Minggu, September 20, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Demi Keselamatan Warga, Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur Akan Dibangun Ulang

Melda by Melda
Februari 26, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Demi Keselamatan Warga, Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur Akan Dibangun Ulang

BACA JUGA

Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR

TN Way Kambas Perkuat Pembatas Kawasan, 150–170 Gajah Jadi Fokus Perlindungan

INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


INSIDE POLITIK— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah tegas terkait kondisi Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setelah melalui penilaian teknis dan mempertimbangkan keselamatan masyarakat, Pemprov memastikan jembatan tersebut akan dibangun ulang karena struktur yang ada dinilai tidak layak dipertahankan.


Struktur Dinilai Tidak Memenuhi Standar Kelayakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keputusan rekonstruksi diambil setelah pemerintah menerima rekomendasi resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melakukan peninjauan lapangan.

“Secara umum, kondisi jembatan saat ini tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Karena itu, melanjutkan pembangunan di atas struktur yang ada tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa penggunaan struktur lama berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi jembatan penghubung antar desa tersebut.


Dorongan Masyarakat Dipahami, Namun Keselamatan Diutamakan

Taufiqullah menyebutkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan warga agar akses transportasi di Way Bungur segera pulih. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan.

“Keinginan masyarakat agar jembatan segera berfungsi tentu kami dengar. Tetapi jembatan harus benar-benar aman dan layak, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.


Proyek Kabupaten, Didampingi Pemprov dan BPJN

Jembatan Way Bungur merupakan proyek yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Lampung Timur karena menjadi akses vital antar desa dan kecamatan. Walaupun menjadi kewenangan kabupaten, Pemprov Lampung tetap memberikan pendampingan, termasuk koordinasi dengan BPJN dan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membantu pembangunan satu unit abutmen, sementara pemerintah kabupaten melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, keterbatasan dana membuat penyelesaian jembatan mengalami hambatan.


Rekonstruksi Menjadi Solusi Terbaik bagi Masyarakat

Menurut Taufiqullah, pembangunan ulang adalah pilihan paling ideal agar jembatan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Yang terpenting, jembatan ini nantinya bisa digunakan dengan aman dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Pemprov Lampung memastikan proses penyusunan langkah teknis dan dukungan anggaran akan dilakukan secara bertahap agar pembangunan ulang bisa segera direalisasikan.***


Source: WAHYUDIN
Tags: BMBK LampungInfrastruktur LampungJembatan Way BungurKeselamatan Wargalampung timurPembangunan Daerahpemprov lampungRekonstruksi Jembatan
Previous Post

Politik Infrastruktur dan Janji Pembangunan

Next Post

Rumah di Kawasan Palapa Disorot, Eva Dwiana Diminta Buka Status Kepemilikan

Related Posts

Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR
Bandar Lampung

Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR

September 20, 2026
TN Way Kambas Perkuat Pembatas Kawasan, 150–170 Gajah Jadi Fokus Perlindungan
Daerah

TN Way Kambas Perkuat Pembatas Kawasan, 150–170 Gajah Jadi Fokus Perlindungan

September 20, 2026
Dua tahun laporan dugaan pelecehan belum jelas, ibu korban bersurat ke Bupati Lampung Selatan
Daerah

Dua tahun laporan dugaan pelecehan belum jelas, ibu korban bersurat ke Bupati Lampung Selatan

September 20, 2026
RPA Peduli Kembali Kirim Tim Kemanusiaan Lampung ke NTT
Daerah

RPA Peduli Kembali Kirim Tim Kemanusiaan Lampung ke NTT

September 20, 2026
Yunika Bantah Dugaan Penggelapan Mobil Rental, Pertanyakan Tagihan Rp1,16 Miliar
Bandar Lampung

Yunika Bantah Dugaan Penggelapan Mobil Rental, Pertanyakan Tagihan Rp1,16 Miliar

September 20, 2026
Iuran Rp5.000 per Bulan, Warga Way Tuba Dapat Bantuan Rp1 Juta Saat Berduka
Daerah

Iuran Rp5.000 per Bulan, Warga Way Tuba Dapat Bantuan Rp1 Juta Saat Berduka

September 20, 2026
Next Post
Rumah di Kawasan Palapa Disorot, Eva Dwiana Diminta Buka Status Kepemilikan

Rumah di Kawasan Palapa Disorot, Eva Dwiana Diminta Buka Status Kepemilikan

BADKO HMI Sumbagsel Soroti Lemahnya Pengawasan Tahanan di Way Kanan

BADKO HMI Sumbagsel Soroti Lemahnya Pengawasan Tahanan di Way Kanan

Sinergi Pengamanan Ramadan Diperkuat Bersama TNI dan Satpol PP di Pesawaran

Sinergi Pengamanan Ramadan Diperkuat Bersama TNI dan Satpol PP di Pesawaran

Rekonstruksi Jalan 2026 Digenjot, Akses Wisata dan Logistik Jadi Fokus

Rekonstruksi Jalan 2026 Digenjot, Akses Wisata dan Logistik Jadi Fokus

Keamanan Tahanan Disorot, Polda Lampung Hadapi Ujian Serius Usai Insiden Way Kanan

Keamanan Tahanan Disorot, Polda Lampung Hadapi Ujian Serius Usai Insiden Way Kanan

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Hasto Dikenai Pasal Obstruction of Justice (OOJ), PDIP: Formalitas

Jadi Tersangka KPK, Segini Harta Kekayaan Hasto Kristiyanto

Januari 3, 2025
SAH!Ini Nomor Urut Paslon di Pilkada Tanggamus

Elektabilitas Saleh Asnawi-Agus Suranto Tembus 59 Persen di Pilkada Tanggamus

November 2, 2024
ELSAM Dorong Taufan Zakaria Tuntaskan Deretan Kasus Korupsi yang Mandek di Lampung

ELSAM Dorong Taufan Zakaria Tuntaskan Deretan Kasus Korupsi yang Mandek di Lampung

Agustus 3, 2026
H+7 Lebaran: 780 Ribu Pemudik dan 200 Ribu Kendaraan Kembali ke Jawa, Arus Balik Lancar

H+7 Lebaran: 780 Ribu Pemudik dan 200 Ribu Kendaraan Kembali ke Jawa, Arus Balik Lancar

April 10, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Himperra Lampung Soroti Tata Ruang hingga Pembiayaan Rumah Subsidi untuk MBR
  • TN Way Kambas Perkuat Pembatas Kawasan, 150–170 Gajah Jadi Fokus Perlindungan
  • Dua tahun laporan dugaan pelecehan belum jelas, ibu korban bersurat ke Bupati Lampung Selatan
  • RPA Peduli Kembali Kirim Tim Kemanusiaan Lampung ke NTT
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In