Terbentuk
Bupati juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah. Dalam dua bulan terakhir, sebanyak 45 Bank Sampah Unit baru berhasil terbentuk di berbagai wilayah Kabupaten Pringsewu.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu yang aktif menggerakkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Saya bangga karena gerakan ini mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat. Dalam dua bulan terakhir saja sudah terbentuk 45 Bank Sampah Unit yang beroperasi sesuai ketentuan,” kata Riyanto.
Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bank Sampah Induk Pringsewu Resik, penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Sampah Induk Pringsewu Resik dengan PT Indofood dan CV Top Central Plastic, serta penyerahan bantuan berupa karung pilah sampah, timbangan digital, dan berbagai bibit tanaman.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada PT Indofood, Klinik Kosasih Medika Lampung, Komunitas Ayo Menanam, para petugas kebersihan, kader lingkungan, komunitas hijau, serta seluruh masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Pringsewu.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai titik balik untuk membangun perilaku yang lebih ramah lingkungan. Satu tindakan nyata hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRD Kabupaten Pringsewu, jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, camat, kepala perangkat daerah, ASN, serta berbagai komunitas peduli lingkungan.***


















